Selamat Datang!

TUMBUHNYA KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP CREDIT UNION

Credit Union merupakan lembaga keuangan yang berbasis ekonomi kerakyatan, dimana masyarakat yang bergabung menjadi anggota Credit Union dijadikan sebagai subjek ekonomi kerakyatan.  Sebagai subjek ekonomi kerakyatan, anggota Credit Union dapat merancang sendiri nilai investasinya sehingga kelak dapat mampu membawanya menuju bebas financial.

Sebagaimana arti dari “Credit Union” itu sendiri adalah kumpulan orang-orang yang percaya, maka sebagai wujud kepercayaan tersebut semua anggota berswadaya membangun modal bersama dalam wadah Credit Union.

Hanya si miskin yang dapat menolong si miskin filosofi ini yang dapat selalu menjadi dasar berpikir masyarakat untuk melepaskan diri dari belenggu kemiskinan.  Kemiskinan tidak akan dapat diatasi apabila si miskin itu sendiri masih mengharapkan bantuan dari pihak lain yang berdampak pada ketergantungan terus menerus.

Gagasan terbentuknya Credit Union yang diprakarsai oleh seorang Walikota Flammersfield di Jerman Barat yang bernama Friedrich Wilhelm Raiffeisen pada abad 19 bersama para buruh menunjukan bahwa rasa memiliki dan kebersamaan itu penting dalam membangun kekuatan modal financial kaum buruh pada saat itu, sehingga akhirnya gagasan Credit Union berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia – Kalimantan Tengah.

Munculnya Credit Union (CU) di Kalimantan Tengah merupakan sesuatu yang baru bagi masyarakat, sehingga begitu banyak tanggapan positif dan negatif terhadap perkembangan Credit Union di Kalimantan Tengah.  Trauma terhadap lembaga-lembaga investasi yang begitu maraknya muncul dikalangan masyarakat menawarkan janji-janji investasi yang menguntungkan, tetapi hasilnya malah merugikan masyarakat merupakan salah satu penyebab kurangnya minat masyarakat untuk masuk menjadi anggota Credit Union.

Ditengah ke kurang yakinan masyarakat tersebut, Credit Union masih mampu berkembang hingga sekarang ini Credit Union yang di Kalimantan Tengah berjumlah 4 (empat), yaitu ; CU Sumber Rejeki di Ampah ; CU Betang Asi di Palangka Raya ; CU Remaung Kecubung di Pangkalan Bun ; dan CU Eka Pambelum Itah di Sampit.  Keempat Credit Union ini bernaung dibawah koordinasi Badan Koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan yang berpusat di Pontianak.

IMG_5308



26 Maret 2010, tidak terasa tujuh tahun sudah perjalanan CU Betang Asi dalam mensosialisasikan visi, misi dan tujuan pergerakannya dalam pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pelayanan pendidikan, dan pelayanan keuangan (simpan – pinjam).  Manfaatnyapun sudah begitu dirasakan masyarakat yang tergabung sebagai anggota CU Betang Asi.

Saya malas dan jengkel kalau menyetor uang ke CU apalagi kalau saat awal-awal bulan, antrinya panjang bahkan saya harus berdiri lama karena tempat duduk terisi semua kalimat tersebut sering keluar dari mulut anggota-anggota CU Betang Asi pada saat menyetor uangnya ke CU.  Artinya, ini merupakan suatu yang luar biasa bagi CU Betang Asi bahwa ditengah isu-isu lembaga keuangan, koperasi-koperasi dan lembaga-lembaga investasi lain yang tidak karuan pengelolaannya sehingga nasabah/anggotanya menjadi rugi,  CU Betang Asi bahkan semakin dipercaya oleh masyarakat.  Dulu untuk mencari anggotanya CU Betang Asi harus kesana-kemari mengerahkan aktivisnya dalam mempromosikan CU kepada masyarakat, tapi sekarang masyarakat sendiri yang datang langsung untuk mancari informasi tentang CU Betang Asi di Kantor Pelayanan yang ada.

Cita-cita CU Betang Asi menjadi lembaga keuangan yang terpercaya, abadi, dan terbesar di Kalimantan Tengah tidak akan mustahil tercapai apabila rasa solidaritas dan saling percaya dapat terbangun dalam diri insan Credit Union.  Sehingga diperlukan komitmen, konsisten, dan konfiden anggota dalam mewujudkan lembaga Credit Union yang sehat agar terwujud cita-cita bersama, yaitu kesejahteraan sosial-ekonomi anggota.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Wednesday, April 7, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved