Selamat Datang!

Dr. Amu Lanu A.Lingu, SE, M.Si. “Sistem Ekonomi Kita Perlu di Reformasi”

Pria yang baru saja dikukuhkan sebagai Doktor Ekonomi pada bulan Oktober 2009 lalu di Jakarta memang dikenal mempunyai sikap disiplin namun murah senyum, semangat dan berapi-api dalam memperjuangkan dan mengembangkan gerakan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Pria kelahiran Muara Teweh yang genab berusia 53 tahun pada akhir Oktober lalu dengan ramah membagi waktunya kepada KR awal Nopember 2009 di tengah kesibukannya memimpin rapat pengurus Credit Union Betang Asi Palangka Raya.

“Aktivitas saya sekarang adalah kembali ke Universitas Palangka Raya mengabdi sebagai dosen, mengembangkan ilmu CU ke kampus dan memberi pemahaman kepada dunia intelektual, disamping saya mengajar mata kuliah kepada mahasiswa, hal kedua saya mengembangkan CU seoptimal mungkin baik  kepada seluruh jajaran masyarakat baik masyarakat terendah sampai yang tertinggi“ jawab pria yang gemar membaca ini, ketika KR menanyakan kegiatan apa yang dilakukan pasca pengukuhan sebagai Doktor Ekonomi. Saat ditanya mengapa Indonesia terjadi jurang yang sangat tinggi antara kaya dan miskin dan tidak terselesaikan terus menerus, jawaban pria yang sudah menulis tujuh buku ini adalah sistem tata ekonomi Indonesia ini perlu di reformasi menuju ekonomi kerakyatan dan bagian dari ekonomi kerakyatan adalah Credit Union.

“Bentuk reformasinya adalah segera ditinjau kembali Undang Undang (UU) dan peraturan yang berlaku, apakah itu adil, memihak dan menguntungkan kepada masyarakat atau menguntungkan sekelompok orang saja dalam masalah ekonomi, kalau UU dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah bersama DPR memihak kepada orang banyak, itu benar dan berarti menjabarkan apa yang ditetapkan oleh konstitusi UUD 1945” jelas bapa Retni panggilan hari-harinya.

Terhadap pengembangan CU, masing-masing anggota yang sudah memahami CU secara mendalam bisa menularkan lagi kepada yang samar-samar pemahamannya karena dengan memahami CU ini kita bisa bisa paham apa pengertian berkeadilan dalam ekonomi, memahami orang lain, memahami tentang keorganisasian, memahami watak orang lain dan kita tidak bisa memaksa kehendak kita di tengah-tengah kehendak orang lain jadi namanya solidaritas, harap pria sebagai salah satu pengurus di Badan Koordinasi Credit Union Kalimantan.

Dalam CU ada 3 pilar yaitu pendidikan, swadaya dan solidaritas, kenapa pendidikan ditaruh pada nomor satu karena swadaya dan solidaritas sulit dipahami tanpa pendidikan, maka pemahaman yang mendalam tentang swadaya dan solidaritas melalui pendidikan merupakan dasar membentuk watak insan CU yang sejati ungkap pria yang tinggal di jalan Aries No.018 Komplek Amaco Palangka Raya.

Saat KR menanyakan pengalaman pada waktu kecil pria bercucu 3 orang ini menceritakan masa kecilnya dulu dididik orang tuanya dengan disiplin.  “Ternyata disiplin itu sangat berbuah di dalam kehidupan saya sehingga saya dapat mencapai gelar doctor, kalau tidak disiplin mungkin sulit karena mengejar karir terutama di dunia akademi membutuhkan membagi waktu 1x24 jam untuk kepentingan ilmu pengetahuan, diri sendiri  dan keluarga” jelas pria beristrikan Yunnie H. Haman.

“Selain disiplin, mempelajari ilmu memasuki era teknologi informasi sekarang juga penting, ini terlihat pada anak-anak sekarang disamping mendapat pelajaran  dari sekolah secara formal, juga informal dari orang tua harus ditambah dengan mempelajari perkembangan teknologi informasi” terang anak dari pasangan orang tua ayah Alex Po Lingu dan Ibu Carolina ini dengan semangat. Namun ayah dari tiga anak ini mengingatkan dalam dunia informasi disediakan baik dan tidak baik, perlu sikap mental kita untuk membangun diri kita menjadi intelektual berguna untuk bangsa, negara dan masyarakat  jadi kita harus bisa memilih yang baik, karakter kita harus di dampingi dengan disiplin terutama untuk menambah ilmu pengetahuan.

“Sehat sejahtera di dunia dan duduk di sebelah kanan Yesus Kristus di sorga adalah motto hidup saya”, pungkas Amu menutup diskusi. Maju terus gerakan ekonomi kerakyatan di Indonesia ! (Rokhmond Onasis).

BIO DATA:

Nama : Dr. Amu Lanu A. Lingu, SE, M.Si

TTL : Muara Teweh, 25 Oktober 1956

Istri : Ny. Yunnie H. Naman

Anak : Pdt. Retni Mulyani, S.Th, M.Si; Rita Sarlawa, SE, M.Si; Ari Gunawan, SE.

Ayah : Alex Po Lingu

Ibu : Carolina

Pendidikan Formal Sarjana: S-1 di FE Universitas Airlangga Surabaya, S-2 di Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya, S-3 di Universitas Gunadarma Jakarta

Pengalaman Kerja: Pembantu Bendaharawan Proyek Pengurusan Hak Tanah Daerah Transmigran Direktorat Agraria Propinsi Kalimantan Tengah (1978-1981); Kepala Perpustakaan Pusat Universitas Palangka Raya (1987-1991); Pembantu Ketua II STIE ISEI Palangka Raya (1998-2002); Direktur Eksekutif Proyek DUE Like Batch III UNPAR (2000-2004); Ketua Komisi Pendidik/ Merangkap Anggota Senat Universitas Palangka Raya (2002-2006); Anggota Senat Fakulas Ekonomi UNPAR (2004-2006); Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UNPAR (2004-2006).


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, December 10, 2009
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved