Selamat Datang!

SAYA TIDAK SUKA DENGAN PERTANYAAN “APA ARTI HARI PAHLAWAN BAGI ANDA?”

Dalam perjalanan menuju kantor, saya mendengarkan radio dan penyiarnya menanyakan pendapat dari pendengar “apa arti hari pahlawan bagi anda?

Saya pernah 6 tahun jadi penyiar radio, bahkan selama 3 tahun, siaran saya hampir semuanya didominasi format talkshow. Jadi saya mengerti sekali, betapa tidak mudahnya membuat pertanyaan bagi pendengar, apalagi kami harus mencari-cari ide setiap hari.

Kini dalam posisi saya sebagai pendengar, saya diberi pertanyaan: “apa arti hari pahlawan bagi anda?” Ah, ternyata saya tidak bisa menjawabnya. Saya malah balik bertanya dalam hati, kenapa itu ditanyakan pada saya?

Jika kita melihat pada sejarah, ada apa dengan tanggal 10 November, kita sama-sama mengerti bahwa hal ini berkaitan dengan apa yang terjadi di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Pada saat itu terjadi perlawanan rakyat yang luar biasa menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda. Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu akhirnya menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Kembali pada pertanyaan “apa arti hari pahlawan bagi anda?” yang dilemparkan penyiar tadi bagi pendengarnya. Apakah seharusnya arti hari pahlawan itu berbeda-beda bagi kita rakyat Indonesia? Bagi saya, sejarah sudah mencatat, mengapa tanggal 10 November dijadikan hari Pahlawan. Arti/maknanya sudah jelas, dan seharusnya sama bagi seluruh bangsa Indonesia. Akan lebih menarik jika pertanyaannya adalah, “apa makna pahlawan bagi Anda?

Selain ‘pahlawan kemerdekaan Indonesia’, tentu saja setiap orang bisa memaknai pahlawan dengan berbeda-beda. Bagi saya, pahlawan dalam hidup saya adalah orang tua saya, dan keluarga saya. Mungkin bagi orang lain berbeda, itu bisa saja kan?

Sekali, saya melihat sebuah postingan di dunia maya, yang mengajak masyarakat dunia maya untuk menjadikan Bibit-Chandra sebagai pahlawan anti korupsi. Saya jadi teringat ketika dulu Amin Rais pun dinobatkan kenjadi pahlawan reformasi. Ah, apa iya itu diperlukan ya??? Entahlah…

Yang jelas, Bung Tomo, ketika itu menggerakan massa untuk memberikan perlawanan. Amin Rais, (meski reformasi di Negara ini masih tidak jelas) pernah memberi semangat kepada massa untuk bersatu dan meruntuhkan orde baru. Kini Bibit-Chandra telah membuat massa bersemangat untuk bersama-sama melawan korupsi.

Dahulu pahlawan kemerdekaan berjuang untuk kemerdekaan bangsa, dan saat ini kita berteriak bahwa bangsa ini belum merdeka. Dahulu orde baru berhasil ditumbangkan oleh para pahlawan reformasi, kita pun masih berteriak bahwa reformasi masih belum terjadi di Negara ini. Kini, saya yakin teriakan kita untuk menumbangkan para koruptor akan menjadikan kita semua pahlawan bagi bangsa ini.

People Power, yang dulu telah berhasil memenangkan sebuah episode dalam sejarah, diharapkan kembali dapat memenangkan episode lainnya, untuk dijadikan sejarah bagi penerus kita. Apakah perjuangan kita kali ini akan berhasil?? Tidak ada yang mustahil di dunia ini, selama kita mau tetap berjuang, mendukung terus gerakan anti korupsi.

Kini pertanyaan saya bukan “Apa makna hari pahlawan bagi Anda?” Pertanyaan saya adalah, “Maukah kita menjadi pahlawan bagi bangsa ini?

Selamat Hari Pahlawan bagi kita semua!

Sumber berita: sosbud.kompasiana.com

Sumber foto: creepingsharia.files.wordpress.com


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Wednesday, November 10, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved