Selamat Datang!

AMBU NAPTAMIS, SH, MH: “Kita Harus Memilih Pemimpin Kalteng dengan Cerdas”

Dalam waktu dekat kita masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) akan memilih pemimpinnya selama 5 tahun ke depan. Tentu saja bagi kita yang sudah memasuki usia pemilih dapat mencoblos dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Tim Redaksi Web CU Betang Asi awal Juni 2010 berkesempatan untuk mewawancarai sekretaris pengurus CU Betang Asi periode 2009-2011, Ambu Naptamis, SH, MH. Dalam wawancara ini ada beberapa hal yang diungkapkan oleh Ambu dalam konteks pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) propinsi Kalteng periode 2010-1015, berikut petikannya:

Apa pandangan anda pada (pemilu kada) propinsi Kalteng tanggal 5 Juni nanti?

Ini adalah moment strategis, bagaimana Kalteng ke depan, minimal dalam 5 tahun ini. Nah, karena ini strategis menentukan nasib Kalteng penting mendapat dukungan dari masyarakat bentuk dukungannya dengan datang ke tempat pemungutan suara memilih dengan cerdas, bukan berdasarkan emosi dan melihat situasi/ kondisi, terutama hasil-hasil pembangunan yang sudah dilakukan dan yang apa yang akan dilakukan oleh 4 kandidat cagub/ cawagub ke depan.

Dalam konteks Dayak, komentar anda terhadap ke-4 calon?

Dalam konteks Dayak dari ke-4 calon itu, bagi masyarakat adat Dayak, terutama yang ada di pinggiran/ hulu ada calon yang punya kepedulian dan dapat diajak berdiskusi dalam upaya mendorong kerja-kerja pemberdayaan terutama bagi masyarakat adat yang berada di hulu-hulu sungai. Tapi, bagi saya pribadi, penting terutama dukungan dan keterlibatan masyarakat adat untuk datang ke TPS-TPS untuk memilih calon dengan cerdas. Artinya calon yang bisa diajak berbicara, punya kepedulian kepada pemberdayaan masyarakat adat yang di pedalaman.

Pandangan dan komentar anda terhadap golput?

Sebenarnya golput  hak, tetapi bagi saya itu bisa dilaksanakan bisa juga tidak. Akan tetapi lebih bijaksana jika hak itu dijalankan. Artinya hak itu universal dan Negara kita memberikan kesempatan itu. Lebih bijaksana bila kita melaksanakan hak dengan cara memilih. Sekali lagi catatannya hak memilih dengan cerdas. Bagi masyarakat adat Dayak tentu memilih calon yang punya kepedulian, keberpihakkan terhadap proses-proses pemberdayaan juga mendorong pembangunan dan majunya kesejahteraan masyarakat adat. Saya secara pribadi mendorong dan mengharapkan masyarakat jangan golput, karena bagi saya pilihan itu bukanlah pilihan yang bijaksana. Dalam konsep bernegara, juga konsep HAM lebih bijak digunakan karena itu adalah hak asasi, tentunya harus memilih yang cerdas.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Friday, June 4, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved