Selamat Datang!

PENDIDIKAN UNTUK MENGENTASKAN KEMISKINAN

Kemiskinan merupakan penyakit mewabah yang harus segera dicarikan vaksin (obat) untuk mengurangi bahkan menuntaskanya sebelum terjadi dampak yang lebih besar akibat perluasan kemiskinan tersebut.  Dampak akibat kemiskinan tersebut tidak hanya akan dirasakan oleh masyarakat miskin saja tertapi masyarakat yang tinggal disekitarnya, karena kemiskinan juga akan dapat meningkatkan tindakan kriminalitas. Penomena kemiskinan dapat dilihat dimana-mana saja, apalagi di daerah-daerah padat penduduk, hal ini diakibatkan karena kurangnya kemampuan daya saing masyarakat dikarenakan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusianya yang hampir tidak ada.

Kemiskinan merupakan dampak dari suatu sistem yang bisa saja sengaja dibuat untuk mendapatkan keuntungan besar bagi pihak-pihak tertentu, misalkan sistem ekonomi kapitalis.  Dalam sistem tersebut masyarakat terutama masyarakat miskin cenderung dijadikan objek dari sistem tersebut,  contohnya praktek perburuhan sehingga timbul istilah “sapi perahan” buruh dimanfaatkan tenaganya dari pagi sampai sore bahkan malam hari, tapi hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang telah dilakukannya.  Kemiskinan juga dampak dari kondisi sosial budaya masyarakat yang akibatnya melahirkan prduk-produk dan tindakan hukum yang tidak berpihak kepada masyarakat.

Bagaimana cara membasmi penyakit (kemiskinan) ini ?

Kemiskinan cenderung dilihat dari jumlah materi, padahal kemiskinan juga dapat dilihat dari tingkat pendidikan dan wawasan masyarakat yang masih rendah bahkan tidak ada (tidak pernah sekolah), sehingga berdampak pada kurangnya kreatifitas dan kurangnya kemampuan dalam pengelolaan sumber daya yang ada.  Oleh sebab itu pentingnya pendidikan formal dan non formal sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dalam masyarakat.

Pendidikan merupakan proses pembelajaran, dari yang tidak tahu menjadi tahu.  Pendidikan formal dapat berperan sebagai sarana membebaskan anak bangsa dari kebodohan.  Melalui pendidikan berjenjang yang sekarang ini dilakukan pemerintah (program pendidikan dasar 12 tahun), paling tidak dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat asalkan program yang sekarang ini diberlakukan dapat dievaluasi kembali guna pemanfaatannya dapat tepat sasaran dan dirasakan oleh masyarakat yang betul-betul membutuhkannya.  Pendidikan formal saja tidak cukup, perlu pendidikan ekstra untuk lebih merangsang minat, bakat, dan kreatifitasnya.  Tidak hanya kegiatan OSIS, Pramuka, dan kegiatan lainnya saja, tapi kegiatan ekstra yang berkaitan dengan pendidikan bisnis, wira usaha, dan yang paling penting adalah pendidikan financial.  Pintar akademik saja tidak cukup kalau tidak diiringi dengan kemampuan mengelola keuangan.  Kemapuan mengelola keuangan / pendapatan dapat menetukan kesejahteraan ekonomi anak bangsa.  Uang sekarang ini adalah benda yang sangat istimewa dan berharga, kita sanggup menyembah-nyembah bahkan mengorbankan nyawa untuk mendapatkannya.  Untuk mendapatkan uang tersebut perlu kepintaran.  Setelah uang tersebut diperoleh, maka perlu kemampuan untuk mengendalikannya.  Kalau kemampuan mendapatkan dan mengelola uang itu tidak ada, maka kemiskinan akan selalu membayangi kehidupan.

Pendidikan ekstra ini seharusnya dapat ditanamkan sejak dini agar dapat maransang dan memacu kreatifitas anak dalam memahami kapasitas diri sejak dini dan menjadi anak bangsa yang profosional, siap pakai, mampu bersaing, mampu membuka lapangan usaha sendiri, dan mampu mengelola keuangannya dengan bijaksana.

Menuntaskan kemiskinan tidak hanya dapat dilakukan dengan cara memberikan bantuan uang atau makanan saja, tetapi harus diringi dengan memberikan informasi, wawasan, dan pendidikan berkaitan dengan cara pengelolaannya.

Kecerdasan rakyat dan kekuatan ekonomi rakyat merupakan pondasi yang akan menetukan kekuatan ekonomi dan masa depan bangsa.

Selamat Hari Pendidikan Nasional.

Oleh    : Yepta Diharja


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, May 3, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved