Selamat Datang!

MENGELOLA GAJI BULANAN DENGAN RKK

Oleh : Yepta Diharja (Staf CU Betang Asi, bagian pendidikan)

Penghasilan merupakan sumber untuk memenuhi kebutuhan hidup.  Apa yang terjadi apabila penghasilan yang kita miliki tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kita? contohnya bagi para pekerja (pegawai negeri dan pegawai swasta) yang hanya mengandalkan upah /gaji bulanan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam satu bulan.


Sering kita menyalahkan besarnya upah / gaji yang diterima hanya pas-pasan bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam satu bulan, apalagi untuk memenuhi keinginan yang lainnya.  Sehingga sering muncul reaksi  dan aksi demontrasi untuk meminta kenaikan upah / gaji, tapi yang menjadi keanehan adalah ketika upah / gaji dinaikan masih saja tetap pas-pasan bahkan kurang.  Lalu yang selalu menjadi alasan lainnya adalah kenaikan harga.  Pertanyaannya, kapan kita selalu menyalahkan kondisi yang terjadi? pernahkah kita merefleksikan diri kita bahwa jangan-jangan masalah keuangan yang selalu kita hadapai selama ini terjadi akibat kita tidak bisa bahkan tidak mau untuk mengerjakan pekerjaan kecil (seperti menyusun Rencana Keuangan Keluarga) agar memudahkan kita dalam mengelola, mengatur, dan mengontrol keuangan keluarga kita.


Rencana Keuangan Keluarga (RKK) merupakan salah satu strategi untuk mencapai cita-cita atau tujuan yang akan datang.

Berbicara tetang strategi, artinya ada hukum sebab akibat dimana untuk mengetahui apa sebab dan apa akibatnya harus ada Aksi - Refleksi -Aksi begitu seterunya sampai kita bisa mendapatkan pengalaman yang lebih ideal dalam mengelola, mengatur, dan mengontrol keuangan keluarga kita.


Untuk berbagi pengalaman, sebagaimana yang saya lakukan untuk memotivasi anggota CREDIT UNION BETANG ASI (lembaga keuangan ekonomi kerakyatan) dan yang saya praktekkan sendiri dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut :


Dengan cara menyusun Recana Keuangan Keluarga (RKK) Cashflow yang realistis :

  1. PENGHASILAN : Data dan perkirakan nilai (Rp) dari sumber-sumber penghasilan anda (gaji, hasil kebun, hasil berdagang, dll.) selanjutnya dijumlahkan semua sehingga diketahui berapa jumlah pendapatan dalam satu bulan.

  2. PENGELUARAN : Buatlah perencanaan pengeluaran, alangkah bagus apabila dilibatkan seluruh anggota keluarga (bapak, ibu, dan anak-anak) untuk megetahui apa yang menjadi kebutuhan atau keinginan dari masing-masing anggota keluarga tersebut.

  3. Setelah rencana penghasilan dan pegeluaran sudah dibuat, maka bisa di cek apakah penghasilan anda mampu memenuhi rencana pengeluaran anda.  Apabila tidak mencukupi, maka harus mencari yang lebih diprioritaskan dalam pengeluaran atau lebih giat lagi untuk meningkatkan penghasilan.


Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Dalam pengeluaran, utamakan menabung sebagai prioritas dan membayar pinjaman apabila ada, guna membangun image dan kepercayaan orang terhadap kita.

  2. Membatasi jumlah penghasilan untuk membiayai pengeluaran agar meminimalisir keinginan-keinginan yang tidak mendesak dengan cara menyisihkan terlebih dahulu ke tabungan dan hidup hemat.

  3. Jangan menganggap tabungan adalah beban, tetapi tabungan sebagai dana cadangan karena sewaktu-waktu dapat kita gunakan apabila kondisi keuangan kita mendesak.


Pengalaman selama ini, banyak orang-orang dalam mengelola uangnya seperti ini : PENDAPATAN - BELANJA = TABUNGAN

Referensi saya terhadap pendapat masyarakat, kenapa menggunakan pola diatas dalam mengelola keuangan adalah :

"Kebutuhan pokok (belanja) itu wajib hukumnya dan ditempatkan dalam urutan pertama setelah mendapatkan penghasilan, yang selanjutnya apabila ada sisanya baru ditabung.  Karena apabila di tabung duluan, nanti uang belanjanya kurang dong ...".  Nah, ketika ditanya pengalamannya selama ini, ternyata keuangan keluarganya cenderung pas-pasan bahkan bisa kurang yang ujung-ujungnya ngutang akibat tidak punya tabungan.


Apabila kita refleksikan kembali bahwa cara pengelolaan keuangan seperti diatas ternyata masih belum bisa membawa kita untuk mewujudkan cita-cita atau tujuan kita yang akan datang.  Artinya kita perlu mencoba untuk menggunakan strategi baru dalam mengatur keuangan keluarga.


Strategi baru yang biasa saya tawarkan kepada masyarakat dan yang saya praktekkan dalam kehidupan keluarga saya dan sudah mengkarakter dalam diri setiap aktivis dan anggota Credit Union adalah sebagai berikut : PENDAPATAN - TABUNGAN = BELANJA


Referensi saya terhadap reaksi masyarakat dan tulisan-tulisan yang saya baca melalui internet terhadap pola ini adalah :

"Bagaimana bisa menabung kalau penghasilan saja pas-pasan, nanti tidak bisa makan"  mereka merasa bahwa menabung itu adalah beban. Masyarakat yang saya temui selama ini berpikir bahwa bisa menabung jika uang yang ditabung jumlahnya banyak "untuk apa menabung jika uang yang ditabung sedikit" maka pendapat yang demikian yang mengakibatkan menabung seolah-olah menjadi beban karena tidak punya kemampuan menabung dalam jumlah yang banyak.  Pola pikir demikian yang harus mulai kita rubah, menabung tidak harus dengan jumlah banyak tetapi dengan Rp. 500,- saja dalam sehari apabila anda menabung di Credit Union Betang Asi dalam 45 tahun kemudian uang anda akan mencapai > Rp. 500.000.000,- (kalau mau tahu hitungannya bisa datang kekantor CU Betang Asi di Jl. Tjilik Riwut km. 1 No. 32 A Palangka Raya). Artinya tidak perlu uang banyak untuk bisa menabung, yang penting niat anda untuk menyisihkan penghasilan anda untuk ditabung.  Ingat aksi solidaritas pengumpulan uang koin untuk Prita, ini merupakan inspirasi bagi kita agar lebih menghargai uang koin.  Jangan menilai uang dari NILAI nya, karena semua uang ber HARGA.


Pola ini (Pendapatan - Tabungan = Belanja), khususnya bagi saya pribadi yang sudah mempraktekkannya dalam mengelola keuangan keluarga saya selama ini, sangat efektif dan bermanfaat banyak.  Adapun manfaatnya adalah :




  1. Tabungan sebagai prioritas utama telah membangun asset likuid dan non likuid (kendaraan, rumah, dan tanah) keluarga.

  2. Dengan tabungan sebagai prioritas utama, sedikit demi sedikit meruba pola pikir konsumtif menjadi lebih produktif.

  3. Belanja sesuai dengan kebutuhan, tidak didasari oleh keinginan.

  4. Hidup hemat.

  5. Memacu semangat dan menumbuhkan kreatifitas untuk menciptakan sumber penghasilan lain.


"...Membatasi jumlah penghasilan untuk membiayai pengeluaran agar meminimalisir keinginan-keinginan yang tidak mendesak dengan cara menyisihkan terlebih dahulu ke tabungan dan hidup hemat..."




Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, October 4, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved