Selamat Datang!

KOPERASI PERLU DIREVITALISASI

Peran dan fungsi koperasi yang umumnya di Indonesia guna membantu meningkatkan perekonomian masyarakat masih lemah.  Hal itu menurut Deputi Kelembagaan Koperasi dan UKM RI, Untung Tri Basuki karena masih banyak koperasi yang belum menggunakan cara berkoperasi yang benar termasuk di Kalteng.

"Dari 170 ribu koperasi yang tercatat se Indonesia, sekitar 30 persen tidak aktif lagi.  Selain itu jika ditinjau dari segi kualitas hanya 22 ribu koperasi yang berkualitas," jelasnya dalam acara Bimbingan Tknis Revitalisasi Fungsi Kelembagaan Koperasi yang berlangsung di Hotel Luwansa, Senin (5/7) siang.

Apa penyebabnya, lanjut Untukng Tri Basuki yang kala itu juga hadir bersama asisten Deputi Kementerian Koperasi dan UKM RI, kebanyakan koperasi tidak menjalankan peran dan fungsi sebagai koperasi.  Faktanya kurang dari 50 persen yang mengagendakan rpat anggota secara rutin.  Padahal forum tersebut adalah forum tertinggi dalam pengambilan keputusan dimanajemen koperasi.  Selain sebagai dasar pengambilan keputusan, rapat anggota juga sangat penting untuk mengatur strategi tentang bagaimana cara mengembangkan koperasi.  Mengingat koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum Koperasi dengan menlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. (Pasal 1 UU 25/1992).

PAda kesempatan itu, Untung menjelaskan jika koperasi yang benar adalah koperasi yang bisa memberdayakan nilai lokal dan berdampak positif bagi masyarakat.  Misalnya koperasi mempunyai berbagai program yang bisa membantu peningkatan perekonomian masyarakat sekitarnya.

"Ini adalah salah satu alasan kita mengadakan bintek yang diikuti oleh seluruh Pembina Koperasi dan instansi terkait se Kalimantan.  Karena selain perlu direvitalisasi, koperasi koperasi juga harus bersiap diri dalam menghadapi pasar bebas.  Makanya manajemen, format dan permodalan harus diperkuat, selain itu termasuk unsur terpenting  adalah pejabat pembina itu sendiri.  Intinya daerah daerah harus berperan dalam hal ini," harap pejabat pusat berkacamata itu.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng, H. Jaya Saputra Silam membenarkan hal itu.  Menurutnya masih banyak kendala untuk mengembangkan perkoperasian di Kalteng.  Faktanya dari 2.421 koperasi yang aktif.  Ada 621 koperasi se Kalteng ini yang tidak aktif.

Adapun kendala dasar pengelolaan koperasi ujar Jaya antara lain adalah SDM.  Mereka punya keinginan tapi tak punya kemampuan.  Kemudian factor utama yang sebenarnya adalah alasan klasih adalah modal.

Sumber : Kalteng Post, Kamis 8 Juli 2010


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, July 8, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved