Selamat Datang!

A.G RINTING: “Kadang Pemuda Dayak Kehilangan Arah”

Setiap tanggal 28 Oktober bangsa kita memperingatinya sebagai hari sumpah pemuda. Sumpah yang dilakukan atas nama pemuda Indonesia, walaupun berasal dari berbagai suku di nusantara. Dari pulau Sumatera sampai Maluku berkumpul di Jakarta untuk menyatukan tanah air, bangsa dan bahasa. Dalam konteks pemuda Kalimantan (Dayak) apakah nilai-nilai ini masih ada dan diterapkan di kehidupan berbangsa dan bernegara?. Tim web cubetangasi.com berkesempatan mewawancarai seorang pemuda Dayak di Palangka Raya yang sampai saat ini setia dalam memperjuangkan ke-Dayak-kannya di Indonesia.

Alfianus Genesius Rinting, seorang penggiat NGO dan saat ini dipercaya sebagai manajer Koperasi Persekutuan Dayak Kalimantan Tengah. Apa pandangannya terhadap makna dari sumpah pemuda. Berikut petikan wawancaranya:

Apa tanggapan anda tentang sikap pemuda sekarang terhadap pembangunan bangsa?

Pertama mungkin kita bisa bicara tentang definisi pemuda itu sendiri. Apakah orang yang sudah menikah itu bukan pemuda lagi?. Kalau menurut saya saya tidak ingin terbatas pada definisi umum bahwa pemuda itu ialah orang yang belum menikah, pada jaman kuliah dulu disebut pemuda dan ketika ia sudah berkeluarga, bekerja tidak bisa disebut pemuda lagi.

Kalau saya sepakat dengan definisi pemuda dengan pikiran yang bekerja, ide, idealisme yang bekerja. Jadi setiap orang yang mempunyai idealisme dan berani melakukan apa yang menurut dia bagus, sesuai dengan idealismenya dialah pemuda itu sendiri.

Pemuda adalah semangat, penggerak dimana-mana sejarah membuktikan bahwa perubahan sebuah bangsa itu selalu dimotori oleh pemuda. Pikiran-pikiran yang berani untuk melakukan tindakan, itu yang pertama tentang definisi pemuda.

Dihubungkan dengan sikap, justru itu sebelum bersikap, lahir dari pikiran. Kalau di CU kita sering mengatakan tindakan itu lahir dari pikiran. Nah… kalau saya boleh menilai kebanyakan orang-orang muda sekarang lebih ke arah berpikir apatis, dalam arti dia hanya memikirkan untuk dirinya sendiri, memikirkan kuliahnya, sekolahnya, keluarganya saja. Saya tidak mengatakan itu salah, tapi sayang jika potensi-potensi pemuda hanya habis di situ saja.

Akhirnya karena tidak ada pikiran kritis cara pandang terhadap pembangunan itu sendiri hanya identik biasanya dengan fisik. Karena apatis dia akhirnya dimanapun dia bekerja asal dapat duit tidak masalah. Itu adalah tipe-tipe tindakan yang lahir dari sebuah pikiran yang apatis, asal dapat duit pekerjaan apapun diterima.

Jika dihubungkan dengan konteks lokal di pemuda Dayaknya di Kalimantan Tengah, bagaimana Anda memandang  peran dan tanggung jawab mereka pada saat ini?

Kalau dihubungkan dengan sumpah pemuda, seingat saya dulu ketika lahir sumpah pemuda itu dihadiri oleh beberapa Jong. Jong Islamieten, jong Java, jong Ambon, jong Celebes. Menariknya adalah mereka tetap melihat diri mereka sebagai orang lokal, saya orang Ambon, saya orang Sumatera. Tapi mereka sepakat tentang organisasi yang namanya Indonesia, itu menarik.

Nah… sekarang saya lihat pemuda-pemuda Dayak , termasuk saya mungkin sudah kehilangan identitas sebagai Dayak, bahkan berusaha untuk mencarinyapun kurang. Mereka lebih melihat diri mereka sebagai orang Indonesia saja. Ini memang tidak bisa lepas dari pengaruh orde baru yang sangat anti dengan kesukuan padahal kita tidak ingin kesukuan tapi keberagaman disusun terdiri dari orang-orang  yang sadar akan perbedaan, sadar akan asal usulnya dan membicarakan hal yang sama. Disitulah persatuan yang sesungguhnya. Saya pikir itu yang perlu dikritik cara pandang sebagai pemuda Dayak , sudah tidak Dayak lagi sekarang.

Menurut anda pada krisis identitas tadi bisa disebutkan contohnya?

Simpel. Pada bahasa pergaulan tidak pakai bahasa Dayak, jelas-jelas mereka adalah orang Dayak, semua bisa bahasa Kapuas, tapi tidak menggunakan bahasa Dayak sebagai bahasa komunikasi. Kemudian dari minat terhadap adat, suku, budaya sudah jauh berbanding dengan gaya-gaya orang kota.

Dalam konteks sumpah pemuda  menurut anda menghadapi tantangan ke depan seperti  suap, korupsi, terorisme dan lain-lain bagaimana?

Kalau saya melihat bahwa suap, terorisme, korupsi dan lain-lain adalah asap, bukan apinya. Saya melihat bahwa sistem negara kita ini yang harus dibenarkan. Sebetulnya jangan di artikan mengganti sistem ataupun apa.

Misalkan contoh kasus pada pasal 33 UUD 45, perekonomian disusun sebagai usaha bersama, itu kan jelas-jelas koperasi sebetulnya juga Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Negara ini sebenarnya banyak aturan-aturan yang bagus tapi tidak diterapkan, prakteknya beda.

Mengapa orang bisa jadi terorisme, karena iklim demokrasi tidak dikembangkan, terorisme berkembang ketika demokrasi tidak dijalankan dengan baik, sistemnya represif, hukum bisa dibeli , muncul teroris, KKN dan segala macam juga.

Dari sisi peluang ke depan untuk pemuda Dayak?

Dagang…. Kalau saya melihat sekarang banyak pemuda kalau dilihat dari sisi umur selesai kuliah itu selalu ingin bekerja di kantor, pegawai negeri. Panjang ceritanya kenapa sampai bisa seperti itu, tapi saya pikir pemuda Dayak masih banyak memikirkan untuk terjun ke dunia bisnis. Kemudian budaya malu padahal mantat juga bagus, tapi malu.

Peluangnya banyak…, seperti di desa-desa itu kan peluang semua berdagang, mantat. Ya… paradigma harus kerja kantoran itu yang parah untuk merubahnya.

Harapan anda ke depan memperingati sumpah pemuda (Dayak)?

Pertama menjadi Dayak, sadar tentang Dayak kemudian setelah dia tahu dirinya dari mana, kemudian dapat melihat gambar besar dari Dayak dalam bingkai yang lebih besar. Dayak dihubungkan dengan Indonesia, dihubungkan dengan dunia global itu yang sama sekali kurang sehingga kadang pemuda Dayak kehilangan arah.

Gimana bisa menentukan arah kalau posisi saja sekarang tidak tahu?. Arah kemanapun tidak mengerti!. Kemudian aktif di CU, KPD, Serikat Petani Karet, mengikuti kegiatan-kegiatan kebudayaan itulah kongkritnya.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, October 11, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved