Selamat Datang!

PALANGKA RAYA JADI IBUKOTA NEGARA ???

Palangka Raya merupakan kota yang menjadi cita-cita pendiri bangsa (Soekarno) untuk dijadikan cikal-bakal ibukota Negara Republik Indonesia, tapi sampai 65 tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia 17 Agustus 2010 yang sebentar lagi kita rayakan, cita-cita tersebut hanyalah sebatas angan-angan pendiri bangsa saja.

Munculnya wacana pemindahan ibukota Negara Republik Indonesia baru-baru ini, yang hampir setiap hari dibicarakan dan menjadi konsumsi publik melalui berbagai media merupakan angin segar  dan membuka peluang bagi kota Palangka Raya sebagai kota yang memiliki potensi dan posisi yang strategis untuk dijadikan Ibukota Negara.

Namun, pemindahan ibukota Negara tersebut berbeda dengan cita-cita pendiri bangsa yang ingin mendirikan ibukota Negara Indonesia di kota Palangka Raya, bukan memindahkan. Pemindahan ibukota Negara yang dimaksud sekarang ini dikarenakan kota Jakarta sudah tidak refresentatif lagi untuk dijadikan Ibukota Negara yang disebabkan berbagai permasalahan kemacetan lalulintas, bencana alam, dan permasalahan lainnya yang sudah tidak mampu lagi untuk diatasi.

Jadi, apa sebenarnya kerja pemerintah (eksekutif dan legislatif) ? apakah memang sudah tidak mampu lagi berpikir untuk mengatasi permasalah tersebut ? apakah saat diajak berpikir, malah bolos dan bahkan tidur saja kerjanya ?

Sebagai salah satu masyarakat asli Kalimantan Tengah, yang tinggal di kota Palangka Raya dan sudah cukup banyak melihat kondisi kehidupan masyakarakat lokal secara langsung di daerah-daerah terpencil, saya berpendapat bahwa :

  1. Wacana pemindahan ibukota Negara sekarang ini merupakan wacana pemindahan masalah kedaerah baru.

  2. Pemindahan ibukota Negara akan memberikan kenyamanan kepada penguasa, tapi akan menimbulkan masalah dan penderitaan kepada rakyat khususnya masyarakat lokal.

  3. Memberikan peluang korupsi baru untuk alasan pembangunan.


Menaggapi respon positif pemerintah (eksekutif dan legislatif) Provinsi Kalimantan Tengah terhadap wacana pemindahan ibukota Negara ke kota Palangka Raya, memang perlu membentuk badan atau pokja dalam rangka menganalisis kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan politik masyarakat.  Apakah dengan pemindahan ibukota Negara ke kota Palangka Raya berdampak positif terhadap pembangunan ekonomi masyarakat lokal atau malah sebaliknya.  Jadi bukan hanya potensinya saja yang dianalisis.  Kasihan masyarakat lokal apabila sampai salah mengambil tindakan.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Wednesday, August 11, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved