Selamat Datang!

621 KOPERASI MATI SURI

Sebayak 621 unit koperasi yang tercatat di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro dan Menegah (UMKM) Kalteng tidak pernah melakukan kegiatan apa-apa alias mati suri.  Sementara yang masih aktif dan usahanya sebanyak 1.800 unit koperasi total 2.421 koperasi yang terdata.

Koperasi-koperasi yang tinggal nama ini akan segera dievaluasi. "Ini akan kita evaluasi nantinya.  Karena hanya mengganggu data volume usaha koperasi secara keseluruhan," kata Kepala Dinas Koperasi dan usaha UMKM Kalteng Jamilah Yakub melalui sekretaris dinas Drs. Aria Meter kepada Kalteng Pos di ruang kerjanya, Jumat (1/10) siang kemaren.

Aria menjelaskan, koperasi-koperasi yang mati suri itu karena beberapa faktor.  Antara lain karena adanya hutan karya masyarakat (HKM) yang memacu bermunculnya koperasi.  Selain itu, juga ketiadaan modal dan minimnya sumber daya manusia.

Aria mengakui bahwa koperasi kesulitan mendapatkan modal, terutama pinjaman dari perbankan karena terbentur corateral atau agunan.  Sebab, koperasi dimiliki orang banyak atau anggota koperasi.  Karena itu, persoalan jaminan selalu merepotkan.

"Dulu koperasi ini masih tertolong, dengan adanya jaminan dari pemerintah daerah.  Contohnya Pemko Palangka Raya pernah membayar jaminan senilai Rp. 3 miliar.  Namun, setelah ada edaran baru Menteri Keuangan, penjaminan dilarang", ucapnya.

Dari segi anggota, koperasi di Kalteng cukup banyak. "Total anggota koperasi yang ada di Kalteng adalah 209.511 orang atau sekitar 10 persen dari penduduk Kalteng itu sendiri," terangnya.

Aria juga menyinggung UMKM.  Menurut dia, di Kalteg ada 224.641 orang yang terdaftar sebagai UMKM.  Dari jumlah itu terinci menjadi 183.028 orang untuk usaha mikro, 40.002 orang untuk usaha kecil dan 1.611 orang untuk usaha menengah.  "Yang termasuk usaha mikro tersebut berdasarkan UU 20 tahun 2008 adalah usaha dengan kekayaan bersih orangnya maksimal Rp. 50 juta dan maksimal penjualan tahunan adalah Rp. 300 juta.  Kemudian yang termasuk usaha kecil yakni kekayaan bersihnya mulai dari Rp. 50 - 500 juta dan maksimal penjualan setahun adalahRp. 300 juta - Rp. 2,5 miliar.  Sedangkan untuk usaha menengahadalah mereka yang memiliki kekayaan bersih Rp. 500 juta - 1 miliar dan total maksimal penjualan setahunnya adalah 2,5 M sampai50 M," tuturnya.

Sumber : Kalteng Pos, tanggal 2 Oktober 2010


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Tuesday, October 5, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved