Headlines News :

Terbaru

CU Betang Asi Laksanakan Pelatihan Kepemimpinan

Written By Andika.77 on Sunday, May 12, 2013 | 6:39 PM

Koperasi Kredit Credit Union (CU) Betang Asi sebagai lembaga yang mengelola anggotanya akan  mengadakan pelatihan kepemimpinan. Pelatihan kepemimpinan ini dilaksanakan pada  tanggal 15-17 Mei 2013. Pelatihan dipusatkan di Aula CU Betang Asi Jl. Tjilik Riwut Km. 1 No. 32 A Palangka Raya.

Menurut Wulan, sebagai Manajer Diklat dan Litbang; pelatihan ini diikuti oleh 21 orang peserta. Ada 19 staf CU Betang Asi dan 3 orang staf Koperasi Persekutuan Dayak. Kegiatan difasilitasi oleh Matheus Pilin dengan pembiayaan ditanggung sepenuhnya oleh CU.

Dari informasi yang didapatkan penulis, tujuan dari pelatihan ini agar peserta mampu memahami dirinya sebagai pemimpin. Kemudian, membangkitkan loyalitas rekan kerjanya dan memberikan loyalitasnya dalam kebaikan. Selain itu, mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan pengetahuan untuk memberikan keteladanan dan menegakkan kedisiplinan. Hal penting lainnya peserta dapat memahami terjadinya alih generasi kepemimpinan dalam organisasi di masa yang akan datang.

Pelatihan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM. Sebagai organisasi yang mengelola manusia, tentu memerlukan pemimpin dengan peran untuk menjalankan sistem. Oleh karenanya seseorang pemimpin harus memiliki ketrampilan, kecakapan dan tingkat pengaruh, sehingga mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama melakukan aktivitas dan mencapai tujuan bersama.

Diharapkan, pelatihan ini dapat membantu manajemen mengerti dan memahami fungsinya sebagai pemimpin. Yang memiliki keberanian dan rasa percaya diri menghadapi tantangan pekerjaan, meningkatkan kualitas interaksi, komunikasi sehingga terjalin kerjasama untuk lebih meningkatkan kinerja.

Sumber berita: Andika Harianto, Kontributor TP BM
Sumber gambar: http://1.bp.blogspot.com

Pelatihan Mengupload Berita

Written By Unknown on Saturday, May 11, 2013 | 9:00 AM


Palangka Raya, CU BESI
Jumat, 10 Mei 2013, Credit Union Betang Asi (CU BESI) menyelenggarakan pelatihan meng-upload berita bagi staf  yang telah dipercayakan untuk mengelola web CU BESI. Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari (10-11 Mei) dan dilaksanakan di Ruang Pertemuan CU BESI Lantai III, Jalan Tjilik Riwut km.1 No. 32A Palangka Raya.  Fidelis Harefa, mitra kerja CU BESI di bidang IT, hadir sebagai fasilitator, didampingi oleh Rokhmond Onasis sebagai co-fasilitator. Pelatihan ini diikuti oleh 12 orang staff CU BESI, masing-masing adalah utusan dari beberapa Tempat Pelayanan CU BESI yang ada di Kalimantan Tengah.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa untuk mengembangkan website, perlu diidentifikasi keterampilan-ketrampilan yang harus dimiliki. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan teknis mengupload informasi dan merumuskan rencana tindak lanjut untuk mengoptimalkan web tersebut.

Menurut Rokhmond Onasis yang juga sebagai koordinator pegelola web CU BESI, hasil yang diinginkan peserta adalah dapat menjadi jurnalis handal dalam mengembangkan web, mengupload berita secara tepat, cepat dan akurat yang mengacu kepada kaidah jurnalistik. “Salah satu media untuk menyampaikan perkembangan lembaga dan aspirasi anggota adalah melalui website CU BESI. Oleh karena itu, keterampilan untuk menulis dan meliput berita merupakan suatu keharusan,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut peserta telah mempelajari maksud, pengertian, unsur dari berita. Selebihnya peserta juga diajak untuk memahami cara mengupload berita yang telah dibuat dan memahami dunia jurnalistik secara umum. Secara keseluruhan, peserta berperan aktif membuat dan mengupload berita ke web sehingga setiap berita yang ada merupakan berita terkini dan terbaru mengenai CU BESI.

Diharapkan, semua hasil pelatihan dapat berjalan secara maksimal sehingga apa yang diinginkan dapat terlaksana dengan baik.

Sumber Foto: Dokumen Pribadi
Sumber tulisan: Jantang Matudy dan Sri Wulan

RAT KPD TB 2012 Bentuk Kepengurusan Baru

Written By rokhmond onasis on Wednesday, April 24, 2013 | 6:14 PM



Mengambil tema “KPD Mewujudkan Kesejahteraan dan Kemandirian” Koperasi Persekutuan Dayak (KPD) melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), bertempat di Aula CU Betang Asi, Sabtu (20/4/2013). Acara dimulai dengan  doa pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne CU, laporan ketua panitia, sambutan pengurus KPD dan Dewan Koperasi Wilayah (DEKOPINWIL) Kalteng.

Pengurus KPD melalui wakil ketua II Ambu Naptamis menyampaikan bahwa ‘sekolah’ KPD dan CU mahal biayanya. “Setelah  melalui masa sulit (recovery) KPD berada di titik di mana tidak bisa mundur dan harus melalui RAT luar biasa selama 3 kali sepanjang tahun 2011-2012, inilah kali pertama KPD melaksanakan RAT dalam keadaan normal walaupun jadwalnya agak tertunda. Namun dalam RAT ini kita bisa melihat perkembangan yang positif, buah dari komitmen kita bersama. KPD terus menggeliat dan bergerak dan sudah punya pelanggan tetap,” ungkapnya.

Ketua DEKOPINWIL Kalteng, Dehen Erang dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada 2.833 koperasi yang ada di Kalteng, namun tidak sampai 10% yang melaksanakan RAT. “Dengan adanya RAT, kita mengetahui bahwa koperasi itu berjalan baik. Indikatornya sehat organisasi, sehat usaha dan sehat mental. Koperasi berhasil jika dikelola secara profesional, di dukung oleh pengelola yang profesional dan jujur.”

Dari pantauan penulis ada 349 orang anggota KPD, namun anggota yang hadir dalam RAT kali ini berjumlah 56 orang termasuk dari 2 orang dari CU Sumber Rejeki, Ampah dan atas kesepakatan bersama maka RAT tetap dilaksanakan.

Dalam laporan perkembangan usaha swalayan, karyawan di swalayan Rajawali dan Tilung berjumlah 29 orang. Setiap hari KPD sudah bisa membukukan omset 40 juta perhari dan memperoleh margin perbulan sekitar 163 juta. Untuk anggota yang ingin keluar jadi anggota KPD sampai tahun 2015 masih harus bersama-sama menanggung beban kerugian 36,71%, angka ini sudah bergeser dari tahun lalu sebesar 46,23%.

Salah satu keputusan yang dihasilkan dari RAT tahun ini adalah KPD Palangka Raya dan KPD Ampah secara organisasi dipisah, maka di tahun 2013 ini AD/ART/Poljak akan di amandemen. Sedangkan  Badan Hukum akan di daftarkan kembali, karena menyesuaikan dengan UU No 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang nanti akan disahkan dalam RAT tahun buku 2013.

Keputusan lain, untuk Penasehat, Pengawas dan Pengurus di pilih yang baru untuk Periode tahun 2013 – 2015 dengan komposisi : Penasehat : Drs. T.T. Suling, Drs. Tito Buhoy, Dr. Dehen Erang. Pengawas : Dr. F.X.Manesa, M.Pd. (Ketua), Drs. A.U.G. Adi Subrata Putra (Sekretaris), Endie D. Kari S.Pd. (Anggota).

Pengurus : Ambu Naptamis, SH., MH. (Ketua), Drs. Bambang Mantikei, M.Si (Wakil Ketua), Gregorius Doni Senun S.Pd (Sekretaris), Karna Sophia Simbolon (Bendahara) dan Piskarius R. Yandeng, SP (Anggota).

Selamat menjalankan tugas, dan mari bersama-sama kita bergandengan tangan mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian bersama KPD Kalteng.

Keterangan foto: T.T Suling, memimpin doa saat pembukaan RAT

Sumber berita dan foto : Sepmiwawalma.

Perahu Tenggelam, Pendas di Talingke (Tetap) Dilakukan

Written By rokhmond onasis on Sunday, April 21, 2013 | 10:10 PM



Pantang menyerah. Itulah kata yang paling tepat mengawali diskusi dengan Pak Gun. Pria yang bernama lengkap Antonius Gunadi ini menceritakan kepada penulis terkait musibah yang dialaminya ketika menjadi fasilitator pendas di Talingke, Katingan, April 2013 lalu.

Ia bercerita kejadian berawal dari Tim fasilitator berangkat dari TPK Kasongan pada Jumat (12/4) pukul 12 siang dengan menggunakan mobil Hilux yang di kemudikan oleh Fery. Tiba di camp perusahaan sawit Asem Kumbang, camp ini terletak di sebelah hilir desa Asem Kumbang. Berhubung cuaca masih hujan, kami memutuskan untuk beristirahat dan minum di warung yang ada di sekitar camp perusahaan sawit. Hari masih hujan ketika Fery kembali ke Palangka Raya.


Pukul 15.45 sore perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan ces (baca perahu) menyusuri sungai Katingan di kemudikan oleh Nor Abdiansyah. Sekitar pukul 17.15 sore kami memasuki terusan Talingke untuk memperpendek jarak tempuh, baru masuk terusan sekitar 200 meter kami melewati pohon tumbang dan berbelok ke arah kiri untuk menghindarinya, ternyata ces malah menabrak tunggul kayu yang tak terlihat, ditambah arus terusan yang deras akhirnya menengelamkan ces yang kami tumpangi.
 

Pria yang telah berusia 60 tahun ini  melanjutkan ceritanya, setelah semua berada di air, penumpang yang lain Thomas Fajar, koordinator TPK Kasongan memegang akar pepohonan yang ada di tepian terusan, beruntung sebelum naik ces, Tomy panggilan sehari-hari sudah memasang rompi pelampung sehingga tidak tenggelam.
 

Ada 2 tas dan 1 kardus yang sempat diselamatkan oleh Pak Nonoi panggilan sehari-hari Nor Abdiansyah, selebihnya seperti TOA, kabel LCD, stop kontak listrik tenggelam di bawa arus.  Saya membantu mengambil tas yang di tahan oleh Pak Nonoi dan sesudahnya Pak Nonoi berusaha mengangkat ces yang tenggelam dengan kedua kakinya agar tidak semakin tenggelam.

Kemudian, saya berusaha mengikat tali haluan ces ke pohon untuk menahan perahu semakin tidak tenggelam. Namun di saat yang sama, kaki Tomy semakin kram, sehingga harus dibantu naik ke darat. Pak Nonoi dan saya akhirnya berusaha mengangkat Tomy ke darat dan akhirnya dapat di angkat.
 

Dengan kondisi darurat, beruntung masih ada parang yang dapat diselamatkan sehingga digunakan untuk mencari rotan dan mengikat bagian kemudi perahu, kemudian perahu dilenggang untuk mengurangi air yang masuk.
 

Akhirnya perahu dapat terapung kembali dan sisa air yang ada di bagian dalam di kuras dengan menggunakan telapak tangan selama 20 menit, karena timba, gayung dan alas papan yang ada di bagian dalam perahu semua hilang. Namun keajaiban terjadi, tiba-tiba ada bambu yang hanyut  sepanjang 2,5 meter sebagai alat bantu mendorong perahu di kiri-kanan terusan.
 

Ketika kami menyelamatkan penumpang, barang dan perahu memakan waktu 1 jam, hingga pukul 18.15 malam. Dengan kondisi penerangan menggunakan 2 senter yang masih dapat di gunakan, kami tetap berjuang hingga 2 jam kami tiba di belakang kampung dan naik ke darat.
 

Kami akhirnya tiba di rumah Pak Nonoi pada pukul 19.55 malam. Saya masuk terlebih dahulu, disusul Tomy dan akhirnya Pak Nonoi yang terakhir masuk rumah dan langsung tidak sadarkan diri karena terlalu cape.
 

Pak Gun melanjutkan, kondisi cuaca memang tidak bersahabat karena sepanjang perjalanan cuaca dan gerimis sehingga lebih gelap dari biasanya. Dari sisi kerugian Pak Gun menaksir ada 25 juta lebih, termasuk di dalamnnya 2 laptop yang terendam air, LCD, sejumlah HP, dompet yang berisi surat-surat penting dan uang 300 ribu dan mesin ces yang tidak berfungsi karena masuk air.  Belum termasuk 5 kalkulator yang rusak akibat terendam air.
 

Sebagai informasi, Pak Gun adalah sebagai salah seorang pendiri CU Betang Asi di tahun 2003. Ia melanjutkan ceritanya pada keesokkan harinya Sabtu (13/4), peserta tetap datang pada jadwal pendas yang diumumkan sebelumnya. “Pendas kita jalan terus, dengan bahan yang ada, kita mengenang 10 tahun CU Betang Asi memulai dengan pendas manual,” ungkap Pak Gun. Untuk membantu proses ada seorang guru yang juga anggota CU membantu dengan meminjamkan alat manual seperti kertas, spidol dan lainnya.
 

Selama pendas 2 hari tersebut (13-14/4) di ikuti oleh 28 orang dengan perincian 2 anggota, 26 calon anggota. Pada proses pendas ada 22 orang yang masuk menjadi anggota. Masyarakat menilai selama proses pendas bangga dengan CU walaupun dengan kondisi yang minim. Seorang bapak mengatakan “Bahasa yang fasilitator gunakan sesuai dengan bahasa kami sehari-hari, sehingga kami bisa menerima dengan baik”, dengan memberikan kode 2 jempol kepada fasilitator. Respon positif disampaikan oleh peserta yang berasal dari Petak Bahadang, Asem Kumbang dan Trans Hiang Bana. Mereka akan menjajaki sehingga dapat melakukan pendas CU di desa masing-masing.
 

Pak Gun berharap ke depan fasilitator, staf dan lainnya memerlukan rompi pelampung untuk membantu di air, walaupun bisa berenang. Hal lainnya adalah carilah alat transportasi yang memadai dan aman, terkait pengadaaan transportasi air masih belum di penuhi oleh lembaga.
 

Di balik musibah ada hikmah, Pak Gun mengatakan, “Walaupun dengan kondisi minim masyarakat bisa menerima dan ada rasa kepercayaan yang muncul, apalagi dengan kondisi yang lebih siap,” pungkas Pak Gun kepada penulis.
 

Sumber tulisan: Rokhmond Onasis
Sumber foto: http://1.bp.blogspot.com

Lomba Mewarnai dan Menggambar, TK dan SD

Written By Fidelis Harefa on Monday, April 8, 2013 | 3:42 PM

Dalam rangkaian memperingati ulang tahun CU Betang  Asi yang ke -10, diadakan lomba mewarnai dan menggambar untuk murid TK dan SD. Lomba yang dilaksanakan di lingkungan Sekolah Katolik Jl. Tjilik Riwut Palangka Raya ini berlangsung pada Sabtu (5/4)  dari pukul 08.00 – 12.00 WIB dengan menggandeng BTN dan BRI sebagai sponsor.

Menurut informasi yang disampaikan penanggungjawab lomba, Sri Wulan peserta kegiatan berjumlah 164 orang yang terdiri dari peserta untuk kategori mewarnai tingkat TK 95 orang, menggambar tingkat SD Kelas 1 dan 2 berjumlah 47 orang dan menggambar tingkat SD Kelas 3 – 6 berjumlah 22 orang.

“Untuk tema lomba menggambar yaitu CU Betang Asi yang ke-10. Gambarnya bisa berupa gedungnya, anggota yang sedang menabung, kue ulang tahun dan hal lain yang ada kaitannya dengan CU Betang Asi. Sedangkan untuk lomba mewarnai, gambarnya sudah disiapkan oleh CU Betang Asi. Peserta tinggal memberikan warna. Yang dinilai adalah kerapian, kebersihan dan kemandirian peserta. Waktu yang diberikan untuk semua peserta 2 jam,” terang Wulan.

Wulan juga menjelaskan ada 2 tujuan dari kegiatan ini yaitu agar anak-anak lebih mengenal CU Betang Asi dan belajar menabung dari kecil sekaligus mengembangkan bakat, kreativitas dan keberanian anak. Sedangkan juri lomba  yaitu Eko (Pemandu Acara KUAS TVRI KALTENG), Surya (Guru Kesenian SD Don Bosco) dan Sri Wulan (CU Betang Asi).

Untuk Semua kategori panitia menyiapkan hadiah berupa: Juara 1 Sepeda + Tabungan TAS Sebesar Rp. 500.000 + Thropy dan Piagam serta peralatan sekolah; Juara 2 Tabungan TAS Sebesar Rp.450.000 + Thropy dan Piagam serta peralatan sekolah; Juara 3 Tabungan TAS Sebesar Rp.400.000 + Thropy dan Piagam serta peralatan sekolah; Harapan 1 Tabungan TAS Sebesar Rp.350.000 + Thropy dan Piagam serta peralatan sekolah; Harapan 2 Tabungan TAS Sebesar Rp.300.000 + Thropy dan Piagam serta peralatan sekolah;  Harapan 3 Tabungan TAS Sebesar Rp.250.000 + Thropy dan Piagam serta peralatan sekolah.

Evi  Ibunda dari Theresia Loren (10 tahun) yang menjadi peserta lomba di kategori SD kelas 3-6 menyampaikan  bahwa kegiatan seperti ini bagus dan sangat baik, biar CU lebih banyak dikenal orang. Selain itu dapat menambah wawasan anak dan mereka bisa mengembangkan kreativitasnya.

Sementara, Sr.Cresentia, SSpS  ketika ditemui di lokasi kegiatan menyampaikan bahwa dengan kegiatan seperti ini anak-anak bisa mengembangkan bakatnya dan terlihat mereka sangat antusias. “Ini perlu juga dukungan dari orangtua dan guru, sehingga anak termotivasi untuk terlibat,” ungkapnya.

Tepat Pukul 12.15 WIB diumumkan pemenang lomba. Nama pemenang lomba sebagai berikut: kategori lomba mewarnai  tingkat TK: Juara 1 Ega Rezky; Juara 2 Nyla Zahira; Juara 3 Dena Ludjen; Harapan 1 Thalia; Harapan 2 Selestinus Mariano dan Harapan 3 Hanun K. Humaria

Untuk kategori menggambar SD Kelas 1 – 2: Juara 1 Alice Sevena A; Juara 2 Yoan Indah S; Juara 3 Talentia L.D; Harapan 1 Jemima; Harapan 2 Regina; Harapan 3 Gatmaliel Deloner;

Sedangkan pada kategori lomba menggambar SD Kelas 3 -6: Juara 1 Andhika Samuel Putra; Juara 2 Febriola Eklesia; Juara 3 Yan Antonio; Harapan 1 Debby C.R; Harapan 2 Gaudensia F.K dan harapan 3 Grace O. Natania C.

Untuk diketahui, pada tanggal (23/3)  telah diadakan pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan di desa Pangi, Pulang Pisau dan tanggal (26/3) dilaksanankan donor darah di halaman kantor CU Betang Asi.

Sumber berita Sepmiwawalma; sumber foto: dokumen CU Betang Asi.

“Setetes Darah” Dalam Ulang Tahun Ke-10

Written By Fidelis Harefa on Sunday, March 31, 2013 | 3:18 PM

Tepat di hari ulang tahun ke-10, Selasa (26/3) CU Betang Asi melaksanakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini di laksanakan di halaman kantor CU Betang Asi Jl. Tjilik Riwut Km 1 Palangka Raya.

Walaupun kegiatan seperti ini untuk pertama kali dilaksanakan oleh CU Betang Asi, tercatat 32 orang yang terdiri dari 29 laki-laki dan 3 orang perempuan secara sukarela mendonorkan darahnya.

Bendahara Badan Pengurus CU Betang Asi, F.X Manesa saat mendorohkan darahnya menyampaikan, “Selain CU melayani masyarakat dalam bidang keuangan, juga mendukung dalam bidang kemanusiaan, dengan memberikan setetes darah untuk yang memerlukan, selain itu kegiatan seperti ini bermanfaat bagi si pendonor itu sendiri karena efeknya ada untuk kesehatan,” ungkapnya.

Manesa berharap sebagai pengurus,  kegiatan seperti ini bisa dilakukan rutin oleh CU Betang Asi setiap bulan. “Saya sendiri, rutin mendonorkan darah dan ini untuk yang ke-14 kalinya. Saya secara pribadi menargetkan minimal sekali setahun mendonorkan darah, walaupun secara aturan sebaiknya rutin 3 bulan sekali,” jelasnya.

Yulius Langkah anggota dari TP. Betang Batarung Kuala Kurun, menyempatkan diri ikut donor ketika ia berada di Palangka Raya. “Saya senang bisa menolong sesama,” ungkapnya sambil tersenyum kepada penulis.

Tampak yang ikut menyumbangkan darahnya Ketua Pengurus CU Betang Asi, Ambu Naptamis, Manejer Kredit dan Pemasaran Yohanes Changking, Manejer TP Batuah Marajaki Andika Harianto, beberapa staff CU dan anggota CU.

Salah seorang anggota, Sri Susita juga ikut mendonorkan darahnya.Perempuan yang telah menjadi anggota CU Betang Asi sejak 23 Juli tahun 2003 ini mengatakan senang karena CU Betang Asi melaksanakan kegiatan sosial ini. “Kegiatan sosial sebaiknya semakin sering dilakukan karena sangat berguna bagi orang yang memerlukan.”

Sri menceritakan, dalam perjalanan hampir 10 tahun menjadi anggota CU, sudah 3 kali pinjam. Pertama untuk anak sekolah, kemudian untuk usaha dan yang terakhir untuk membeli sepeda motor. “Saya berharap CU Betang Asi tetap berjalan baik, jangan seperti koperasi-koperasi yang lain. Betul-betul membangun dan membantu masyarakat dan menjadi koperasi yang terbaik,” katanya dengan nada serius.

Untuk diketahui, pada tanggal sebelumnya (23/3) juga diadakan pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan di desa Pangi, Pulang Pisau. Sebagai bentuk ungkapan sukacita, selain kegiatan donor darah, bagi anggota yang datang ke kantor CU tepat di hari ulang tahun disediakan makanan ringan untuk dinikmati bersama.

Selamat Ulang Tahun  CU Betang Asi, tetaplah menjadi yang terbaik dalam pelayanan kepada anggota. Handep Hapakat Sewut Batarung.

Kontributor dan Foto : Sepmiwawalma

115 Orang Ikuti Pengobatan Gratis

Sebagai rangkaian peringatan hari jadi KOPDIT CU Betang Asi ke-10 pengobatan gratis dilakukan di desa Pangi. Desa ini dapat ditempuh sekitar 2 jam dari kota Palangka Raya. Nampak di bawah tenda yang cukup besar, pengurus, pengawas, dan manajemen CU Betang Asi berkumpul di depan PUSTU desa Pangi, kecamatan Banama Tingang, kabupaten Pulang Pisau.

Kilas Balik Sejarah Berdirinya CU Betang Asi


Ci..Uu atau Ce..Uu Sama Saja


Di kalangan masyarakat Kalteng, ada dua kebiasaan penyebutan Credit Union (CU). Kelompok yang pertama menyebutnya Cii..Uu. Kelompok yang kedua menyebutnya Cee..Uu. Apapun cara penyebutannya, ini memang tergantung lidah seseorang. Yang penting maksudnya sama yaitu CU.

Di awal-awal CU Betang Asi (CU Besi) mensosialisasikan keberadaannya di beberapa desa tahun 2003-2004, seringkali masyarakat menyebutnya kumpulan tukang kredit. Ungkapan ini bisa saja karena ketidaktahuan masyarakat tentang CU, atau ada juga dengan niat mengejek.

Namun seiring berjalannya waktu, kelompok masyarakat yang awalnya “sedikit” mengejek ini, malah sebagai penerima manfaat dari kehadiran CU Besi sekarang ini. CU atau Credit Union berasal dari bahasa latin Credere yang artinya percaya. Union artinya kumpulan. Sehingga jika digabungkan dua buah kata ini menjadi  kumpulan orang-orang yang saling percaya.

Kumpulan orang-orang ini berkomitmen untuk saling percaya atas apa yang mereka rencanakan dan melaksanakan secara bersama. Mereka bersepakat mewujutkan kesejahteraan kehidupan pribadi dan keluarga, melalui pencapaian dan pengelolaan keuangan yang cerdas dan bijaksana di Credit Union.

Melihat Peluang Di Tengah Masalah.

CU lahir di Jerman Barat, tepatnya kota Flammersfield. Waktu itu awal abad 19, masyarakat Jerman yang tinggal di kampung-kampung masih banyak yang menggantungkan hidupnya pada kemurahan alam. Kondisi mereka saat itu, tidak ada bedanya dengan kondisi masyarakat kita di Indonesia saat ini, khususnya Kalimantan Tengah.

Di daerah kita saat ini, para penambang emas, nelayan, petani padi, petani sayur dan buah, penyadap karet dan lain-lain, ketika alam sedang tidak bersahabat dengan mereka (musim kemarau atau hujan), maka pekerjaan mereka berhenti. Kalau pekerjaan berhenti, artinya tidak ada penghasilan (tidak dapat uang).
Saat itu, masyarakat Jerman yang menggantungkan hidupnya pada kemurahan alam, tidak berdaya menghadapi badai salju yang melanda seluruh negeri. Para petani tidak dapat bekerja dan banyak tanaman tidak menghasilkan. Penduduk pun kelaparan.

Situasi ini dimanfaatkan oleh orang-orang berduit “lintah darat”. Mereka memberikan pinjaman kepada penduduk dengan bunga yang tinggi. Banyak orang terjerat utang. Karena tak punya penghasilan dan dibebani bunga yang sangat tinggi, akhirnya mereka tak mampu membayar hutang. Sisa harta benda mereka pun disita oleh lintah darat.

Karena kehidupan di desa sangat sulit, banyak orang pindah ke kota, dengan harapan bisa memperoleh pekerjaan di kota.  Namun tak lama berselang, terjadi Revolusi Industri. Pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia diganti oleh mesin-mesin. Sehingga banyak pekerja terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) dan Jerman dilanda masalah pengangguran besar-besaran.

Melihat kondisi ini, Friedrich Wilhem Reiffesen, walikota Flammersfield saat itu prihatin dan ingin menolong mereka. Ia mengundang orang-orang kaya untuk menggalang bantuan. Ia berhasil mengumpulkan uang, kemudian dibagikan “derma” kepada kaum miskin.

Ternyata derma yang di gagas oleh Reiffesen tidak memecahkan masalah kemiskinan. Sebab kemiskinan terjadi salah satunya akibat dari cara berpikir yang keliru. Penggunaan uang tak terkontrol dan tak sedikit penerima derma memboroskan uangnya agar dapat segera minta derma lagi. Akhirnya, para dermawan bosan dan tak lagi berminat membantu kaum miskin.

Raiffeisen terus melakukan upaya. Ia mengumpulkan roti dari pabrik-pabrik roti di Jerman lalu di bagi-bagikan kepada para buruh dan petani miskin. Namun usaha ini pun tak menyelesaikan masalah. Hari ini diberi roti, besok sudah habis, begitu seterusnya.

Belajar dari  dua pengalaman itu, Raiffeisen berkesimpulan bahwa “kesulitan si miskin hanya dapat diatasi oleh si miskin itu sendiri. Si miskin harus mengumpulkan uang secara bersama-sama dan kemudian meminjamkan kepada sesama mereka juga. Pinjaman harus digunakan untuk tujuan yang produktif yang memberikan penghasilan. Jaminan pinjaman adalah watak si peminjam.”
Untuk mewujudkan gagasannya tersebut, Raiffeisen bersama kaum buruh dan petani miskin membentuk organisasi bernama Credit Union (CU).

Ada 3 prinsip utama yang mereka pakai dalam ber-CU yaitu, azas swadaya (tabungan hanya diperoleh dari anggotanya), azas solidaritas atau setia kawan (pinjaman hanya diberikan kepada anggota) dan azas pendidikan dan penyadaran (membangun watak adalah yang utama; hanya yang berwatak baik yang dapat diberi pinjaman).

CU yang dibangun oleh Raiffeisen, petani miskin dan kaum buruh berkembang pesat di Jerman, bahkan menyebar ke seluruh dunia. Ke Canada, CU dibawa oleh seorang wartawan bernama Alphonse Desjardin pada awal abad ke-20. Ke Amerika Serikat, CU dibawa oleh seorang saudagar kaya bernama Edward Fillene. Sementara Suster Mary Gabriella Mulherim membawa CU ke Korea, Asia.
Keberadaan CU Di Indonesia

Di Indonesia CU disamakan dengan Koperasi Kredit. Credit Union, pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1960-an, oleh seorang pastor Katolik asal Jerman bernama  Karl Albrecth Karim Arbi, SJ  ketika bertugas di Indonesia .

Sebenarnya Koperasi Kredit sudah masuk di Indonesia pada tahun 1950-an dan mulai dijalankan oleh pemerintah Indonesia tahun 1955  sampai tahun 1959.
Di tahun 1960-an terjadi inflasi (penurunan nilai mata uang) yang sangat hebat menimpa Indonesia, usaha simpan pinjam menjadi lumpuh total. Pertengahan tahun 1960-an koperasi-koperasi ini beralih menjadi koperasi konsumsi yang banyak berspekulasi dan fokus pada uang, sehingga koperasi ala Raiffeisen (CU) lenyap dan yang bermunculan adalah koperasi serba usaha.
Tahun 1967 para penggerak ekonomi Indonesia menghubungi WOCCU (World Council of Credit Union) yaitu organisasi CU dunia, untuk mendiskusikan gagasan Credit Union di Indonesia sebagai “Sarana sekaligus Wahana pengentasan kemiskinan”.  Usulan ini mendapat tanggapan positif dari WOCCU. Sebagai wujud keseriusannya WOCCU mengirim Mr. A.A. Bailey untuk datang ke Indonesia.

Awal Januari 1970 para penggerak ekonomi Indonesia dan WOCCU bersepakat membentuk wadah yang diberi nama Credit Union Counselling Office (CUCO) yang dipimpin oleh K. Albrecth Karim Arbie, SJ. Tahun 1971 CUCO mengangkat Drs. Robby Tulus sebagai Managing Director untuk menjalankan kegiatan operasionalnya.

Perjalanan CU Ke Kalimantan

Perjalanan CU ke Kalimantan di mulai pada tahun 1975. Saat itu gereja Katolik bersama BK3I (Badan Koordinasi Koperasi Kredit Indonesia) mengadakan pelatihan pembentukan CU di Nyarumkop, Kalimanatan Barat (Kalbar).

Salah satu dampak dari pertemuan itu adalah kelahiran CU Lantang Tipo di Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau tanggal 2 Februari  1976. Tanggal 12 Mei 1985 CU Khatulistiwa Bhakti berdiri di Pontianak dan CU Pancur Kasih di Pontianak pada tanggal 28 Mei 1987. Seiring berjalannya waktu, organisasi CU terus bermunculan di sejumlah tempat di Kalbar.

Kehadiran CU Di Kalimantan Tengah

Credit Union di Kalimantan Tengah (Kalteng) sesungguhnya sudah ada sejak tahun 1997. Namun sejak tahun 1999  barulah ada CU Kalteng terkoordinasi dengan Badan Koordinasi Koperasi Daerah (saat ini bernama Puskopdit BKCUK), yaitu ketika CU Sumber Rejeki (CU SR) berdiri di Ampah, Barito Timur.
Di Palangka Raya ide pendirian CU mulai digagas sejak tahun 2000-an, oleh Yayasan Dayak  Panarung (sekarang Lembaga Dayak Panarung atau LDP). Ambu Naptamis (Ketua CU Betang Asi Periode 2012 – 2014), pendiri dan aktivis LDP bersama seluruh aktivis LDP lain bahkan membentuk CU Panarung yang beranggotakan 71 orang pada tahun 2001.
April 2002, LDP dikunjungi oleh Fabrice Fenasse dan Darwis Kudhori dari CCFD Paris, Perancis dan Stefanus Djuweng dari Segerak (Serikat Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Dayak Pancur Kasih), Pontianak, Kalimantan Barat.

Bersama dengan Djuweng, Fabrice dan Darwis aktivis LDP mendiskusikan pengelolaan CU yang standard dan memberdayakan. Patokannya adalah sejumlah CU di Kalimantan Barat. Memang saat itu CU di Kalbar banyak melahirkan cerita sukses untuk pengembangan dan pelayanan kepada anggota.
Pasca pertemuan itu, April 2002, salah satu aktivis LDP yaitu Ethos H. Lidin (Sekarang GM CU Betang Asi) mengikuti Training Hak Asasi Manusia untuk Masyarakat Adat di Pontianak, Kalbar. Di Pontianak Ethos berdiskusi dengan aktivis Segerak Pancur Kasih dan melakukan kunjungan ke CU Pancur Kasih.

Pembentukan Embrio CU Betang Asi

Berbekal informasi hasil kunjungan Ethos dari Pontianak, semakin seriuslah niat aktivis LDP untuk mendirikan CU yang ideal. Hasil diskusi ini terus dikomunikasikan dengan aktivis Segerak di Pontianak. Sehingga pada bulan November 2002, Matheus Pilin dari Segerak datang dan melakukan assesment (diskusi dan berbagi pengalaman)  dengan Bapak T.T. Suling sebagai media komunikasi dengan Resort GKE, Nicolas Uda, BSc MM sebagai media komunikasi Perguruan Tinggi, Universitas Kristen Palangka Raya (UNKRIP) dan Pastor Lukas Huvang, MSF sebagai media komunikasi gereja Katolik. Assesment ini dilakukan bersama dengan Ambu Naptamis dan aktivis LDP.

Dari assessment itu, disepakati  rapat untuk membahas lebih serius gagasan CU. Dan rapat itu pun dilaksanakan tanggal 16 November 2002 di Aula Sangkuwong. Rapat pembahasan ini dihadiri: Pdt. Drs. Yaphie Gaman (Resort GKE); Drs. T.T. Suling (KSU-Sangkuwong); Longgor, SE (KSU-Sangkuwong); Tara Lisa   (KSU-Sangkuwong); Veronica Pudji Lestari  (CU Balawa Asi);  Anton Sunaryo (CU Balawa Asi);  Justin Patianom (KSU-Sinar Kasih); Ariel Ahad (KSU-Sinar Kasih); Ambu Naptamis Hanyi, SH (Yayasan Dayak Panarung); Sepmiwawalma (Sahewan Panarung-Yayasan Dayak Panarung); Ethos H.L (CU Panarung- Yayasan Dayak Panarung); Matheus Pilin (Pendamping, Segerak – Pancur Kasih, Pontianak, Kalbar).

Tindak lanjut pertemuan tersebut, bersama dengan tokoh gereja Katolik, tokoh GKE, CU Balawa Asi, KSU Sinar Kasih dan KSU Sangkuwong, LDP membentuk panitia kecil untuk persiapan SP (Perencanaan Strategis) CU yang akan dilaksanakan di Aula Nazaret, Komplek gereja Katolik Palangka Raya pada tanggal 18 – 22 Februari 2003.
Panitia kecil ini terdiri dari 5 orang “Panitia Lima”, yaitu Ambu Naptamis Hanyi, SH (Ketua); Hery Arayanto, SE (Wakil Ketua); Longgor, SE (Sekretaris); Veronica Pudji Lestari  dan dibantu  Tara Lisa (Bendahara). Tugas dan tanggung jawab dari panitia lima ini menyiapkan, memantapkan dan melaksanakan lokakarya Strategic Planning (SP) CU. Untuk biaya lokakarya tersebut sumber dananya adalah swadaya dari KSU Sangkuwong; KSU Sinar Kasih; CU Balawa Asi; CU Panarung masing-masing memberi kontribusi sebesar Rp. 1 juta.

Di luar “panitia lima” aktivis LDP seperti Ethos H.L,  Mastuati, Marchony, Sepmiwawalma bertugas untuk penyiapan maupun penyelenggaraan kegiatan. Ethos. H.L dan Sepmiwawalma di sekretariat bertugas menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan termasuk notulensi kegiatan. Marchony di bagian perlengkapan dan Mastuati di konsumsi untuk peserta.

Pembentukan Credit Union Betang Asi

Tanggal 18 – 22 Februari 2003, dengan dihadiri 53 orang peserta diselenggarakanlah  Perancanaan Strategis Pendirian CU di aula Nazaret kompleks Gereja Katolik Palangka Raya. Pertemuan ini melahirkan  Credit Union Betang Asi yang operasionalnya di buka pada tanggal 26 Maret 2003 dan diketuai oleh Drs. Amu Lanu A. Lingu, M.Si; Wakil Ketua I, Gregorius Doni Senun; Wakil Ketua II, Ambu Naptamis; Sekretaris, Longgor;  Bendahara, Karna Sopia Simbolon; Anggota, Sepmiwawalma dan Elizabet.

Manajemen awal yang menjalankan operasional CU Betang Asi adalah Ethos H.L dan Leani (Sekarang Deputy GM). Untuk memahami sistem kerja CU, Ethos dan Leani terlebih dulu di magangkan ke beberapa CU di Kalimantan Barat. Sehingga pelayanan harian CU Betang Asi ditangani langsung oleh pengurus secara bergantian. Operasional awal ini didampingi oleh Antonius Anyu.

Antonius Anyu adalah staf Pemberdayaan Otonomi Rakyat Pancur Kasih yang ditugaskan oleh Segerak untuk mendorong gerakan CU di Kalimantan Tengah.

Lebih Dekat Lagi Dengan CU Besi Palangka Raya

Salah satu alasan CU Betang Asi (CU Besi) berdiri, adalah sebagai sarana pendidikan dan pengembangan keuangan  anggotanya.  CU Besi memberikan pilihan dan ingin mengantar anggotanya mewujutkan impian menjadi sukses, cerdas, kaya dan bahagia. CU Besi menanamkan sikap agar kita jangan ambil “ikan” tetapi “pancing” nya. Jangan hanya menjadi “ember” saja tetapi jadilah “pipa air.”

CU Besi ingin anggotanya dapat  mengelola keuangan dengan cerdas dan bijaksana. CU Besi menyadari banyaknya tantangan dalam pengelolaan keuangan pribadi, keluarga maupun usaha (bisnis). Salah satunya meningkatnya kebutuhan. Sehingga diharapkan anggota mau belajar meningggalkan kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam mengelola uang,  yang telah mendarah daging dalam hidup kita.

Impian CU BESI

CU Besi  memiliki impian besar yaitu menjadi “Credit Union berbasis masyarakat Dayak yang terpercaya, abadi dan terbesar di Kalimantan tengah.” Impian besar  ini dijabarkan melalui misinya “Mewujudkan kesejahteraan sosial anggota melalui pelayanan keuangan yang profesional” dengan Slogan “HANDEP HAPAKAT SEWUT BATARUNG” yang artinya  “bekerjasama untuk membangun kehidupan yang lebih baik.”

Dalam pelayanannya, CU Besi memiliki Motto pelayanan yaitu “setia melayani sepenuh hati.” Sehingga dalam  interaksi kepada anggota, selalu melakukan 3 S (Senyum, Salam, Sapa).
Senyum merupakan sebuah tindakan yang sederhana, namun memberi banyak arti. Karena semua orang senang, jika melihat seseorang tersenyum. Bagi CU Besi “tanpa anda, tak akan ada senyum (can’t smile without you).” Sementara salam dan sapa sebagai bentuk penghargaan atas kehadiran orang lain.
Selain itu CU Besi juga memperkuat makna logo. Dalam logonya, ada gambar rumah Betang sebagai perlambangan bahwa CU Besi adalah milik masyarakat Kalteng yang bisa hidup rukun dan damai dengan sesama di satu rumah “CU Besi Rumah Impian Anggota”, apapun latar belakang suku dan agamanya.
CU Besi membangun, memberdayakan, mencerdaskan, membebaskan manusianya. Istilah pemberdayaannya ‘memanusiakan manusia’. Dampak adalah pikiran, sikap, perkataan, tindakan dan hasilnya (buah) yang bersifat positif.

CU Besi bukan melindungi keluarga, tetapi anggota keluarga yang telah terdaftar menjadi anggota CU Besi. Satu keluarga baru terlindungi semua, jika seluruh anggota keluarga tersebut telah terdaftar menjadi anggota CU Besi. Produk simpanan, pinjaman, solidaritas dan perindungan hanya diberikan kepada anggota. Jadi siapa saja yang belum jadi anggota CU Besi, jika ingin mendapatkan pelayanan dari CU Besi, segeralah mendaftarkan diri menjadi anggota.

Ibaratkan nonton pertandingan tinju, yang paling kencang teriakannya biasanya penonton. Namun penonton tetaplah penonton, ketika pertandingan berakhir, tidak ada penghargaan yang akan diterima. Sementara pemain, untuk menjadi juara, harus berlatih dengan disiplin dan konsisten. Seusai pertandingan, pemain berhak menerima hadiah (thropy dan pujian) serta gaji (uang). Penonton sama dengan mereka yang belum jadi anggota CU Besi. Pemain adalah mereka yang telah menjadi anggota CU Besi.
CU Besi Pilihan Kita dan Menjadi Milik Kita

Saat kita menjadi anggota CU Besi, kitalah pemilik CU Besi. Karena kita adalah pemilik CU Besi maka seharusnya kita menyimpan uang kita  di lembaga milik kita dan meminjam uang di situ untuk berbagai macam keperluan dan rencana dalam hidup kita. Bunga dari pinjaman kita, dikembalikan lagi ke kita dalam bentuk bunga simpanan atau tabungan.

Sehingga sebagai pemilik, keuntungan yang kita peroleh adalah investasi kita mendapat deviden, tabungan mendapat bunga, kita bisa meminjam untuk mewujudkan rencana keuangan kita, mendapat pendidikan yang memberdayakan, terlibat dalam perencanaan pengembangan minimal 1 tahun sekali melalui RAT, fasilitas yang kita pakai seperti gedung adalah milik kita semua.

Bunga yang kita bayar saat kita pinjam, akan kembali ke kita melalui deviden investasi dan bunga tabungan. Selain itu tabungan maupun pinjaman dilindungi melalui Tunas dan Lintang Perlindungan Kalimantan.
Pendidikan Yang Memberdayakan
Anggota CU Besi ibarat pemain dalam sebuah pertandingan. Entah itu pemain sepak bola ataupun pemain basket. Karena mereka adalah pemain, maka mereka berhak mendapatkan hadiah dan fasilitas. Jika mereka hanya sebagai penonton (bukan angota) yang didapat hanya sukacitanya semata.
Agar “pemain” anggota CU cerdas memainkan peran dalam pertandingan kehidupan, mampu dan dimampukan mengelola keuangan dengan cerdas dan bijaksana, dibekali pengetahuannya melalui Pendidikan Dasar (Pendas).
Pendas merupakan proses pembelajaran bersama agar anggota mengerti hak dan kewajibannya sebagai keluarga besar CU Besi. Saat Pendas inilah calon anggota maupun anggota  mengenal secara utuh seluruh organ tubuh CU Besi. Dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Dan Pendas ini adalah titik awal agar anggota mulai membuka diri untuk belajar. Termasuk belajar pengetahuan keuangan.

CU Besi menyebutnya Pendas yang memberdayakan.  Dalam Pendas ini, ada delapan anak tangga yang harus dilewati oleh calon anggota maupun anggota. Delapan anak tangga itu adalah :1. Analisis Sosial (Ansos); 2.Sejarah, Struktur Organisasi, Badan Hukum (BH), Jaringan dan Mitra; 3. Prospek Tabungan; 4 Rencana Keuangan Keluarga (RKK); 5.Simpanan Anggota dan Tabungan untuk Umum; 6. Pinjaman (Alur Proses dan Jenis); 7. Perlindungan Simpanan dan Pinjaman; 8. Solidaritas Rawat Inap dan Dukacita.

Simpanan adalah Asset

Asset adalah sesuatu yang bernilai dan menghasilkan uang. Simpanan di Credit Union, khusus simpanan saham dan setara saham adalah asset. Ada tiga alasan sehingga simpanan anggota disebut asset.
Pertama simpanan menghasilkan uang.  Balas jasa simpanan di Credit Union umumnya di atas inflasi nasional, jika hasilnya dibawah inflasi nasional, maka simpanan ini bisa dikategorikan sebagai beban (leabilitas).
Kedua simpanan sebagai bukti kepemilikan. Jika seseorang berinvestasi di sebuah perusahaan, umumnya dihitung dari berapa lembar saham yang dia beli, sehingga pribadi ini disebut investor atau pemilik modal. Di Credit Union, bukti kepemilikan seseorang atas lembaga itu adalah sahamnya. Sama seperti di perusahaan, balas jasa atas investasi di Credit Union disebut deviden.

Ketiga, simpanan bisa menjadi agunan. Dalam konsep keuangan, sesuatu yang disebut jaminan adalah kemampuan atau sumber penghasilan kita, sehingga kita dianggap layak diberi pinjaman. Sedangkan agunan adalah asset bernilai yang bisa diuangkan jika jaminan kita bermasalah.  Agunan yang lazim dalam industri keuangan adalah properti (rumah dan tanah), barang berharga (emas batangan) dan surat berharga (sertipikat saham).

Di Credit Union, simpanan anggota adalah kategori asset yang bisa menjadi agunan ketika mengajukan pinjaman. Bukti kepemilikan atas asset (surat saham) adalah buku anggota dan simpanan setara saham (Duit Turus).

Sedangkan tabungan, misalnya tabungan Manda-Mandau bukan asset. Fungsi Manda-Mandau sama seperti tabungan di bank pada umumnya. Sehingga tidak bisa dijadikan agunan dan bukan bukti kepemilikan anggota atas organisasi Credit Union.

Sama seperti di bank, buku tabungan bukanlah tanda bukti kepemilikan kita atas bank tersebut. Namun bukti kepemilikan saham kita adalah sertipikat saham yang diterbitkan oleh bank tersebut.
Setiap akhir tahun, bank tempat kita berinvestasi akan mengundang kita dalam Rapat Pemegang Saham (RPS). Di Credit Union, setiap awal tahun kita diundang untuk menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Baik RPS maupun RAT memiliki esensi yang sama. Jika RPS adalah forum direksi untuk menyampaikan laporan dan rancangan program baru kepada investor, RAT adalah forum pengurus untuk menyampaikan laporan dan rancangan kerja kepada anggota (investor).

Anggota dan investor hanyalah soal terminology (istilah) namun memiliki pengertian yang sama. Yaitu sama-sama memiliki lembaga tempat mereka menanamkan uang. Inilah yang menjadikan alasan, sehingga CU di Kalimantan Timur seringkali dikenal dengan istilah “Bank Dayak.”
Bedanya, kalau bank dimiliki oleh kelompok yang sudah jadi konglomerat, sedangkan Credit Union dimiliki oleh orang-orang yang akan menjadi konglomerat.

Daftar  Nama  Pendiri Credit Union Betang Asi (Peserta Strategic Planning CU Betang Asi), ada 53 orang:
Wihelmus Y. Ndoa – Jalan Bondang Palangka Raya; Petrus Rahail – Jalan Kelut Palangka Raya; Domingos Neves – Jalan Sapan I A No.132 P. Raya; Yusuf Wahyu Purwanto, SE – Jalan Agung No.02 Palangka Raya; Gunadi – Jalan Kinibalu No.019 P. Raya; Karna Sophia S. – Jalan Rinjani No.25 Palangka Raya;
Bambang Wigono – Jalan Tjilik Riwut Gg Ponco Wati I/No.3 Palangka  Raya; Veronica Pudji Lestari – Jalan Rajawali II/ N0.20 A Palangka  Raya; Adhi Wijaya – Jalan Bangka No.08 Palangka  Raya; Leani – Jalan Ranying Suring  No.26  P. Raya; Empas Basen – Jalan Bangka No.08 P. Raya; Abdon W. – Jalan P.Samudra  No.01 Banjarmasin; Agustinus M. Kurniawan – Jalan Keramaian No.07 Banjarmasin; Drs. T.T Suling – Jalan Langsat No.24  P.Raya; Drs. Nicolas Uda, Bsc, MM – Jalan Seth Adji No. 115 P.Raya; Justin Patianum, BA – Jalan Karakatau No. 15 P.Raya; Rumsue Sanggah – Jalan Sanggabuana No.110 P. Raya; Dra. Riassy Christa Usop – Jalan Punai No.15 P. Raya; Sepmiwawalma – Jalan Sanggabuana II Gang Batu Hurun No. 22  Palangka Raya; Matheus Pilin – Jalan Budi Utomo Blok  A No.05 Pontianak; Antonius Anyu – CU Sumber Rejeki Ampah; Ethos H.L. – Jalan Sanggabuana II Gang Batu Hurun No. 22 Palangka Raya; Diren R.L. – Jalan Sisingamangaraja I. No.116 Palangka Raya; Robby Julianto S. – Jalan Kinibalu No.116 Palangka Raya; Marlina – Jalan Ranying Suring Palangka  Raya; Tara Lisa – Jalan Lawu No.059 Bukit Hindu P. Raya; Efreim Antang – Jalan Lawu Bukit Hindu Palangka Raya; Tomy Harjo – Jalan Arut No.11 Palangka Raya; Yanthi M. Djinu – Jalan Sulawesi  Gg. Nusantara P. Raya; Rosana Amalia – Jalan Kini Balu No. 303 Palangka Raya; Betsy Akop – Jalan Kerinci No. 489 C Palangka Raya; Katiman – Jalan Menteng VI/No.01  P. Raya; Sterman Nyahu – Jalan Nusa Indah No.28 Kuala Kapuas; Pedryn – Talangkah Katingan Kasongan –Kab. Katingan; Amu Lanu A. Lingu – Jalan Aries No.018, Amaco Palangka Raya; A. R. Mecer – Jalan Sintang Komp. UNTAN P.6 Pontianak; Stefanus Dh. Mangu – Jalan Betet No.20 Palangka Raya; Anton Sunaryo – Jalan Garuda XI No.12 Palangka Raya; Petrus Budi Yanto, Jalan Bukit Kaminting Gang Bukit Mentari P.Raya; Ir. Abel Gawei, Jl. Tjilik Riwut No. 20 Palangka Raya; Andreas H. Saputra – Jalan Anggrek I/ No. 123 P. Raya; Margaretha – Jalan Rinjani No.8A Palangka Raya; Rm. A. Dodik. R -  Jalan Lambung Mangkurat No.40  Banjarmasin; Gregorius Doni, SPd – Jalan Tamangung Tilung XII No.34 Palangka Raya; Drs. Munaldus, MA – Jalan Pernama Komp. Purnama Permai F.05 Pontianak; Longgor, SE – Jln. Gajah Mada No. 17 A Palangka Raya; Drs. F.X. Manesa, MPd – Jalan Bukit Raya XII No.01 Palangka Raya’ Natalius – Jalan Pangeran Samudera III/ No.19 P. Raya; Elisabeth S. – Jalan Belibis No.16  Palangka Raya; Novita Angeline Dj. – Jalan Kinibalu 116 Bukit Hindu Palangka Raya; Ambu Naptamis Hanyi, SH – Jalan Sepakat V No. 7G Kompleks Bangas Permai– Palangka Raya; Marchony – Jalan Sanggabuana II Gang Batu Hurun No.22 Palangka Raya; Mastuati, SH – Jalan Sepakat V No.97 G Kompleks Bangas Permai– Palangka Raya.

 Sumber tulisan: Sepmiwawalma

Ambu: “Kita Mengangkat Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Credit Union”

Written By Fidelis Harefa on Tuesday, March 26, 2013 | 1:16 AM

Sepuluh tahun yang lalu, merupakan momentum yang berharga bagi penggiat gerakan ekonomi kerakyatan (baca Credit Union). Berawal dari gagasan dan pengalaman yang telah di lakukan di Kalimantan Barat, muncul ide serupa untuk membangun dan mengembangkan lembaga yang sama dari sisi ekonomi dan sosial masyarakat yang ada di Kalimantan Tengah, khususnya di Palangka Raya dan sekitarnya.

Aula Nazaret, kompleks gereja Katolik Santa Maria, Palangka Raya menjadi saksi bisu dari sejarah ini. Rabu, 26 Maret 2003 menjadi titik awal dari Kopdit CU Betang Asi berdiri. Sebagai pelaku sejarah, Ambu Naptamis ketua terpilih periode 2012-2014, tentu mempunyai pandangan dan pemikiran yang positif sebagai refleksi 10 tahun CU Betang Asi.

Bertempat di kantor Lembaga Dayak Panarung (LDP), penulis berkesempatan mewawancarai advokat  yang juga anggota pengurus dari BKCUK pada 21 Maret lalu, berikut petikannya:

Dilihat dari sisi gerakan ekonomi kerakyatan, bagaimana anda memandang 10 tahun perjalanan CU Betang Asi?

Sebagai latar belakang lahirnya gerakan CU, secara khusus CU Betang Asi adalah terpinggirkannya orang-orang lokal dalam hal ini di Kalimantan Tengah, Masyarakat Adat Dayak. Belajar dari tempat lain, seperti di Kalimantan Barat bahwa  melalui gerakan CU sebagai alat untuk mengorganisir masyarakat terutama kelompok-kelompok yang termarginalkan/ menengah ke bawah untuk mengorganisasi diri untuk saling membantu, saling tolong menolong di dalam suatu sistem yang sekarang namanya Credit Union Betang Asi.

Sejak awal kita pahami bahwa gerakan CU disamping membantu diri sendiri juga membantu saudara kita yang lain dalam suatu sistem. Bisa kita bayangkan kalau semakin banyak anggota bergabung dengan semangat, motivasi, latar belakang ia bergabung dengan CU Betang Asi, menolong dirinya sendiri sekaligus ia menolong saudara-saudaranya yang  lain. Dapat kita bayangkan pergerakkan masyarakat ini khususnya di sektor keuangan/ ekonomi yang kita kenal dengan gerakan ekonomi kerakyatan.

Selama 10 tahun ini apa saja prestasi yang telah dicapai dari CU Betang Asi 

Yang pasti, mendorong, menyadarkan bahwa berjuang untuk  hidup yang lebih baik harus di lakukan secara kolektif tidak akan dapat dilakukan jika sendiri-sendiri. Sejarah juga membuktikan melalui Credit Union. Di CU Betang Asi menunjukkan itu, dengan bergabung di organisasi ekonomi dapat mengangkat secara bersama, melalui CU gerakan kolektif dilakukan.

Kebijakan apa yang telah dibuat pengurus yang pro terhadap masyarakat lokal?

Kebijakan afirmatif, prioritas pengembangan. Ini menjadi keberpihakkan dan komitmen dari gerakan CU, bahwa CU itu untuk kelompok orang-orang miskin,  CU Betang Asi konsisten dengan itu dan di kaitkan pada pengembangan di daerah-daerah pedalaman yang relatif masyarakatnya kurang akses ke lembaga-lembaga keuangan/ pemberdayaan.

Selain pengembangan ke pelosok-pelosok apa kebijakan lainnya?

Kita mengangkat kearifan lokal dalam pengembangan Credit Union, itu kita terjemahkan di dalam produk-produk, dalam motivasi. Mengkombinasikan ajaran dari Credit Union yang bersifat universal dengan kearifan dan ajaran lokal yang sejalan dengan nilai-nilai dan ajaran-ajaran dari gerakan CU, tampaknya ini sungguh menyentuh dan mengena di hati anggota dan calon anggota.

Dalam menggunakan aksi-refleksi, selama 1 0 tahun ini, apa yang harus tetap kita ingat dan kita refleksikan?

Satu, apa yang menjadi latar belakang, melahirkan, menumbuhkan dan mengembangkan dari CU adalah kepedulian terhadap kemiskinan yang ada, yang terpinggirkan, marginalisasi. Ini menjadi motivasi, khususnya di CU Betang Asi, kalau kita belajar sejarah demikian juga yang terjadi di Jerman.

Ini harus tetap di jaga semangat, keberpihakan, nilai-nilai dari gerakan Credit Union. Betang Asi harus tetap konsisten ke depan menjaga semangat ini. Salah satu yang membedakan karakteristik CU dari lembaga-lembaga yang lain adalah keberpihakkan ini.

Tantangan terbesar agar CU Betang Asi menjadi lembaga yang abadi, sesuai visi/ misi?

Menjaga keberpihakkan dan semangat dari koperasi yaitu kemandirian dan keswadayaan

Dalam proses 10 tahun pengalaman yang paling berkesan dan selalu diingat?

Pada cerita duka, awalnya   orang memandang koperasi ini skeptis karena pengalaman-pengalaman buruk yang di lakukan oleh koperasi yang salah kaprah. Itu memunculkan komentar-komentar minor terhadap koperasi.

Kebanggaannya, pada saat RAT kita melihat antusias anggota yang hadir, terutama di TP-TP dan tidak hanya dihadiri kelompok2-kelompok tertentu dan bermacam-macam. Termasuk juga dihadiri oleh para pejabat-pejabat, ini mengindikasikan gerakan ini sudah diakui eksistensinya.

Harapan dan ucapan selamat ulang tahun dari anda?

Kepada Kopdit CU Betang Asi, selamat ultah yang ke-10. Kita harus tetap mengingat apa yang menjadi jati diri gerakan CU, kita tetap menjaga sampai kapanpun karena itu yang membedakan gerakan koperasi dan CU dengan lembaga keuangan yang lainnya, dengan misinya yang mulia bergerak di aspek sosial, bergerak di aspek ekonomi. Tidak cukup hanya bergerak di aspek sosial kalau tidak bergerak di aspek ekonomi, juga tidak cukup bergerak di ekonomi tapi harus juga memperhatikan aspek-aspek sosialnya.

Sumber tulisan dan foto: Rokhmond Onasis
 
Copyright © 2009. CU Betang Asi | Lembaga Keuangan Masyarakat Dayak - All Rights Reserved
Palangkaraya - Kalimantan Tengah
Proudly powered by Blogger
Re-designed by Fidelis Harefa