Selamat Datang!

Anyu : "Modal Minat Saja Tidak Cukup"

Palangka Raya,

Sebagai wujud implementasi dari 3 pilar Credit Union yaitu PENDIDIKAN, CU Betang Asi melaksanakan kegiatan Training of Trainer (TOT) bagi para aktivis dan penggerak CU Betang Asi yang dilaksanakan pada Selasa-Kamis, 15 – 17 Juni 2010 di Wisma Unio, Palangka Raya.

Sebagai Fasilitator dalam pelatihan ini adalah Antonius Anyu dari Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih, Pontianak. Peserta pelatihan sebanyak 31 orang dari berbagai Tempat Pelayanan CU Betang Asi. Di sela-sela kegiatan pelatihan redaksi Website CU Besi melakukan wawancara dengan para peserta dan fasilitator pelatihan.

Dari wawancara tersebut tergambar bahwa Pelatihan ini memberi nilai positif dalam mengembangkan dan memperdalam ilmu CU bagi para aktivis.

Suranto Panut peserta dari desa Pantai, TP. Penyang Hinje Simpei, Pulang Pisau mengatakan bahwa dengan mengikuti pelatihan ini banyak ilmu yang bisa dipelajari dalam mempersiapkan langkah-langkah sebagai seorang fasilitator, dirasakan bahwa saya bisa lebih percaya diri dalam menghadapi para anggota dan calon anggota, selain itu juga pelatihan ini memberikan trik-trik dalam memfasilitasi yang sebelumnya tidak pernah diketahui.

Hal senada juga disampaikan oleh Murniati S.M, S.Th peserta dari TP. Batu Lampang, Telok. Dikatakan bahwa dengan TOT ini saya bisa mendapat ilmu CU lebih banyak dan mendalam, selain sebagai wadah menimba ilmu juga sebagai wadah untuk berbagai pengalaman. Ibu yang pekerjaannya sebagai Pendeta ini juga mengungkapkan bahwa CU adalah kabar baik dalam memperoleh jalan menuju kesejahteraan, membawa kemamkmuran dan merupakan alat pembebasan bagi kaum miskin melalui pengelolaan keuangan.

Ketika ditanyakan apa rencana tindak lanjut dari pelatihan ini Pak Suranto Panut yang sebelumnya telah aktif dalam pengembangan CU khususnya di wilayah desanya mengatakan bahwa perlu adanya pertemuan para fasilitator sebagai wadah berbagai pengalaman, ilmu dan media evaluasi sehingga bisa dilihat apakah ada perkembangan kemampuan dalam melakukan fasilitasi pendidikan. Sementara itu ibu Murniati berharap bahwa TOT ini akan terus berlanjut dengan peserta-peserta yang baru.

Sementara itu Antonius Anyu ketika ditemui dalam kesempatan yang berbeda mengatakan bahwa ada sekitar lima persen peserta yang siap menjadi fasilitator artinya mereka menguasai secara materi dan teknik dalam memfasilitasi, sementara yang lainnya ada yang menguasai materi tapi tidak memiliki kapasitas mefasilitasi atau sebaliknya tapi ada juga yang tidak menghasilkan apa-apa, ilmu yang didapat hanya untuk konsumsi pribadi.

Ada berbagai penyebab salah satunya adalah ketidaksiapan para peserta. “Kelak bila akan diadakan pelatihan yang serupa sebelumnya peserta sudah bisa dibagikan materi untuk mereka pelajari sehingga pada saat pelatihan tidak fokus hanya pada pendalaman materi saja. Kenyataan yang terjadi dalam pelatihan ini lebih banyak berbicara tentang materi pendidikan, dimana seharusnya harus lebih banyak bicara tentang teknik dalam memfasilitasi,” ungkap Anyu.

Anyu yang juga pernah sebagai pendamping CU Betang Asi pada awal pembentukannya menyampaikan bahwa untuk perbaikan kedepan mungkin bisa dibuat sebuah standart bagi para calon peserta pelatihan fasilitator misalnya sudah pernah menjadi asisten fasilitator selama minimal lima kali, dengan begitu akan kelihatan keseriusan dari peserta. Selama ini kan yang ikut hanya dengan modal minat saja, sekarang dengan modal minat saja tidak cukup.

Ditanya tentang tindak lanjut dari pelatihan ini Anyu mengatakan bahwa bagian pendidikan harus memberi alokasi waktu dan prioritas kepada para peserta untuk memfasilitasi pendidikan di lokasi terdekat mereka, Jadikan mereka co fasilitator dengan fasilitator utama yang dapat membimbing mereka.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Friday, July 2, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved