Headlines News :

Terbaru

CU Betang Asi Selenggarakan RAT TB 2016

Written By rokhmond onasis on Thursday, February 9, 2017 | 6:46:00 AM

Bertempat di Aula Betang Sandehan Kalteng (Christian Center) jalan Diponegoro Palangka Raya pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan  (RAT) Konsolidasi Kopdit Credit Union Betang Asi Tahun Buku 2016 berlangsung.

Tema RAT di tahun ini ‘Memperkuat Tata Kelola, Menjadikan Kopdit CU Betang Asi Terpercaya dan Berkelanjutan’. Kegiatan berlangsung sejak pukul 8 pagi hingga 6 malam, Sabtu (4/2) yang dihadiri 334 orang yang berasal dari utusan masing-masing TP. Jumlah ini termasuk pengurus, pengawas, penasehat, staf, volunteer dan kolektor.

Sebelum acara RAT panitia mengajak peserta untuk beribadah singkat yang dipimpin oleh Pendeta Tom Chandra, S.Th. Pendeta yang masih muda ini mengingatkan peserta dalam khotbahnya yang dari Matius 6:24 dengan topik, ‘Hal Mengumpulkan Harta’.

Dalam khotbahnya pendeta Tom menegaskan bahwa uang adalah salah satu alat melayani Tuhan. Ada begitu banyak cara melayani Tuhan. Sebagai alat menyelenggarakan kehidupan, masih banyak seperti kebersamaan, kepercayaan, cinta kasih dan pertolongan. “Kita memerlukan Tuhan agar menolong kita mengelola uang sekaligus membebaskan kita dari kuasa uang,” ungkapnya.

Dengan tampilan slide khotbah yang menarik pendeta Tom juga menjelaskan bahwa, Pengabdian kepada Tuhan adalah yang pertama dan yang terutama untuk mengalahkan kuasa uang seperti yang tertulis pada Matius 6:33 “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.

Setelah ibadah, panitia mengajak peserta untuk masuk  pada acara pembukaan RAT. Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne CU dan tidak lupa bersama-sama mengucapkan Nilai-nilai Inti dan Slogan dari kopdit CU Betang Asi.

Selanjutnya dalam laporan yang disampaikan oleh panitia pelaksana RAT Konsolidasi, Longgor, SE, ia mengatakan pencapaian pengurus akan dilaporkan selama 1 tahun dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Longgor menyebutkan diperlukan 195 juta rupiah untuk pelaksanaan RAT konsolidasi.  Pada hari sebelumnya, Jumat (3/2) di lakukan sosialisasi MO produk dan pelayanan 2017 kepada seluruh kolektor di Aula Soverdi.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan sambutan ketua pengurus, Ambu Naptamis. Ia mengemukakan bahwa penyadartahuan, pengkapasitasan dan pengotoritasan tetap dilakukan dalam organisasi CU. “Proses pemberdayaan perlu proses panjang, perlu kerjasama dan kebersamaan. CU Betang Asi tetap melakukan penguatan dan pengembangan sesuai dengan kondisi yang harus direspon. Tantangan selalu ada dan kita harus sikapi dengan bertindak,” ungkap Ambu.

Sebagai bagian dari jaringan PUSKOPDIT BKCU Kalimantan, CU Betang Asi berkenan di kunjungi Ketua Pengurus Puskopdit, yang diwakilkan oleh  Herkulanus Cale. Ia menyampaikan bahwa dari asset CU Betang Asi adalah urutan ke-2 dari 43 CU Primer dan dari jumlah anggota urutan ke-3 dari 43 CU di PUSKOPDIT BKCU Kalimantan. PUSKOPDIT BKCUK merupakan jaringan terbesar dari Batam sampai Merauke.

Herculanus Cale juga mengucapkan penghargaan kepada semua pihak yang terkait untuk mengembangkan CU dan cerita-cerita sukses yang ada. Ia yakin CU akan semakin professional kepada anggota. Ia mengingatkan supaya anggota CU tekun membayar dan menabung.

RAT tahun ini dibuka secara resmi oleh Drs. Edison Laurens sebagai  Kabid Kelembagaan dan Pengawasan mewakili kepala Dinkop dan UMKM Kalteng. Sebelum membuka secara resmi, dalam sambutannya Edison menekankan bahwa hendaknya dalam RAT ini dapat mengkritisi dari LPJ yang dibuat pengurus dan pengawas per 31 Desember 2016.

Informasi yang disampaikan bahwa  dari 3.296 unit koperasi dan yang aktif, ada 2.506 unit. Sedangkan 790 unit tidak aktif. Walaupun yang melaksanakan RAT sebanyak 405 koperasi atau 16,96% dari 2.388 unit koperasi aktif kesemuanya wajib melaksanakan RAT.

“Masih banyak koperasi di Kalteng yang belum ber-RAT dan jika sudah melaksanakan RAT kita nilai aktif tetapi jika tidak melaksanakan RAT 3 tahun berturut-turut akan dibubarkan sesuai aturan yang ada, karena tidak sesuai dengan UU 25/ 1992,” tegas Edison.

Sebelum memasuki acara puncak peserta yang hadir dalam rapat di beri suguhan tari-tarian dari sanggar Tunjung Nyaho yang berjudul Ikinsai Galang Dadas. Nampak ke-5 penari perempuan menari dengan dinamis diiringi tetabuhan khas musik Dayak berupa gendang, gong dan kangkanong yang dimainkan oleh 4 laki-laki. Acara RAT juga diselingi dengan penarikan doorprize yang disediakan panitia.

Ambu Naptamis sebagai ketua pengurus, bertugas sebagai pimpinan rapat. Ia berwenang untuk melakukan ketok palu jika peserta RAT menyatakan setuju dan memandu proses diskusi. Seperti pada tahun sebelumnya pengesahan jadwal RAT dilakukan dilanjutkan pengesahan tata tertib RAT kemudian dilanjutkan Gregorius Doni Senun sebagai sekretaris pengurus menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus Tahun Buku 2016. Setelah itu diikuti laporan pengawasan kinerja pengurus oleh badan pengawas di sampaikan oleh Rita Sarlawa.

Sesaat sebelum tanggapan dari peserta RAT terhadap LPJ pengurus dan pengawas, Ambu menyampaikan adanya peristiwa pidana di Tempat Pelayanan Betang Batarung (TP.BB), Kuala Kurun. Pada tanggal 11 Desember 2016 lalu, pukul 00.00-03.00 pagi terjadi pencurian dari brankas kantor TP BB dan mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Pencurian ini dilakukan 4 orang dan bekerja sangat rapi. Sampai tanggal 23 Januari 2017 belum ditemukan pelaku dan kondisi terbaru masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Beberapa catatan menarik dalam RAT pada proses diskusi mengemuka. Salah satunya oleh Stefanus dari TP Batu Lampang, Telok, Katingan. Ia menyampakan apa alasan pengurus melakukan penurunan balas jasa tabungan Duit Turus dari 15% menjadi 13% kemudian 10%. Bahkan pria yang berasal dari Flores ini berkesimpulan bahwa kinerja pengurus belum memaksimalkan program kerja.

Gregorius menanggapi bahwa adanya penurunan balas jasa dari 15-10% terjadi terkait situasi ekonomi di luar. Jaringan dari BKCUK menghimbau harus mengikuti bunga pasar. Dari 43 anggota CU primer rata-rata 10% untuk bunga simpanan. Pertimbangan lain karena peminjam di CU juga minim kurang dari kondisi ideal, dibawah 70%.

Hal lain yang menarik, adanya tunggakan dalam pembayaran Simpanan Pokok (SP) dari anggota yang belum mencapai 1 juta per orang. Tunjung Amel, sebagai ketua pengawas menerangkan bahwa ada anggota CU yang belum melunasi simpanan pokok dan akan selalu menjadi catatan dengan jumlah sekitar 1 M. Ia berharap ada langkah-langkah dari CU dan dapat direkomendasikan  dalam RAT konsolidasi.

Masih pada sesi tanggapan LPJ pengurus, Karta Sasmita dari Tempat Pelayanan Khusus (TPK) Tumbang Manggu mengusulkan adanya kenaikan status TPK ke TP. Usulan ini ditanggapi Gregorius  dengan menerangkan bahwa peningkatan status dari TPK ke TP mengacu ke aturan pengurus. Beberapa syarat dan ketentuan berlaku seperti potensi wilayah, geografis, keamanan, KL paling besar 5%, tidak minus usaha selama 1 tahun sebelumnya dan staf yang tersedia minimal 5 orang.

Menjelang berakhirnya RAT penyampaian dan distribusi SHU dibacakan bendahara Kopdit CU Betang Asi, FX. Manesa. Dilanjutkan pembacaan program kerja Tahun Buku 2017, di sampaikan oleh GM, Ethos HL. Dalam program kerja diketahui target anggota hingga akhir tahun 2017 adalah ada 43.290 orang.

Program kerja lain, akan dilakukan beberapa renovasi kantor, perbaikan dan pemeliharaan fasilitas, peningkatan kapasitas pengurus, pengawas dan manajemen dalam pelatihan-pelatihan termasuk programmer yang dilakukan secara internal dan eksternal.

Di akhir acara RAT, di lakukan penandatanganan berita acara RAT TB 2017 yang dilakukan oleh Ambu Naptamis, Gregorius Doni Senun, Jantang Matudi, Sarah, E.M Hutauruk, Simpun, Yoprin Manan, Damianus Kartiman, A. Udasco dan Hermanus Jemidi.

Penyerahan berita acara dari ketua pengurus ke GM menjadi symbol bahwa acara RAT telah selesai, kemudian diikuti dengan menyanyi Mars CU Betang Asi.

Keterangan Foto: Panitia berfoto bersama GM dan Deputy GM. 
Sumber berita: Rokhmond Onasis; sumber foto: https://www.facebook.com

Swalayan KPD Kalteng Berpromo

Written By rokhmond onasis on Wednesday, February 1, 2017 | 12:53:00 AM

Beberapa minggu ini KPD Kalteng yang terletak di jalan Rajawali dan Tamanggung Tilung Palangka Raya melakukan promo. Bagi pelanggan setia KPD kalteng diberikan 1 mug cantik setiap pembelian susu slim dan fit 2 box. Hadiah ini berlaku kelipatan bagi pelanggan. Bukan hanya gelas, botol diva akan didapatkan pelanggan yang setia jika membeli susu slim dan 1 kotak fit.

Bagi penikmat susu dari produk morinaga platinum chil school dapatkan projector watch dengan warna-warni sesuai pilihan. Sedangkan untuk pembelian morinaga dapatkan secara gratis 1 set towel dan kelipatannya yang berlaku.

Untuk popok bayi bermerk Mamy Poko ukuran standar M34, promo special dari harga yang 60 ribuan menjadi 56 ribuan. Tidak ketinggalan untuk pembelian susu ibu hamil Prenagen Mommy akan mendapatkan 1mug cantik beserta tutupnya.

Mari berbelanja di KPD belanja puas harga pas. Belanja di KPD sekaligus mendorong gerakan koperasi di Kalimantan Tengah.

Sumber tulisan dan foto: Cici, KPD Rajawali Kalteng.

Peluang Usaha Gampang Bagi Perempuan Produktif di 2017

Written By rokhmond onasis on Wednesday, January 11, 2017 | 7:34:00 PM

Tidak sedikit peluang usaha yang sebenarnya ada disekitar kita selalu saja kita abaikan. Bersama beraneka ragam argumen kita menolak utk jadi berhasil sedini kemungkinan secara jadi entrepreneur. Tetapi tahukah kamu di tahun 2017 akan datang, bakal makin tidak sedikit peluang usaha yang sanggup kita ambil. Wanita maupun lelaki mempunyai peluang yang sama buat jadi seseorang pengusaha yang berhasil. Mereka mempunyai peluang yang sama besar nya utk berhasil berbisnis baik online ataupun offline.

Nah, seandainya modal dan keahlian jadi salah satu gangguan, sehingga peluang usaha berikut ini yang pas dijadikan jalan utk berhasil berbisnis di th 2017. Bagi perempuan produktif, pasti peluang usaha ini bakal makin menjadikan mereka bersemangat untuk mencobanya.

1. Usaha Kuliner atau Catering

Perempuan jadi makhluk yang tak mampu dipisahkan dari aktivitas yang satu ini. Memasak dan menjadikan bermacam kategori makanan bukan cuma keharusan yang dikerjakan oleh ibu hunian tangga. Bahkan memasak dan menjadikan makanan telah jadi hobi sebahagian gede perempuan. Dari hobi inilah siapapun dapat menjadikannya peluang buat usaha.

Terhubung bisnis kuliner atau catering benar-benar mempunyai tidak sedikit pesaing, namun peluang utk berhasil di sektor ini serta tetap amat sangat memungkinkan. Terkecuali dikarenakan tiap-tiap orang yang perlu makanan tiap-tiap harinya, usaha ini pun memberikan tidak sedikit peluang kerja bagi orang lain.

Nah, bagi Kamu yang mempunyai keahlian memasak, mampu menjadikan usaha ini yang merupakan peluang utk berhasil jadi entrepreneur. Kamu mampu membuka satu buah cafe atau hunian makan, atau menjadikan beragam type makanan atau kue yang unik. Dgn keunikan melanjutkan banyak hal yang membedakan usaha Kamu bersama usaha yang lain, dipastikan usaha katering atau kuliner Kamu bakal makin berkembang.

2. Bisnis laundry

Terkecuali makanan, salah satu kepentingan pokok manusia yang lain yaitu baju. dimasa yang serba praktis ini telah tidak sedikit menjamur jasa laundry. Lebih-lebih seperti di daerah dekat pemukiman padat masyarakat, kost-kostan, perumahan, lain sebagainya. Nah apabila Kamu mempunyai dana yang mencukupi utk menjalankan usaha ini. Kamu mampu menjalankan bisnis laundry ini. Dgn membeli sekian banyak peralatan seperti mesin cuci, setrika hingga memakai 1 tenaga kerja, Kamu mampu menjalankan bisnis laundry ini.

3. Bisnis kontrakan atau kost

Searah dgn bisnis laundry yang Kamu melakukan, bisa jadi ada di seputar Kamu yang serta sedang menjalankan bisnis hunian kontrakan atau kost. Bagi Kamu yang berada di daerah dekat dgn universitas atau perkantoran, sanggup membangun suatu lokasi di mana dapat dipakai utk kost atau hunian kontrakan. jika memiliki modal yang cukup, Kamu mampu menjalankan usaha dan mendapatkan hasil yang lebih dari modal awal.

4. Usaha Bidang Jasa

Apabila Kamu benar-benar tak mempunyai modal buat menjalankan suatu usaha bersama memproduksi atau menaruh barang di rumah hunian, Kamu mampu menjalankan usaha di sektor jasa. Sejak Mulai dari jasa merias, les private s/d jasa posting. Kamu dapat menjalankan dari hunian. Dgn berbekal koneksi internet, bahkan Kamu sanggup bekerja & mempunyai bisnis Kamu sendiri. Ditambah sedikit keterampilan, Kamu dapat gampang menjalankan usaha di bagian jasa ini.

5. Terhubung Toko Online

Sekian Banyak tahunbelakangan ini lapak online amat sangat hangat dibicarakan, bahkan telah jadi pola hidup warga di Indonesia. Mengaku tak mempunyai tidak sedikit saat buat belanja, sebahagian umumnya orang pilih utk membelanjakan uang mereka di toko online. Begitupun bersama pembisnis yang menjalankan usaha online. Mereka condong tak mempunyai modal cukup ketika mau membuka toko atau menyewa ruang di suatu mall. Mereka lebih memilih memanfaatkan sosial media, situs toko online dan fasilitas promosi online yang lain utk berjualan. Bahkan tiap-tiap pengusaha online tak usah lagi menumpuk stok barang mereka.

Sebenarnya sebelum masuk ke tahun 2017, Kamu harus mempersiapkan rencana atau konsep usaha di thn ini. Di akhir ini mampu sejak mulai menyusun apa saja yang dapat Kamu kerjakan & Kamu melakukan di thn 2017. Termasuk Juga mendirikan dan mengembangkan satu buah usaha.

Bagi pemula atau pemilik usaha mikro, ada baiknya konsisten terus menerus megupdate ilmu dan wawasan tentang usaha dan dunia online. Karena keduanya di era ini tak mampu dipisahkan. Keduanya saling berhubungan dan mesti searah. usaha tidak dengan teknologi tak akan bisa berkembang, begitu pun teknologi jika tidak sertai wawasan usaha tak akan membuahkan hasil.

Sumber berita dan foto: http://www.investasijutawan.com

CU dan KPD Libur Akhir Tahun

Written By rokhmond onasis on Saturday, December 24, 2016 | 6:16:00 AM

Memasuki libur Natal 2016 dan menjelang tahun baru 2017, Kopdit CU Betang Asi menutup pelayanan sementara.

Berdasarkan surat yang ditandatangani oleh GM, Ethos, HL tertanggal 2 Desember 2016 untuk perayaan Natal semua kantor tempat pelayanan tutup dari tanggal 22 hingga 27 Desember 2016. Kantor akan buka pada tanggal 28 hingga 30 Desember 2016.

Sedangkan untuk tahun baru kantor akan tutup pada tanggal 31 Desember 2016 dan buka kembali pada 3 Januari 2017. Untuk anggota yang akan melakukan pembayaran pada waktu libur akan di permudah dengan melakukan setoran via ATM bank. Informasi lebih jelas dapat dilihat di kantor pelayanan kantor pusat.

Sebagai mitra CU,  KPD Kalteng juga pada tanggal 24 Desember hingga 28 Desember 2016 pagi akan tutup. Namun pada 28 Desember 2016 pukul 14.OO WIB, akan dibuka untuk pelanggan KPD. Mari belanja di KPD Kalteng, pilihan cerdas belanja puas.

Sumber gambar: https://thumbs.dreamstime.com

Jadwal RAT 2017

Written By rokhmond onasis on Thursday, December 15, 2016 | 11:08:00 PM

“Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam CU; Rapat Anggota diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun”

Itulah salah satu pasal yang ada di Anggaran Dasar (AD) Kopdit CU Betang Asi. Bunyi pasal berikutnya adalah mengatur hak suara dalam rapat anggota.  Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam rangka pengurus mempertanggungjawabkan pengelolaan organisasi dan usaha kopdit kepada anggota.

Anggota dewasa sejatinya berpartisipasi aktif menghadiri, mendengar, mengkritisi dan bertanya terhadap kinerja pengurus. Hal yang sama juga di lakukan pada kinerja pengawas. Berikut jadwal RAT Kopdit CU Betang Asi untuk tahun 2017:




Informasi mengenai jam dan tempat yang lebih rinci, anggota dapat mendatangi kantor pelayanan terdekat. Menariknya, di tahun ini panitia akan menyediakan doorprize bagi anggota yang hadir.

Sumber gambar: http://af-neworleans.org

Betang Asi Lakukan Pra BP

Written By rokhmond onasis on Monday, November 14, 2016 | 11:08:00 PM

Monitoring Dilakukan Secara Estafet


Orang bijak bertutur, jika kita sudah melakukan perencanaan, maka 50% pekerjaan yang kita lakukan sudah berhasil.

Penuturan ini sejalan dengan yang dilakukan Kopdit CU Betang Asi. Terhitung sejak tanggal 7-17 Nopember di akhir tahun ini, berkomitmen melakukan pra Business Plan (BP) yang lebih di kenal dengan perencanaan bisnis untuk tahun 2017.

Kegiatan selama 10 hari ini di lakukan secara estafet di masing-masing tempat pelayanan. Terbagi dalam beberapa tim, manajemen dan pengurus melakukan kunjungan di 11 titik pelayanan kopdit CU Betang Asi.

Monitoring akhir tahun yang mesti dilakukan sebagai tugas pengurus, berjalan bersamaan dengan kegiatan ini. Keterlibatan semua pengurus yang tercatat melakukan monitoring yaitu Ambu Naptamis, Gregorius Doni Senun, Bambang Mantikei, F.X Manesa, Karna Sophia Sihombing,  Dominggus Neves, Sewantapuja, Julius Langkah dan Gimmak Bulinga. Sedangkan dalam pelaksanaan pra perencanaan bisnis di tahun 2017 dipimpin langsung oleh manajemen yaitu Ethos H. Lidin, Leani, Andika Harianto dan Yohanes Changking.

Tempat pelaksanaan dimulai dari wilayah pelayanan terluar dari Kopdit CU Betang Asi yaitu Tumbang Sangai. Dilanjutkan ke Sepang Kota, Pulang Pisau, Kasongan, Kuala Kurun, Tumbang Malahoi, Kuala Kapuas, Pujon, Telok dan diakhiri di kantor pusat Palangka Raya. Dari pantauan di lapangan, khusus TP Batuah Marajaki melakukan kegiatannya di aula kantor pusat Palangka Raya.

Kegiatan ini sebagai penjajakan awal dan pelibatan secara mendalam kolektor dan aktivis yang diundang. “Ini akan menjadi model baru bagi Kopdit CU Betang Asi sehingga sejak awal keterlibatan kolektor, aktivis dan penggiat CU untuk keberlangsungan kopdit CU Betang asi,” kata Gregorius kepada penulis.

Pra BP dan Monev TP BM

“Kami memilih untuk tempat di aula kantor pusat, Palangka Raya sehingga peserta dapat merasakan kepemilikan bersama,” ungkap Esti Vetra Kasih, Manajer Tempat Pelayanan Batuah Marajaki (TP BM) kepada penulis saat ditemui pada (14/11) di Palangka Raya.

Esti panggilan akrabnya menambahkan bahwa di Petuk Liti dan Timpah belum ada ruangan yang cukup representative sehingga panitia memilih di Palangka Raya yang tetap mudah di jangkau peserta.

Transparansi program kerja dan target pencapaian di tahun 2017 menjadi titik tolak pelaksanaan kegiatan yang dilakukan selama ½ hari pada Senin lalu, ungkap perempuan beranak satu ini. Semua aktivis dan kolektor yang ada di wilayah TB BM duduk bersama, sehingga penyusunan sejak awal di libatkan. Diharapkan persiapan dan pelaksanaan program yang akan dilaksanakan pada tahun buku 2017 bisa berjalan baik.

Ada 19 orang yang hadir dalam kegiatan. Walaupun panitia telah mengundang 28 orang, namun beberapa peserta berhalangan hadir karena ada acara keluarga yaitu pernikahan keluarga mereka di kampung.

Monitoring dan evaluasi di pandu oleh pengurus yang ditunjuk yaitu Gregorius Doni Senun dan Karna Sophia Sihombing. Sedangkan Pra BP di pandu Leani Deputy GM, Leani yang berpasangan dengan pengurus yang hadir. Sejumlah kolektor yang hadir pada acara ini yaitu Sulang Enus dari Bahu Palawa; Yuhani dari Pamarunan; Uan dari Balukon; Nadie A .Gasan dari Parahangan; Latih dari Manen Panduran; Jemi Y. Dasi dari Manen Kaleka; Idoe dari Lawang Uru; Muliadi B.Ganti dari Hanua; Mahing U.Ranying dari Lahei Mangkutub; Sadie F. Mahin dari Tumbang Muroi; Bener I. Daniel dari Aruk; Hernalisa Gaman dari Tumbang Randang; Heriyudi Tindun dari Petak Puti.

Adapun kolektor yang tidak hadir berasal dari kampung Bukit Bamba, Lawang Kamah, Lungkuh Layang, Danau Pantau dan Batapah. Namun, aktivis dari Bukit Liti, Duyan J. Anggen; dari Bahu Palawa, Yoprin dan Lilis Hastari; dari Lahei Mangkutub, Fiter Boy; dari Bukit Liti, Heri Tuah; dari Sei Gawing Boyanto, hadir dan berkomitmen mengikuti kegiatan hingga selesai. Kampung Tuwung, dan Lawang Uru tidak mengirimkan perwakilan dalam pertemuan ini.

Dalam salah satu diskusi yang mengemuka adalah akan turunnya jasa simpanan produk unggulan di Kopdit CU Betang Asi di tahun 2017 ke depan. Tentu pertimbangan yang matang di jalankan semua pengambil keputusan sehingga hasil final yang akan diputuskan bersama dapat diterima semua anggota.

Kegiatan yang dilakukan dari pukul 9 pagi sampai 5 sore ini menghasilkan beberapa catatan terkait turunnya balas jasa pinjaman hingga 1,5%, balas jasa simpanan hingga 12%. Juga terungkap adanya pertumbuhan anggota yang tidak ideal dari analisa PEARLS sehingga mesti di jalankan strategi jitu pada tahun 2017 mendatang.

Sumber Berita: Rokhmond Onasis; Sumber Foto: Kopdit CU Betang Asi

Pelatihan CO Bagi Gerakan CU

Written By rokhmond onasis on Wednesday, October 26, 2016 | 5:44:00 PM

Tidak kurang dari 60 orang terlibat aktif di salah satu sudut kota Pontianak, jalan Gusti Hamzah. Sekelompok orang ini berkumpul bersama untuk mendapatkan ilmu dan praktek mengenai pengorganisasian komunitas yang di pusatkan di Wisma Marie Josef. Tempat ini sering disebut Wisma KFS Pontianak.

Pelatihan di pandu oleh bagian pendidikan dari Pusat Koperasi Kredit Badan Koordinasi  Credit Union Kalimantan (Puskopdit BKCUK) dengan fasilitator yang sudah pengalaman di bidang pengorganisasian komunitas.

Acara bertajuk Community Organizer (CO) Training  dilaksanakan selama 3 hari (6-8/10) lalu. Kopdit CU Betang Asi yang termasuk dalam jaringan BKCUK diwakili oleh 6 orang yang mewakili beberapa Tempat Pelayanan (TP) yaitu Yupersi, Andri, Wayan, Asep, Yoyo dan Saluh. Pengurus di wakili oleh Gregorius Doni Senun.

Pelatihan ini meninggalkan catatan tersendiri dari Yupersi yang diceritakan kepada penulis saat ditemui di kantor TP Batuah Marajaki, Petuk Liti, Pulang Pisau pada (21/10) ia merasa senang mengikutinya, terutama pada hari ke-3.

“Di hari ketiga kami di berikan materi oleh fasilitator mengenai peluang usaha masyarakat. Sejak pagi mulai pukul delapan hingga lima sore. Di hari sebelumnya kami lebih banyak berdiskusi terkait apa itu community organizer” jelasnya.

Dari informasi yang dikumpulkan penulis peserta berasal dari pengurus, pengawas, manajemen BKCUK. Juga, CU-CU yang mengirimkan utusannya untuk mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Asep Nanda P dari Yayasan Satunama, Yogyakarta.

Pada hari pertama fasilitator mengajak peserta untuk perkenalan, menggali harapan dan kekuatiran, di kenalkan alur proses pelatihan, kesepakatan kontrak belajar dan melakukan pre test dilanjutkan materi terkait Hak Asasi Manusia (HAM) dari bidang Ekonomi Sosial dan Budaya (EKOSOB).

Lebih rinci Asep menekankan manusia & perjuangan pemajuan hak asasinya; prinsip & mekanisme kerja komite hak EKOSOB PBB Unit; isi konvenan internasional tentang hak EKOSOB dan kewajiban negara  tentang hak EKOSOB.

Sedangkan dihari kedua, peserta diajak untuk mengenal analisis sosial untuk mengenal masyarakat dan menelaah prinsip-prinsip ansos. Selanjutnya, materi sampai pada arti dan makna dari CO; mengenali akar ketidakadilan di masyarakat; konsep & prinsip-prinsip CO; strategi & teknik pengorganisasian masyarakat dan menata organisasi & membangun sistem bagi keberlanjutan organisasi rakyat.

Di hari ketiga peserta diajak untuk memahami livelihood & perencanaan yang berkaitan dengan pengenalan konsep & definisi livelihood; kerangka livelihood; panduan proses fasilitator; tools & skills sustainablelity livelihood dan membuat perencanaan.

Di akhir pelatihan peserta diajak untuk membuat penelitian kecil kepada anggota dengan menjawab,usaha apa yang sudah ditekuni?. Mengapa tidak bisa berjalan? Jawaban dari hasil penelitian dapat diputuskan untuk menjalankan usaha tersebut.

Yupersi menyampaikan bahwa fasilitator lebih banyak diskusi dengan peserta. Padahal, salah satu keinginannya usai mengikuti pelatihan ini untuk berbagi pengalaman mengelola suatu kelompok dan membentuk suatu usaha sehingga berhasil.

Saat sekarang pria berambut ikal ini menjadi pendamping pada kelompok budidaya ayam petelur dan ia sudah mengunjungi tempat budidaya tersebut dan berminat untuk mengembangkannya. Ia sudah melakukan sosialisasi di desa Pamarunan, Pulang Pisau. Pembentukan kelompok akan dicoba dengan melakukan penggalian apa usaha mereka, kendala apa, sebab akibat yang ditimbulkan serta modal yang diperlukan.

Catatan menarik dari Yupersi berikutnya, terlalu banyak waktu untuk penggalian ansos, sehingga materi yang ditunggu-tunggu pada hari ketiga terasa sedikit waktunya. Padahal sejak hari pertama peserta pelatihan sangat bersemangat.

Lantas apakah seorang organizer yang mempunyai ilmu dan ketrampilan memfasilitasi, pembentukan organisasi rakyat dan mampu menganalisa potensi-potensi yang ada di masyarakat bisa di ciptakan?

Pertanyaan ini mesti dijawab oleh peserta pelatihan. Tentu syarat-syarat pengorganisasian sudah dipenuhi yaitu memihak rakyat jelata, memiliki empati terhadap permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat, memiliki kematangan dan kedewasaan yang dapat diandalkan, tulus, ikhlas, jujur, berani dan memiliki komitmen yang tinggi, kreatif dalam segala hal pemecahan masalah. Tidak kalah penting, pengorganisir harus berintegrasi dengan kelompok/ komunitas secara terus menerus.

Semoga hasil pelatihan selama 3 hari diwujudkan dengan aksi nyata peserta menciptakan peluang usaha bagi anggota CU. Sehingga, mendapatkan penghasilan tambahan. Usaha baru ini mesti ramah lingkungan (juga) sosial.

Sumber tulisan: Rokhmond Onasis; Sumber foto: PUSKOPDIT BKCUK.

TP TBS dan BM Lakukan Kunjungan Usaha Produktif

Written By rokhmond onasis on Tuesday, October 25, 2016 | 6:39:00 PM

Ketika ada dua Tempat Pelayanan (TP) Kopdit CU Betang Asi bersama melakukan kunjungan ke tempat usaha produktif tentu menarik. Ada alasan dan tujuan yang mesti di lakukan untuk kemajuan anggota.

Baru-baru ini pada (7/10) lalu Kopdit CU Betang Asi TP. Tahasak Batu Sepan (TBS), Pujon dan TP Batuah Marajaki (BM), Petuk Liti. Rombongan yang dikoordinir oleh manajemen dari ke dua TP yaitu Junaedi  dari TP TBS dan Esti Vetra Kasih dari TP BM.

Ada 43 orang yang mengikuti kunjungan ini. Semuanya tentu anggota kopdit CU Betang Asi, 30 Orang dari TP.TBS dan 13 orang dari TP BM.  Kesemuanya sudah memiliki usaha produktif .

“Tujuan dari kegiatan ini adalah anggota dapat menangkap dan memanfaatkan peluang–peluang usaha yang ada di sekitarnya, dan dapat mulai membangun usaha baru yang sifatnya berkelanjutan dan mudah dilakukan ,” jelas Junaedi.

Manajer muda ini menambahkan, usaha produktif yang dilakukan tidak hanya mengandalkan satu jenis usaha yang ada apalagi yang sifatnya tidak dapat di perbaharui. Sehingga rombongan diajak ke 2 tempat percontohan usaha produktif sudah berhasil dan ramah lingkungan.

Usaha produktif yang dipilih adalah budidaya ayam petelur dan ikan. Pengelola dari usaha ayam petelur adalah Romo Subandie, penasehat dari kopdit CU Betang Asi. Lokasi budidaya ayam petelur ini ada di desa Pilang, Pulang Pisau.

Dalam penjelasan yang disampaikan Romo Bandi kepada rombongan pentingnya untuk pemilihan jenis bibit, pakan, air, sanitasi cahaya dan sirkulasi udara. Romo yang memiliki 500 ekor ayam petelur ini menekankan pemasaran dari hasil telur ini mudah. Bicara kualitas, masyarakat lebih senang karena telur tersebut baru di produksi. Sebagai makanan pengganti daging telur selalu dicari masyarakat hampir setiap hari. Serta untuk pembuatan bahan campuran pembuatan kue, roti dan makanan ringan lainnya.

Terkait modal awal, usaha ayam petelur ini tidak memakan biaya mahal. Untuk pembuatan kandang kita bisa memanfaatkan jenis kayu dan bambu yang ada disekitar kampung. Belum lagi pendapatan tambahan dari usaha ini mencapai rata-rata 7 hingga 8 juta per bulan dari hasil  penjualan telur ayam.

Selain telur, manfaat lain anggota bisa menggunakan kotoran ayam sebagai pupuk bagi semua jenis tanaman sayuran, lombok dan buah-buahan seperti yang rombongan temui di sekeliling kandang saat itu. Tanaman jagung yang ditanam disekitar kandang atau lahan yang kosong. Apabila panen, buah jagung tersebut bisa dimanfaatkan untuk salah satu campuran jenis bahan pembuatan pakan ternak ayam.

Usaha produktif kedua yang tidak kalah menarik adalah budidaya ikan. Usaha ini di kelola oleh “KAMETAK” yang ada di Desa Gohong Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. KAMETAK adalah nama salah satu usaha kelompok yang sudah berjalan dan merupakan kelompok binaan Kopdit CU Betang Asi.

Rombongan diajak untuk melihat 8 kolam. Dari penjelasan Damianus Kartiman, pemilik kolam anggota dapat melakukan panen 2 kolam dalam setiap 2 bulan dan bisa mendapatkan hasil panen ikan jenis Patin dalam kurun waktu 6–7 bulan masa produksi. Dari ukuran kolam 10x30 meter berkapasitas antara 4.000 – 5.000 ekor bibit ikan dapat menghasilkan keuntungan bersih rata-rata 8–9 juta rupiah per kolam.

Dalam penjelasannya Damianus menekankan pentingnya pemilihan jenis bibit ikan yang di pelihara, jenis/ pemberian pakan, PH air dan Kandungan zat dalam air.  Sehingga berdampak pada hasil panen yang bagus dan pemasaran ikan juga mudah.

Dari kunjungan yang dilakukan selama ½ hari tersebut manfaat lain yang dirasakan anggota adalah mereka membuat jaringan keterikatan pemanfaatan dari usaha tersebut. Salah satunya adalah membuka pemasaran ke daerah–daerah atau ke sesama anggota CU yang membutuhkan.

 “Kami berharap, semangat dan jiwa membangun usaha produktif Anggota CU dapat tumbuh, sehingga bisa membangun pendapatan baru bagi keluarga dengan cara baru yang lebih ringan tanpa harus bekerja keras tetapi bekerja cerdas,” pungkas Junaedi.

Sumber foto dan tulisan: Manajer TP TBS.

5 Tips Jitu Menabung bagi yang Bekerja Sekaligus Kuliah

Written By rokhmond onasis on Tuesday, October 18, 2016 | 7:02:00 AM

JAKARTA, KOMPAS.com - Apakah kamu seorang pekerja yang menjalani kehidupan kedua sambil kuliah? Ada banyak keuntungan yang akan dapat kamu peroleh ketika berhasil menjalani dua kehidupan seperti itu sekaligus dan lulus mendapatkan gelar yang kamu idamkan.

Ketika kamu bekerja sekaligus menjalani kuliah, ada dua faktor besar yang harus kamu kelola dengan baik: waktu dan uang.

Manajemen waktu merupakan salah satu tantangan besar yang harus kamu hadapi, jadi biarkan pihak atasan di tempat kamu bekerja maupun pihak kampus mengetahui keadaan kamu yang bekerja sambil kuliah.

Soal uang, ada beberapa tips menabung yang bisa kamu terapkan berikut:

1. Siapkan sebagian penghasilan untuk disisihkan

Bagi kamu yang belum mulai menyisihkan penghasilan kamu, maka mulailah lakukan sekarang. Ini merupakan salah satu langkah dasar dalam membentuk setiap tabungan, seperti tabungan dana darurat ataupun tabungan pensiun. Idealnya, kamu menyisihkan 10 persen hingga 20 persen per bulan. Jika bisa lebih, tentu akan lebih baik.

2. Coba cari beasiswa

Beasiswa merupakan salah satu usaha yang perlu dilakukan kalau kamu ingin memotong biaya kuliah. Namun, perlu diingat bahwa beasiswa bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh oleh siapa saja. Selain itu, tidak semua kampus menyediakan beasiswa penuh. Ada juga yang hanya memotong sebagian uang kuliah, sehingga tetap saja kamu perlu menyiapkan dana tabungan untuk kuliah.

3. Jalani hidup hemat

Agar tabungan kamu bisa bertambah lebih kencang, jalan lain yang bisa kamu lakukan adalah memotong pengeluaran kamu. Kamu bisa mencoba untuk mencari berbagai tips hidup hemat yang menyenangkan dan tidak mengganggu gaya hidup kamu. Jangan lupa jadikan kuliah sebagai motivasi kamu hidup hemat agar kamu bisa disiplin menerapkannya sehari-hari.

4. Pertahankan performa di tempat kerja

Tetaplah bersemangat di lingkungan kerja kamu yang sekarang. Tergantung jenis kompensasi karyawan yang kamu terima, kamu tentu akan mendapat insentif atau bonus yang lebih tinggi jika kerja kamu bagus. Bukan itu saja, saat kamu nantinya lulus kuliah, perusahaan bisa jadi memberikan penghargaan kepada kamu berupa promosi dan kenaikan gaji karena kualitas pekerjaan kamu semakin baik.

5. Coba rintis usaha sampingan

Langkah terakhir untuk mempercepat tabungan kamu terisi, ya tentunya dengan menambah sumber pemasukan. Salah satu caranya adalah dengan membuka usaha sampingan bermodal kecil, seperti bisnis catering atau bisnis gerobak makanan. Untuk bisnis dengan skala yang tidak terlalu besar, modal yang perlu kamu keluarkan bahkan tidak perlu hingga tembus Rp 10 juta.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com

Pentingnya Financial Literacy

Written By rokhmond onasis on Friday, September 23, 2016 | 3:36:00 AM

Apa itu financial literacy?. Apa pentingnya bagi kami?. Pertanyaan ini sering diungkapkan peserta pendidikan CU di Kopdit CU Betang Asi. Banyaknya pertanyaan ini terungkap saat informasi Financial Literacy (FL) akan di berikan bagi anggota yang sudah melakukan pendidikan wajib-1 (baca pendidikan Credit Union)

Selama 2 hari pelatihan FL akan diberikan oleh fasilitator yang di tunjuk bagian pendidikan dan pelatihan Kopdit CU Betang Asi. Materi yang disampaikan mengacu dari pelatihan yang telah di lakukan oleh jaringan Asian Confederation of Credit Union (ACCU) yang berkantor di Bangkok, Thailand dan diadopsi oleh Badan Koperasi Credit Union Kalimantan (BKCUK).

Financial Literacy adalah kemampuan untuk memproses informasi-informasi keuangan untuk menetapkan keputusan dalam pengaturan keuangan pribadi. Bagaimana meningkatkan aset, merencanakan pensiun, meminjam  dengan bijaksana, meningkatkan tabungan dari kesadaran dan rencana individu.

Pentingnya FL di terapkan untuk memahami dan mampu melakukan internalisasi terhadap misi Credit Union, menolong orang agar dapat menolong diri mereka sendiri (helping people help themselves), menganalis produk dan pelayanan Credit Union sebagai solusi masalah keuangan anggota atau sebagai kebutuhan pada tiap tahap kehidupan anggota.

Hal lainnya, untuk mempelajari bagaimana menciptakan kesejahteraan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, mengartikulasikan aturan manajemen keuangan, mempraktekkan cara menabung yang baik, menunjukkan kebutuhan akan dana darurat.

Tidak kalah pentingnya FL juga berguna untuk menetapkan jalan membangun kesejahteraan bagi para anggota, mengilhami anggota agar merencanakan tahap-tahap kehidupan mereka dan membangun keterampilan dalam membuat anggaran pribadi.

Dari pernyataan presiden Obama pada 31 Maret 2011 terungkap bahwa, pulihnya Amerika dari krisis ekonomi terburuk dalam beberapa generasi. Tidak kalah penting daripada sebelumnya untuk memiliki pengetahuan tentang konsekuensi dari keputusan keuangan.

Ungkapan ini bermakna, sekitar 65% beberapa anak-anak siswa terkejut dan tidak mengerti dari proses pinjaman yang terjadi pada mereka. Ada 4 dari 5 orang dewasa mendapatkan keuntungan tambahan dari jawaban yang diberikan oleh konsultan keuangan profesional kepada mereka. Bahkan, 42% memberikan nilai C, D atau F kepada diri mereka sendiri terkait pengetahuannya untuk bidang keuangan.

Dari sumber lain terungkap bahwa untuk mengajarkan FL kepada para anak-anak dimulai pada tahap pertama yang berusia 5-6 tahun  dengan mengajarkan mereka dapat mengerti akan konsep uang dan memberikan pemahaman bahwa uang dapat membeli sesuatu dan mendapatkan pelayanan dari penggunaan uang.

Tahap kedua, berusia 7-9 tahun, anak diajarkan untuk memulai kebiasaan menabung, bertanggung jawab untuk keputusan penggunaan uang dan memulai merencanakan tujuan keuangan jangka pendek.

Tahap ketiga, berusia 10-12 tahun, anak diajarkan untuk memahami transaksi keuangan yang dilakukan, nilai dari uang dan merencanakan tujuan keuangan mereka pada jangka menengah. Pada tahap keempat, anak berusia 13-15 tahun di ajarkan untuk membuat rincian biaya dan mengetahui tetang kartu pinjaman dan kartu tabungan.

Sedangkan pada tahap kelima, anak berusia 16-18 tahun anak sudah dapat memahami tentang investasi, peminjaman uang pajak dan asuransi, mengenalkan pekerjaan paruh waktu (menghasilkan uang) dan pengertian tentang rencana anggaran belanja keluarga. Pada kelima tahap ini orang tua harus memberikan pedampingan sesuai tahapan yang dijalani.

Anggota kopdit CU Betang Asi dapat meningkatkan keterampilan mengelola keuangan mereka dan mengikuti pelatihan FL. Setiap bulan akan diadakan di kantor pusat Palangka Raya dengan peserta minimum 20-30 orang. Peserta dapat mengikuti 2 hari tanpa dipungut biaya. Ayo segera daftarkan diri anda!.

Sumber gambar: https: mirshahi.wikispaces.com; sumber berita di sarikan dari berbagai media di internet.

Anggota Per 31 Desember 2016

No
Kantor
Jumlah Anggota
1
TP KP
15.403
2
TP BS
3.948
3
TP BL
2.891
4
TP PHS
3.250
5
TP BB
5.300
6
TP PH
3.233
7
TP BM
3.252
8
TP TBS
2.027
Total CU Betang Asi
39.294