Headlines News :

Terbaru

Betang Asi Lakukan Pelantikan Unsur Manajemen

Written By rokhmond onasis on Tuesday, April 22, 2014 | 2:28 AM

“Pelantikan ini mengacu kepada kebutuhan dan penetapan orang-orang yang duduk untuk mengisi yang kosong,  dipilih secara profesional dan proporsional sesuai dengan keahliannya”.

Itulah kalimat yang disampaikan oleh Ethos H.L, GM Kopdit CU Betang Asi, saat acara pelantikan unsur pimpinan manajemen Kopdit CU Betang Asi Tahun Buku 2014, Senin (14/4) lalu.

Tampak hadir pengurus Ambu Naptamis, SH, MH, Athis, S.Sos, Pitur L. Sanen, S.Pd dan Karna Sophia Simbolon pada acara yang laksanakan aula kantor pusat lantai 3 Palangka Raya. Acara yang berlangsung dari pukul 9 pagi hingga 11 siang ini dipandu oleh Desi Natalia sebagai pembawa acara.

Sepekan berikutnya saat penulis menemui salah seorang staf yang dilantik Longgor, SE di kantor pusat Palangka Raya, (21/4). Ia mengatakan bahwa tetap mempertahankan pola yang sudah baik terkait pengelolaan administrasi umum dan logistik yang ada.

“Ada dua terobosan yang akan saya lakukan yaitu pengelolaan administrasi secara sistematis, untuk membuat program, data base untuk pegawai dan kedua pembenahan administrasi/ inventaris serta akan terjun ke TP-TP untuk inventaris yang ada supaya penyusutan barang jelas,” jelas Longgor.

Ia menargetkan bahwa dalam 1-2 bulan ke depan pembenahan di tingkat TP akan dilakukan, sedangkan program komputerisasi untuk data base diharapkan dapat berjalan 1 tahun ke depan.

Di tempat yang sama, Yohanes Changking, SE dipercaya sebagai manajer diklat dan litbang. Kepada penulis, Selasa (22/4) ia menjelaskan bahwa strategi yang dilakukan sebagai manajer diklat dan litbang baru ia harus mempelajari dan menyesuaikan dengan program kerja yang sudah dibahas sebelumnya pada Tahun Buku 2014.

“Menurut saya program kerja sudah disusun melalui proses panjang jadi saya tidak berani untuk keluar dari program kerja, namun apabila ada inovasi program kerja itu bagian dari proses penyempurnaan,” jelasnya.

Strategi lainnya menurut Changking ia akan melakukan melakukan pendataan ulang di berbagai bidang misalnya kolektor, fasilitator lokal maupun di tingkat  TP/ TPK, sehingga memang betul-betul optimal dan mempunyai kemampuan yang merata untuk menjelaskan CU kepada anggota dan calon anggota.

Terkait pendidikan Financial Literacy (FL), pria yang pernah menjabat sebagai manajer kredit dan pemasaran ini mengatakan, belum bisa memastikan berapa frekuensinya untuk program kerja dan hasil BP semalam karena belum sampai ke kita, dan masih dalam proses percetakan.

“Informasi yang saya terima dari manajer sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan TOT untuk FL, tapi pelatihan ini hanya dasar awal dan harus dievaluasi lagi bagaimana penerapannya  kepada anggota, yang sudah kita latih mempunyai kemampuan dan kapasitasnya sehingga pemahaman anggota tidak salah, karena FL itu menyeluruh dalam proses siklus kehidupan secara tuntas,” ungkap Changking.

Adapun nama-nama yang direposisi jabatannya adalah sebagai berikut. Andika Harianto sebagai  manajer kredit dan pemasaran TP Kantor Pusat; Yohanes Changking sebagai Manajer Diklat dan Litbang; Yosi Monalisa sebagai Manajer ADM, HRM dan Perlindungan; Longgor sebagai kadiv ADM dan Logistik; Jantang Matudi sebagai kadiv IT dan data base;

Berikutnya, Elia Sujiono sebagai koordinator TPK Tewah; Yuliani sebagai kabag keuangan TP PH; Erwin Harefa sebagai koordinator TPK Tumbang Jutuh; Sri Wulan sebagai manajer TP Batu Lampang Telok; Thomas Fajar sebagai kabak diklat TP Batu Lampang Telok; Estie Vetra Kasih sebagai manajer TP Batuah Marajaki, Petuk Liti; Wardalely sebagai kabag keuangan TP BM; Asep Nana Sumpena sebagai Kabag Diklat TP BM; Donny sebagai kabag keuangan TP TBS Pujon dan Shiawan Etora sebagai koordinator TPK Kasongan.

Semoga suasana kerja yang baru membuat pemimpin-pemimpin muda ini menjadi lebih bersemangat untuk membangun insan kopdit CU Betang Asi untuk menolong diri sendiri sekaligus menolong orang lain. Handep Hapakat Sewut Batarung!.

Sumber foto: Dokumen Kopdit CU Betang Asi.

Tim PPR Betang FC Raih Juara III

Written By rokhmond onasis on Sunday, April 6, 2014 | 9:08 AM

‘Mens sana in corpore sano’ itulah ungkapan Latin sering kita dengar yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Namun tubuh yang sehat juga tidak cukup ada juga ungkapan,’Tuhan, aku ingin hidup sehat. Ajarilah aku agar tidak hanya memperhatikan kesehatan badan melainkan juga kesehatan rohaniku.’

Keseimbangan itulah inti dari ungkapan di atas, olah raga untuk fisik dan mental. Berawal dari hobi berolah raga, Yuseros menceritakan kepada penulis pada Jumat (4/4) di Palangka Raya, olah raga futsal ia tekuni dan di teruskan dengan mengikuti turnamen-turnamen yang ada.

Setelah mengikuti 2 kali turnamen akhirnya kali kedua dengan waktu berlatih yang lebih panjang tim yang di dampinginya mendapatkan juara III. “Pelita Putra Raya Betang Futsal Club (PPR Betang FC), itulah nama tim futsal kami,” terang Seros panggilan akrabnya.

Sebagai official di tim sekaligus pemain dengan nomor punggung 20, Seros menceritakan bahwa keinginannya Ingin membawa nama CU bukan hanya di perkoperasian tapi juga di dunia olah raga. “Tim kami berjumlah 15 orang,  dan beberapanya adalah anggota CU Betang Asi,” ungkap pria yang juga menjadi security di kantor pusat, Palangka Raya

Dari informasi yang diterima penulis, dari Even Three B yang dilaksanakan pada 21-31 Maret 2014 lalu diikuti 36 club sekota Palangka Raya. Kegiatan dipusatkan di lapangan indoor KONI Sanaman Mantikei. Sebagai juara I Putra Perdana Futsal Club (PPFC), juara II CKB dan juara III PPR Betang FC.

“Kami mengalahkan club Kecebong dan langsung masuk semi final. Ada 4 club yaitu, Putra Perdana, Rajana Fogos, Betang PPRFC dan yang keempat saya lupa namanya,” jelas Seros sambil tersenyum.

Menurut Seros, selain tropy sebagai juara III mereka menerima uang 2 juta rupiah. Makan malam bersama dipilih untuk merayakan kemenangan dan sisa uang yang ada di gunakan untuk pembelian sepatu serta baju tim futsal.

Seros berharap ke depan dapat meningkatkan prestasi yang lebih baik, ada komitmen dari kawan-kawan bahwa club baru dapat menjadi terkenal di kota Palangka Raya. Semoga Hendrik, Zunai, Panji, Oktaviadi, Fauji, Triyadi, Aprianto, Riski, Edi.S, Ibnu, Indra Narang, Rudi, Jojo dan Davi dapat mewujudkan harapan tersebut.

Tingkatkan terus prestasi PPR Betang FC di dunia olah raga futsal. Handep Hapakat Sewut Batarung.

Sumber foto: Rokhmond Onasis & Yuseros

CU Besi Laksanakan Rangkaian Pelatihan

Written By rokhmond onasis on Friday, April 4, 2014 | 10:20 AM

Pelatihan Wirausaha

Bertempat di Pusat Sarana Komunikasi Iklim (PSKI) desa Buntoi, kabupaten Pulang Pisau, Propinsi Kalimantan Tengah pelatihan Wirausaha untuk anggota kopdit CU Betang Asi di selenggarakan.

Oleh warga setempat lokasi ini lebih akrab dipanggil rumah bambu. Karena hampir 100% konstruksi kayu yang digunakan adalah bambu yang diameternya bervariasi dari ukuran paha orang dewasa hingga seukuran lengan.

Pelatihan ini digagas oleh bagian pendidikan, penelitian dan pengembangan kantor pusat bekerja sama dengan TP Penyang Hinje Simpei, Pulang Pisau. Selama 3 hari peserta mendapatkan teori dan simulasi dalam menjadi seorang wirausahawan yang ideal.

Materi pelatihan diadopsi dari modul pelatihan wirausaha Start and Improve Your Business (SIYB) yang diolah International Labour Organization (ILO). Sebagai fasilitator pelatihan adalah alumni pelatihan TOT SIYB pada Februari 2012. Tim fasilitator adalah Rokhmond Onasis, Rita Sarlawa dan Sri Wulan.

Pada hari pertama (20/3) peserta diberikan materi Anda Sebagai Pengusaha, Rencana Bisnis, Pemasaran dan sesi games-1. Sedangkan  pada hari kedua (21/3) mendapatkan Menentukan Biaya Barang dan Jasa, Perencanaan Keuangan, Pegawai, Badan Hukum, serta Modal Usaha. Di hari ketiga (22/3) ke-28 peserta belajar Mengembangkan Usaha dan sesi games-2.

Sebagai ciri khas pelatihan SIYB adalah adanya game yang memadukan perasaan dan target, pencapaian dari waktu dan produk yang dihasilkan peserta. Kedua sesi game ini melibatkan semua peserta harus aktif. Sesi game-1 adalah Dasar Siklus Usaha dan sesi game-2 adalah Permintaan dan Penawaran.

Di hari ketiga, saat peserta memberikan kesan dan pesan. Barumbun mengatakan ucapan terima kasih karena sudah mendapatkan ilmu, dan jika bisa waktu pelatihan dapat diperpanjang. Sedangkan dari hasil pelatihan Barumbun merasakan sangat banyak manfaat yang diterima, dan berharap dapat bertemu di kesempatan pelatihan yang lain.

Mewakili perempuan, Lisa, mengungkapkan rasa senang karena mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman, suasana kelas yang sangat menyenangkan selama 3 hari membawa kesan tersendiri bagi dirinya.

Peserta yang terlibat dalam pelatihan adalah Suranto Panut, Julaikah, Redie Arfandie, Siti Aisah, Bawi, Yati, Wina, Ernie, Hervina, Kurniyenti, Hansen, Darmawi, Unyin, Damianus Katiman, Maryenie, Olla Rizky Fahlevy, Mambang, Santi, Lisda, Barumbun, Yermita, Sima Undung Seth Gaman, Panindoan Sibarani, Eri Seki, Ardiano, Enal AS dan Hairul Anwar.

Wirausaha yang dilakukan peserta mencakup bidang jasa yaitu penyediaan ATK dan foto copy, ferry penyeberangan, keterampilan anyaman rotan dan isi ulang air galon. Untuk bidang produk mencakup bidang pertanian dan perternakan serta dagang sembako.

Pelatihan Kepemimpinan

“Pemimpin yang baik adalah menciptakan pemimpin yang baru, bukan menciptakan banyak pengikut”. Itulah salah satu ungkapan kata bijak yang bertema kepemimpinan. Sebagai salah satu lembaga yang mengumpulkan orang banyak, Kopdit CU Betang Asi terus berbenah diri.

Upaya yang dilakukan adalah selalu konsisten membangun salah satu pilar CU yaitu PENDIDIKAN.  Di akhir Maret dan di awal April 2014 lalu baru saja melaksanakan pelatihan kepemimpinan.

Dalam spanduk yang terpasang di aula pertemuan KP Palangka Raya lantai-3 tertulis “Kepemimpinan Manajemen, 31 Maret- 2 April 2014”. Kegiatan ini di fasilitasi oleh Matheus Pilin sebagai penggiat di GPPK dan Ethos H.L, GM Kopdit CU Betang Asi.

Peserta bukan hanya dari manajemen CU saja, tetapi juga menghadiri mitra CU yaitu KPD Kalteng. Salah seorang peserta utusan dari KPD Kalteng, Untung menceritakan kepada penulis, keterlibatannya dalam pelatihan ini karena ingin mengembangkan diri dan bagaimana mempengaruhi orang lain. “Selama 3 hari yang saya dapatkan adalah kebersamaan teman-teman di sini saling berbagi, dari pemikiran-pemikiran yang berbeda. Kepemimpinan itu dimulai dari sendiri dan dimulai dari hal yang terkecil,” tegas pria yang berusia 28 tahun ini.

Sedangkan dari TP Batu Lampang Telok di ikuti oleh Merry. Perempuan berusia 25 tahun ini  mengungkapkan selama 3 hari pelatihan telah belajar tentang keberanian, selama ia masih belum percaya diri dan takut. “Saya akan lebih berani mengeluarkan pendapat dan mencoba merubah diri untuk berani dari bilang tidak bisa, harus bisa. Saya juga belajar menahan emosi, dalam menghadapi pekerjaan dan bisa lebih sabar,” kata perempuan yang bernama lengkap Merry Normawati.

Ke 26 peserta yang mengikut pelatihan ini adalah Roselia, Yedi Nuel, Salvyna, Julianus Oraplean, Firman, Lilie Veronika, Tri Septiani, Aerotopo, Dwi Nitae, Fridah Ampung, Saluh, Delisa Yanti, Navila, Wardalely, Solbimar Karau, Rama, Agus Pratomo, Rio Genesizkhel, Maria Candida, Eni Wati Estuti, Yuliani, Edy Suyadi, Untung, Martha Tresnawati, Milo Karni dan Merry Normawati.

Semoga proses pelatihan ini membawa aksi yang positif bagi perkembangan kopdit CU Betang Asi.

Sumber Foto: Dokumen CU Betang Asi

Acara Puncak Perayaan HUT-11

Written By rokhmond onasis on Sunday, March 30, 2014 | 6:05 PM

“Kami bekerja berdasarkan surat keputusan nomor 27/KEP.CUBA/ PRY/ I.1/II/ 2014 pada tanggal 21 Februari 2014. Dengan waktu yang demikian singkat panitia bersama-sama dengan unsur manajemen dan pihak lain sehingga rangkaian kegiatan HUT dapat terlaksana dengan baik,” itulah salah satu laporan yang disampaikan oleh Andika Harianto sebagai ketua pelaksana HUT ke-11 CU Betang Asi.

Laporan kegiatan ini dibacakannya pada malam perayaan HUT ke-11 CU Betang Asi di Vino Club, hotel Aquarius Palangka Raya. Disampaikan dalam laporan, Andika mengatakan ada 207 pasien yang dilayani dalam pengobatan gratis yang dilakukan pada 21 Maret 2014 di halaman kantor TP Batu Lampang, Telok Katingan.

Dalam laporan Andika selanjutnya pada tanggal 26 Maret telah dilakukan kegiatan donor darah, tanggal 29 Maret pelaksanaan seminar dari pagi hingga sore hari dengan nara sumber Edison Laurens dari dinas koperasi dan UKM Kalteng, Matheus Pilin dari GPPK Pancur Kasih, Marselus Sunardi dari Ketua Puskopdit BKCUK, Dehen Erang dari Dekopinwil Kalteng dan Ambu Naptamis.


Tepat pukul 6.15 malam acara perayaan HUT di mulai dengan pembacaan susunan acara oleh Desy.Diselingi dengan hiburan dan penampilan vocal group dari masing-masing TP dan tentu saja tiup lilin ulang tahun yang dilakukan bersama-sama oleh pengurus, pengawas, manajemen dan salah satu pemateri pada seminar, Matheus Pilin.  Tropy dan piagam penghargaan juga diberikan kepada pemenang lomba Puzzle kategori SD dan TK dapat menerima hadiah yang disediakan panitia saat di panggil ke atas panggung. Acara berakhir pukul 9 malam dan ditutup dengan makan malam bersama.

Beberapa catatan penting dari rangkaian acara mengingatkan panitia di tahun depan sebagai penghargaan kepada pendiri (baca peserta lokakarya pendirian) CU tahun 2003 dapat diberikan undangan secara khusus.

Sumber foto: Dokumen Kopdit CU Betang Asi

Aksi Donor Darah Warnai HUT ke-11

Sebanyak 49 orang pendonor ikut terlibat dalam acara kegiatan donor darah dalam rangka HUT CU Betang Asi ke-11 tahun 2014. Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor pusat, jalan Tjilik Riwut Palangka Raya juga diwarnai iringan musik elektone pada Rabu (26/3).

Salah seorang pendonor yang ditemui penulis mengatakan ia tertarik mengikuti kegiatan ini dan sebagai pendonor aktif, dilihat dari jadwalnya bertepatan dengan saatnya mendonor. “Hal lainnya adalah kegiatan ini memotivasi diri saya sendiri melalui lembaga ini kita menjadi sebuah bagian dari tatanan kehidupan untuk saling memperhatikan, salah satunya melalui donor darah ini,” jelas Adrianson.

Pria berdarah AB ini melanjutkan, ia sering berdiskusi dengan teman-teman di PMI, ternyata masyarakat kita membutuhkan donor darah yang begitu banyak dalam hal penyediaan darah. Ia bersyukur CU bisa memperhatikan ini dan bisa bekerja sama dengan PMI.

“Momen ini pas karena bertepatan dengan ulang tahun kita dan menjadi sebuah promosi buat CU betul-betul eksis bukan hanya kelembagaannya menyediakan fasilitas tabungan tapi juga langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ungkap pria yang sudah menjadi anggota CU sejak 2003 lalu.

Di tempat yang sama, salah seorang petugas donor, Milon mengungkapkan keterlibatan CU Betang Asi sungguh bagus dalam membantu masyarakat yang kekurangan dan membutuhkan darah. “Kalau PMI yang membantu orang yang sakit ada keterbatasan tapi kalau ada kegiatan seperti ini sangat membantu kami, dan juga betul-betul dimanfaatkan sebaik mungkin untuk orang sakit yang membutuhkan darah,” ungkap ibu yang sudah berusia 60 tahun.

Terpantau oleh penulis ada 4 tempat berbaring bagi pendonor dalam mobil yang dimiliki oleh PMI Kota Palangka Raya. Mobil yang berbadan mini bus ini cukup efektif menjaring pendonor-pendonor baru. Perempuan berkacamata ini menceritakan pernah sampai ke pelosok melakukan kegiatan serupa. Disamping keterlibatan CU Betang Asi, Milon menceritakan intansi Taspen, POLDA, bahkan sampai sampai pelosok Kasongan, Kuala Kurun dan perusahaan batu bara.

Ia menceritakan dalam 1 kali perjalanan kantong darah yang didapatkan masing-masing pernah lebih dari 100 kantong, tapi walaupun sedikit memang sungguh berarti kepada masyarakat yang membutuhkan kita tidak memandang sedikit atau banyaknya tapi kita memandang keterlibatan orang yang peduli tentang kesehatan, ungkapnya.

Saat penulis memasuki ruang kantor pelayanan CU terlihat balon warna warni terpasang pada masing-masing pojok ruangan. Kue basah tertata rapi pada nyiru dan gelas minuman mineral ada disediakan oleh panitia ulang tahun.

Semoga memasuki usia k-11 tahun kopdit CU Betang Asi semakin dimurnikan dalam memperjuangkan gerakan ekonomi kerakyatan di bumi Kalimantan Tengah.

Proficiat!

Sumber foto: Dokumen Kopdit CU Betang Asi.

Rangkaian Acara HUT-11

Written By rokhmond onasis on Thursday, March 13, 2014 | 7:42 AM

Bulan Maret adalah bulan yang bersejarah bagi Kopdit CU Betang Asi. Tepat tanggal 26 setiap bulan selalu di rayakan ulang tahunnya oleh penggiat CU yang berkantor pusat di Jalan Tjilik Riwut nomor 32A Palangka Raya.

Di tahun ini usia Kopdit CU Betang Asi menginjak angka 11. Tentu jika dibandingkan dengan anak remaja, usia ini masuk pada masa ‘tanggung’. Mengapa tanggung?, karena jika di pandang sebagai anak kecil, tentu sudah cukup besar secara jasmani namun secara psikis masih belum matang.

Di tahun 2014 ini lembaga yang berslogan Handep Hapakat, Sewut Batarung mengadakan serangkaian acara untuk memperingati HUTnya yang ke-11. Dari kegiatan bersifat outdoor hingga indoor dilakukan untuk merayakannya.

Dimulai pada Jumat, 21 Maret 2014 kegiatan pengobatan gratis dilakukan di halaman TP. Batu Lampang, desa Telok, kabupaten Katingan, kegiatan ini dilakukan selama ½ hari saja. Kegiatan berikutnya pada Sabtu, 22 Maret 2014 adalah lomba menyusun puzzle yang dilaksanakan di Kantor Pusat Palangka Raya dari pukul 1 siang sampai 5 sore. Lomba ini dipusatkan di aula lantai-3 Kantor Pusat. Kategori lomba dibagi dari TK, kelas 1-3 SD dan kelas 4-6 SD.

Tepat di tanggal 26 Maret 2014, hari Rabu. Anggota yang datang ke kantor pelayanan akan dilberikan snack secukupnya. Sedangkan di halaman depan akan ada donor darah yang dilayani oleh PMI Kota Palangka Raya. Direncanakan acara ini berlangsung dari pukul 8 pagi hingga sore harinya.

Selain secara fisik penggiat Kopdit CU Betang Asi merayakan HUT -11. Di tahun ini panitia menyiapkan kegiatan untuk meningkatkan mental penggiat CU melalui seminar gerakan dan motivasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 Maret 2014. Seminar bertemakan “Memurnikan Gerakan Ekonomi Kerakyatan” dilaksanakan dari pukul 8 pagi hingga 5 sore.

Sebagai nara sumber pada seminar adalah Matheus Pilin, Fasilitator SP Pendirian Kopdit CU Betang Asi Tahun 2003; Romanus Woga,Ketua INKOPDIT (dalam konfirmasi); Marselus  Sunardi, Ketua Pengurus Puskopdit BKCUK dan Ambu Naptamis, Ketua Pengurus Kopdit CU Betang Asi. Kegiatan seminar di pusatkan di ruang pertemuan hotel Aquarius (dalam konfirmasi).

Di hari yang sama, dari pukul 6.30 malam akan dilakukan acara ibadah syukur HUT-11 yang dilanjutkan malam ramah tamah di tempat yang sama.Para penggiat CU yang berminat mengikuti acara silahkan menghubungi kantor TP terdekat untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas.

RAT KPD Kalteng TB. 2013

Written By rokhmond onasis on Tuesday, February 25, 2014 | 5:50 AM

Walaupun  hanya 39 orang anggota yang hadir, tidak menyurutkan semangat peserta RAT KPD Kalteng Tahun Buku (TB) 2013. Setidaknya ungkapan ini disampaikan oleh ketua panitia RAT, Frida. “Kami sudah melakukan 4 kali rapat untuk mempersiapkan RAT dan targetnya ada 200 anggota yang diundang walaupun yang hadir tidak banyak. Saya berharap semua anggota dapat berpartisipasi sehingga KPD menjadi maju dan besar,” katanya.

Ungkapan senada disampaikan oleh Ambu Naptamis yang juga dipercaya menjadi ketua pengurus KPD Kalteng. Ia mengungkapkan perjalanan KPD cukup panjang dan membutuhkan energi yang banyak. “Pengorbanan dari sisi waktu dan korban perasaan, tetapi dalam perkembangan terkini saya yakin dan optimis, kita berani dan komit menghadapi tantangan salah satunya di lecehkan, maka suatu saat yang hadir di RAT bukan hanya 39 orang saja,” jelas Ambu dengan nada semangat.

Ia melanjutkan, bahwa salah satu indikator koperasi berjalan adalah berusaha tepat waktu untuk menyelenggarakan RAT, dari aturan pemerintah paling lambat RAT itu dilakukan paling lambat bulan Maret setiap tahun.

RAT yang dilaksanakan di lantai-3 aula kantor CU Kalteng ini memutuskan belum di bukanya pendaftaran anggota baru karena dari proses recovery dari minus menuju angka nol masih dilakukan. “Anggota baru dapat diterima jika ada anggota lama yang mengundurkan diri dengan menerima persentase kerugian dari sahamnya. Ada kemungkinan jika ada anggota yang mau menjual saham (keluar). Kita menambah anggota jika beban kerugian sudah nol,” jelas Gregorius Doni Senun sebagai sekretaris pengurus.

Sebagai tokoh yang dituakan TT. Suling menyampaikan kata penutup dan mengingatkan pengurus, pengawas dan manajemen dapat bekerja dengan baik dan memberikan pelayanan kepada sesama anggota.

Acara yang dimulai pukul 9 pagi berakhir pada pukul 13 siang. Setelah diterimanya LPJ pengurus dan LPJ Pengawas dan peserta tahun ini akan menerima buku baru setelah proses admnistrasi pembukuan dilakukan oleh manajemen KPD.

Sumber tulisan dan foto: Rokhmond Onasis

Vilna Rery: “Membuat Komitmen, Tetap Konsisten dalam Perencanaan Keuangan”

Written By rokhmond onasis on Sunday, February 23, 2014 | 12:49 AM

Kali kedua, akhirnya pelatihan Financial Litteracy (FL) di laksanakan. Sebanyak 24 orang penggiat Kopdit CU Betang Asi mengikutinya. Sejumlah kolektor, aktivis dan staf CU terpantau satu per satu naik ke aula pertemuan CU yang terletak di lantai-3 pada 18-20 Februari 2014 lalu.

Pelatihan kali ini tetap difasilitasi oleh Bambang Mantikei, wakil ketua-1 Kopdit CU Betang Asi. Ia di bantu oleh Sri Wulan, Manager Diklat dan Litbang. Salah seorang peserta yang sempat ditemui penulis menceritakan pengalaman dan pemahaman dari materi yang didapatkan selama 3 hari, termasuk mengapa ia tertarik mengikuti kegiatan FL ini.

Vilna Rery (32) menceritakan kepada penulis, awalnya ia di tawarkan mengikut pelatihan ini oleh koordinator TPK Kapuas, Harti Rayani. “Saya harus ambil cuti 3 hari untuk dapat berangkat ke Palangka Raya, karena sehari-hari saya bekerja di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM,” jelas ibu beranak dua ini.

Di CU Vilna masih belum di tunjuk menjadi kolektor di kecamatan Pandih Batu, ia masih menjadi koordinator pengumpul di tempatnya bekerja. Bisa jadi karena ia dekat dengan masyarakat ia diminta untuk membantu anggota menyetorkan simpanan maupun pinjaman ke TPK Kapuas.

Ibu dari Bestra Resany De Rose dan Geteza Avyona ini mengakui sudah menjadi anggota CU sejak tahun 2012 lalu. Bersama Sandy Suardy, suaminya ia menjadi tim yang baik membantu anggota CU di daerah Pangkoh dan sekitarnya dan seminggu sekali melakukan penyetoran ke TPK Kapuas.

Terkait pelatihan FL Vilna merasa beruntung sudah mendapatkan materi pelatihan. Paling berkesan dari materi pelatihan adalah cara merencanakan anggaran biaya kehidupan rumah tangga dan masa depan. “Kami di latih untuk mengisi aset dan kekayaan sebelumnya saya belum pernah menyadari punya aset yang berharga walaupun tidak punya uang di tangan,” ungkapnya.

Secara pribadi Vilna mengatakan materi yang menarik berikutnya adalah peserta diajak untuk membuat komitmen dan tetap konsisten supaya bisa mencapai dari perencanaan yang sudah dibuat, dan lebih disiplin dalam keuangan.

“Ini akan saya bawa pulang dan mengatur lebih baik lagi, walaupun kondisi masyarakat di Pandih Batu (baca Pangkoh), selama ini pola hidup terkait dari pelajaran FL, mereka terlihat sangat boros. Secara penghasilan mereka kebanyakan PNS, guru, pedagang, petani. Salah satu tantangan di sana masih banyak pinjaman (rentenir) yang diambil secara harian, dengan bunga 20%, dengan adanya CU dan SPP PNPM masyarakat juga terbantu,” jelas Vilna.

Dari suaminya yang bekerja di dinas pertambangan Kapuas ia mengelola pendapatan yang diterima. “Saya akan membuat dan mengatur anggaran keluarga lebih baik dan harus ada yang lebih di prioritaskan. Saya juga berharap dalam waktu dekat ada kantor pelayanan CU di Pangkoh dan sekitarnya,” tutupnya kepada penulis.

Sumber foto dan tulisan: Rokhmond Onasis

Kupasan Buku 10 Tahun Kopdit CU Betang Asi

Written By rokhmond onasis on Wednesday, February 19, 2014 | 6:00 PM

Memasuki tahun 2014 bagian pendidikan Kopdit CU Betang Asi menerbitkan buku 10 tahun kopdit CU Betang Asi, pendidikan, swadaya, solidaritas, inovasi. Buku yang diterbitkan ini dicetak di Grafika Wangi Banjarmasin.

Menariknya buku disusun oleh 2 penulis dengan latar belakang serta profesi yang berbeda. Perjalanan CU Betang Asi sejak berdiri tahun 2003, dikupas dari berbagai sisi dan sudut pandang pelaku sejarah dari lembaga yang dimiliki oleh komunitas “Dayak” ini.

Penyusun pertama adalah Rita Sarlawa, seorang akademisi dan saat ini dipercaya sebagai seorang pengawas di Kopdit CU Betang Asi sejak tahun 2012. Sedangkan penyusun kedua adalah Rokhmond Onasis seorang jurnalis pada majalah KR dan penggiat NGO, saat ini terlibat aktif sebagai fasilitator pendidikan CU.

Buku setebal 187 halaman ini terdiri dari 10 bab. Di awali prolog oleh Matheus Pilin dan epilog oleh ketua Kopdit CU Betang Asi yaitu Ambu Naptamis. Benarkah CU Betang Asi sudah mulai menyimpang dari peta jalan yang telah dibuatnya di tahun 2003?, apa alasan pendiri sehingga kantor pusatnya ada di Palangka Raya?,  siapa saja yang terlibat dalam proses pendirian?, mengapa CU dan KPD tidak dapat dipisahkan? dan strategi apa yang harus dilakukan agar Betang Asi semakin eksis ke depan?

Itulah beberapa pertanyaan yang akan kita temui jawabannya ketika membaca buku ini. Buku yang dicetak edisi pertama pada Januari 2014 ini juga menampilkan foto dan buku-buku awal dari pelayanan CU.

Namun, tidak ada gading yang tak retak. Buku ini cukup banyak terjadinya kesalahan penulisan pada huruf dan angka pada beberapa halaman. Secara sistematis buku ini seakan-akan mengajak kita bernostalgia dari beberapa saksi sejarah, walaupun ada beberapa orang yang tidak masuk untuk memberikan testimony.

Jika anda berminat segera hubungi bagian pendidikan kopdit CU Betang Asi dimasing-masing tempat pelayanan dan segera santap buku ini. Siapa yang ingin tahu lebih banyak perjalanan CU Betang Asi wajib membaca buku ini. Setelah investasi 50 ribu per buku anda mendapatkan sudut pandang baru.

***

27 Penggiat Mengikut FL

Written By rokhmond onasis on Saturday, February 15, 2014 | 7:34 PM

Tidak perlu menunggu lama, setelah melakukan RAT konsolidasi di awal Februari 2014 lalu kopdit CU Betang Asi segera melakukan pelatihan bagi penggiatnya.  Tentu kita tahu sebagai insan CU ada 3 pilar yang menahan hingga CU dapat berdiri secara kokoh yaitu pendidikan, swadaya dan solidaritas. Bahkan di tengah persaingan sekarang ada 1 pilar yang membuat ke-3 pilar tersebut menjadi lebih kokoh yaitu inovasi.

Sebagai penguatan kapasitas maka pada tanggal 11-13 Februari 2014 bertempat di aula kantor pusat lantai-3 pelatihan Financial Literacy (FL) dilakukan.  Dalam sambutannya GM mengatakan pelatihan ini adalah kelanjutan bagi anggota untuk mendapatkan pendidikan setelah menerima pendidikan CU bagi anggota yang baru masuk.

Menurut manager diklat, Sri Wulan kegiatan ini adalah tahapan pertama untuk 27 orang peserta yang di latih menjadi pelatih (baca Training of Trainer). Tahapan berikutnya akan ada 30 orang kembali, sehingga di masing-masing TP siap untuk memberikan pelatihan FL ini.

Sebagai fasilitator pelatihan Sri Wulan dikawal Bambang Mantikei yang saat ini dipercaya  sebagai wakil ketua-1, membawahi bagian pendidikan.Dalam pembukaan Bambang menegaskan ke depan CU Betang Asi tidak hanya mengejar jumlah anggota yang banyak, melainkan berfokus ke peningkatan kualitas/ kapasitas dari anggota yang masuk dan yang sudah ada.

Selama 3 hari peserta diberikan materi dan pemahaman yang baik mengenai misi Credit Union: helping people help themselves ; meraih kebebasan finansial; produk dan pelayanan Credit Union: menawarkan solusi keuangan terhadap masalah keuangan/ kebutuhan pada tiap tahap kehidupan anggota dan mempelajari cara meningkatkan kesejahteraan, berapa kekayaanku hari ini?.

Berikutnya materi yang disampaikan juga terkait aturan manajemen keuangan pribadi; cara-cara menabung; dana darurat (emergency fund); financial life planning dan penganggaran keuangan keluarga, mengembangkan peta jalan keuangan anggota.

Ke 27 peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah Gunadi, Onasis, Adrianson, Valentinus, Charles B. Kanta, Nukat Nahan, Yatel, Banner I. Daniel, Duyan J. Anggen, Mihing U.R, Batuah, Gapuri, Elsi Rorita, Sipen S. Daniel, Rayanalita, Mambang Handuran, Fransiscus C.G, Hansen, Carda Kelvin, Jumrit K. Abes, Napinus Nayn, Saernanti, Set, S.Pd, Yulius Langkah, Huge, Darwis Nggasi dan Bernandus Hendi.

Harapan yang diungkapkah oleh salah satu peserta, Set, S.Pd mengatakan dari pengetahuan yang di dapat untuk memperjuangkan CU Betang Asi sesuai dengan visi dan misi awal dari FW. Raiffeisen. Anggota juga dapat memahami kondisi keuangannya dan berdampak pada kredit lalai yang dapat ditekan hingga mencapai kondisi ideal.

Sumber Foto: dokumen CU Betang Asi
 
Copyright © 2009. CU Betang Asi | berbasis masyarakat Dayak yang terpercaya dan abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved
Palangkaraya - Kalimantan Tengah
Proudly powered by Blogger
Re-designed by Fidelis Harefa