Headlines News :

Terbaru

Betang Asi Lakukan Pra BP

Written By rokhmond onasis on Monday, November 14, 2016 | 11:08:00 PM

Monitoring Dilakukan Secara Estafet


Orang bijak bertutur, jika kita sudah melakukan perencanaan, maka 50% pekerjaan yang kita lakukan sudah berhasil.

Penuturan ini sejalan dengan yang dilakukan Kopdit CU Betang Asi. Terhitung sejak tanggal 7-17 Nopember di akhir tahun ini, berkomitmen melakukan pra Business Plan (BP) yang lebih di kenal dengan perencanaan bisnis untuk tahun 2017.

Kegiatan selama 10 hari ini di lakukan secara estafet di masing-masing tempat pelayanan. Terbagi dalam beberapa tim, manajemen dan pengurus melakukan kunjungan di 11 titik pelayanan kopdit CU Betang Asi.

Monitoring akhir tahun yang mesti dilakukan sebagai tugas pengurus, berjalan bersamaan dengan kegiatan ini. Keterlibatan semua pengurus yang tercatat melakukan monitoring yaitu Ambu Naptamis, Gregorius Doni Senun, Bambang Mantikei, F.X Manesa, Karna Sophia Sihombing,  Dominggus Neves, Sewantapuja, Julius Langkah dan Gimmak Bulinga. Sedangkan dalam pelaksanaan pra perencanaan bisnis di tahun 2017 dipimpin langsung oleh manajemen yaitu Ethos H. Lidin, Leani, Andika Harianto dan Yohanes Changking.

Tempat pelaksanaan dimulai dari wilayah pelayanan terluar dari Kopdit CU Betang Asi yaitu Tumbang Sangai. Dilanjutkan ke Sepang Kota, Pulang Pisau, Kasongan, Kuala Kurun, Tumbang Malahoi, Kuala Kapuas, Pujon, Telok dan diakhiri di kantor pusat Palangka Raya. Dari pantauan di lapangan, khusus TP Batuah Marajaki melakukan kegiatannya di aula kantor pusat Palangka Raya.

Kegiatan ini sebagai penjajakan awal dan pelibatan secara mendalam kolektor dan aktivis yang diundang. “Ini akan menjadi model baru bagi Kopdit CU Betang Asi sehingga sejak awal keterlibatan kolektor, aktivis dan penggiat CU untuk keberlangsungan kopdit CU Betang asi,” kata Gregorius kepada penulis.

Pra BP dan Monev TP BM

“Kami memilih untuk tempat di aula kantor pusat, Palangka Raya sehingga peserta dapat merasakan kepemilikan bersama,” ungkap Esti Vetra Kasih, Manajer Tempat Pelayanan Batuah Marajaki (TP BM) kepada penulis saat ditemui pada (14/11) di Palangka Raya.

Esti panggilan akrabnya menambahkan bahwa di Petuk Liti dan Timpah belum ada ruangan yang cukup representative sehingga panitia memilih di Palangka Raya yang tetap mudah di jangkau peserta.

Transparansi program kerja dan target pencapaian di tahun 2017 menjadi titik tolak pelaksanaan kegiatan yang dilakukan selama ½ hari pada Senin lalu, ungkap perempuan beranak satu ini. Semua aktivis dan kolektor yang ada di wilayah TB BM duduk bersama, sehingga penyusunan sejak awal di libatkan. Diharapkan persiapan dan pelaksanaan program yang akan dilaksanakan pada tahun buku 2017 bisa berjalan baik.

Ada 19 orang yang hadir dalam kegiatan. Walaupun panitia telah mengundang 28 orang, namun beberapa peserta berhalangan hadir karena ada acara keluarga yaitu pernikahan keluarga mereka di kampung.

Monitoring dan evaluasi di pandu oleh pengurus yang ditunjuk yaitu Gregorius Doni Senun dan Karna Sophia Sihombing. Sedangkan Pra BP di pandu Leani Deputy GM, Leani yang berpasangan dengan pengurus yang hadir. Sejumlah kolektor yang hadir pada acara ini yaitu Sulang Enus dari Bahu Palawa; Yuhani dari Pamarunan; Uan dari Balukon; Nadie A .Gasan dari Parahangan; Latih dari Manen Panduran; Jemi Y. Dasi dari Manen Kaleka; Idoe dari Lawang Uru; Muliadi B.Ganti dari Hanua; Mahing U.Ranying dari Lahei Mangkutub; Sadie F. Mahin dari Tumbang Muroi; Bener I. Daniel dari Aruk; Hernalisa Gaman dari Tumbang Randang; Heriyudi Tindun dari Petak Puti.

Adapun kolektor yang tidak hadir berasal dari kampung Bukit Bamba, Lawang Kamah, Lungkuh Layang, Danau Pantau dan Batapah. Namun, aktivis dari Bukit Liti, Duyan J. Anggen; dari Bahu Palawa, Yoprin dan Lilis Hastari; dari Lahei Mangkutub, Fiter Boy; dari Bukit Liti, Heri Tuah; dari Sei Gawing Boyanto, hadir dan berkomitmen mengikuti kegiatan hingga selesai. Kampung Tuwung, dan Lawang Uru tidak mengirimkan perwakilan dalam pertemuan ini.

Dalam salah satu diskusi yang mengemuka adalah akan turunnya jasa simpanan produk unggulan di Kopdit CU Betang Asi di tahun 2017 ke depan. Tentu pertimbangan yang matang di jalankan semua pengambil keputusan sehingga hasil final yang akan diputuskan bersama dapat diterima semua anggota.

Kegiatan yang dilakukan dari pukul 9 pagi sampai 5 sore ini menghasilkan beberapa catatan terkait turunnya balas jasa pinjaman hingga 1,5%, balas jasa simpanan hingga 12%. Juga terungkap adanya pertumbuhan anggota yang tidak ideal dari analisa PEARLS sehingga mesti di jalankan strategi jitu pada tahun 2017 mendatang.

Sumber Berita: Rokhmond Onasis; Sumber Foto: Kopdit CU Betang Asi

Pelatihan CO Bagi Gerakan CU

Written By rokhmond onasis on Wednesday, October 26, 2016 | 5:44:00 PM

Tidak kurang dari 60 orang terlibat aktif di salah satu sudut kota Pontianak, jalan Gusti Hamzah. Sekelompok orang ini berkumpul bersama untuk mendapatkan ilmu dan praktek mengenai pengorganisasian komunitas yang di pusatkan di Wisma Marie Josef. Tempat ini sering disebut Wisma KFS Pontianak.

Pelatihan di pandu oleh bagian pendidikan dari Pusat Koperasi Kredit Badan Koordinasi  Credit Union Kalimantan (Puskopdit BKCUK) dengan fasilitator yang sudah pengalaman di bidang pengorganisasian komunitas.

Acara bertajuk Community Organizer (CO) Training  dilaksanakan selama 3 hari (6-8/10) lalu. Kopdit CU Betang Asi yang termasuk dalam jaringan BKCUK diwakili oleh 6 orang yang mewakili beberapa Tempat Pelayanan (TP) yaitu Yupersi, Andri, Wayan, Asep, Yoyo dan Saluh. Pengurus di wakili oleh Gregorius Doni Senun.

Pelatihan ini meninggalkan catatan tersendiri dari Yupersi yang diceritakan kepada penulis saat ditemui di kantor TP Batuah Marajaki, Petuk Liti, Pulang Pisau pada (21/10) ia merasa senang mengikutinya, terutama pada hari ke-3.

“Di hari ketiga kami di berikan materi oleh fasilitator mengenai peluang usaha masyarakat. Sejak pagi mulai pukul delapan hingga lima sore. Di hari sebelumnya kami lebih banyak berdiskusi terkait apa itu community organizer” jelasnya.

Dari informasi yang dikumpulkan penulis peserta berasal dari pengurus, pengawas, manajemen BKCUK. Juga, CU-CU yang mengirimkan utusannya untuk mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Asep Nanda P dari Yayasan Satunama, Yogyakarta.

Pada hari pertama fasilitator mengajak peserta untuk perkenalan, menggali harapan dan kekuatiran, di kenalkan alur proses pelatihan, kesepakatan kontrak belajar dan melakukan pre test dilanjutkan materi terkait Hak Asasi Manusia (HAM) dari bidang Ekonomi Sosial dan Budaya (EKOSOB).

Lebih rinci Asep menekankan manusia & perjuangan pemajuan hak asasinya; prinsip & mekanisme kerja komite hak EKOSOB PBB Unit; isi konvenan internasional tentang hak EKOSOB dan kewajiban negara  tentang hak EKOSOB.

Sedangkan dihari kedua, peserta diajak untuk mengenal analisis sosial untuk mengenal masyarakat dan menelaah prinsip-prinsip ansos. Selanjutnya, materi sampai pada arti dan makna dari CO; mengenali akar ketidakadilan di masyarakat; konsep & prinsip-prinsip CO; strategi & teknik pengorganisasian masyarakat dan menata organisasi & membangun sistem bagi keberlanjutan organisasi rakyat.

Di hari ketiga peserta diajak untuk memahami livelihood & perencanaan yang berkaitan dengan pengenalan konsep & definisi livelihood; kerangka livelihood; panduan proses fasilitator; tools & skills sustainablelity livelihood dan membuat perencanaan.

Di akhir pelatihan peserta diajak untuk membuat penelitian kecil kepada anggota dengan menjawab,usaha apa yang sudah ditekuni?. Mengapa tidak bisa berjalan? Jawaban dari hasil penelitian dapat diputuskan untuk menjalankan usaha tersebut.

Yupersi menyampaikan bahwa fasilitator lebih banyak diskusi dengan peserta. Padahal, salah satu keinginannya usai mengikuti pelatihan ini untuk berbagi pengalaman mengelola suatu kelompok dan membentuk suatu usaha sehingga berhasil.

Saat sekarang pria berambut ikal ini menjadi pendamping pada kelompok budidaya ayam petelur dan ia sudah mengunjungi tempat budidaya tersebut dan berminat untuk mengembangkannya. Ia sudah melakukan sosialisasi di desa Pamarunan, Pulang Pisau. Pembentukan kelompok akan dicoba dengan melakukan penggalian apa usaha mereka, kendala apa, sebab akibat yang ditimbulkan serta modal yang diperlukan.

Catatan menarik dari Yupersi berikutnya, terlalu banyak waktu untuk penggalian ansos, sehingga materi yang ditunggu-tunggu pada hari ketiga terasa sedikit waktunya. Padahal sejak hari pertama peserta pelatihan sangat bersemangat.

Lantas apakah seorang organizer yang mempunyai ilmu dan ketrampilan memfasilitasi, pembentukan organisasi rakyat dan mampu menganalisa potensi-potensi yang ada di masyarakat bisa di ciptakan?

Pertanyaan ini mesti dijawab oleh peserta pelatihan. Tentu syarat-syarat pengorganisasian sudah dipenuhi yaitu memihak rakyat jelata, memiliki empati terhadap permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat, memiliki kematangan dan kedewasaan yang dapat diandalkan, tulus, ikhlas, jujur, berani dan memiliki komitmen yang tinggi, kreatif dalam segala hal pemecahan masalah. Tidak kalah penting, pengorganisir harus berintegrasi dengan kelompok/ komunitas secara terus menerus.

Semoga hasil pelatihan selama 3 hari diwujudkan dengan aksi nyata peserta menciptakan peluang usaha bagi anggota CU. Sehingga, mendapatkan penghasilan tambahan. Usaha baru ini mesti ramah lingkungan (juga) sosial.

Sumber tulisan: Rokhmond Onasis; Sumber foto: PUSKOPDIT BKCUK.

TP TBS dan BM Lakukan Kunjungan Usaha Produktif

Written By rokhmond onasis on Tuesday, October 25, 2016 | 6:39:00 PM

Ketika ada dua Tempat Pelayanan (TP) Kopdit CU Betang Asi bersama melakukan kunjungan ke tempat usaha produktif tentu menarik. Ada alasan dan tujuan yang mesti di lakukan untuk kemajuan anggota.

Baru-baru ini pada (7/10) lalu Kopdit CU Betang Asi TP. Tahasak Batu Sepan (TBS), Pujon dan TP Batuah Marajaki (BM), Petuk Liti. Rombongan yang dikoordinir oleh manajemen dari ke dua TP yaitu Junaedi  dari TP TBS dan Esti Vetra Kasih dari TP BM.

Ada 43 orang yang mengikuti kunjungan ini. Semuanya tentu anggota kopdit CU Betang Asi, 30 Orang dari TP.TBS dan 13 orang dari TP BM.  Kesemuanya sudah memiliki usaha produktif .

“Tujuan dari kegiatan ini adalah anggota dapat menangkap dan memanfaatkan peluang–peluang usaha yang ada di sekitarnya, dan dapat mulai membangun usaha baru yang sifatnya berkelanjutan dan mudah dilakukan ,” jelas Junaedi.

Manajer muda ini menambahkan, usaha produktif yang dilakukan tidak hanya mengandalkan satu jenis usaha yang ada apalagi yang sifatnya tidak dapat di perbaharui. Sehingga rombongan diajak ke 2 tempat percontohan usaha produktif sudah berhasil dan ramah lingkungan.

Usaha produktif yang dipilih adalah budidaya ayam petelur dan ikan. Pengelola dari usaha ayam petelur adalah Romo Subandie, penasehat dari kopdit CU Betang Asi. Lokasi budidaya ayam petelur ini ada di desa Pilang, Pulang Pisau.

Dalam penjelasan yang disampaikan Romo Bandi kepada rombongan pentingnya untuk pemilihan jenis bibit, pakan, air, sanitasi cahaya dan sirkulasi udara. Romo yang memiliki 500 ekor ayam petelur ini menekankan pemasaran dari hasil telur ini mudah. Bicara kualitas, masyarakat lebih senang karena telur tersebut baru di produksi. Sebagai makanan pengganti daging telur selalu dicari masyarakat hampir setiap hari. Serta untuk pembuatan bahan campuran pembuatan kue, roti dan makanan ringan lainnya.

Terkait modal awal, usaha ayam petelur ini tidak memakan biaya mahal. Untuk pembuatan kandang kita bisa memanfaatkan jenis kayu dan bambu yang ada disekitar kampung. Belum lagi pendapatan tambahan dari usaha ini mencapai rata-rata 7 hingga 8 juta per bulan dari hasil  penjualan telur ayam.

Selain telur, manfaat lain anggota bisa menggunakan kotoran ayam sebagai pupuk bagi semua jenis tanaman sayuran, lombok dan buah-buahan seperti yang rombongan temui di sekeliling kandang saat itu. Tanaman jagung yang ditanam disekitar kandang atau lahan yang kosong. Apabila panen, buah jagung tersebut bisa dimanfaatkan untuk salah satu campuran jenis bahan pembuatan pakan ternak ayam.

Usaha produktif kedua yang tidak kalah menarik adalah budidaya ikan. Usaha ini di kelola oleh “KAMETAK” yang ada di Desa Gohong Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. KAMETAK adalah nama salah satu usaha kelompok yang sudah berjalan dan merupakan kelompok binaan Kopdit CU Betang Asi.

Rombongan diajak untuk melihat 8 kolam. Dari penjelasan Damianus Kartiman, pemilik kolam anggota dapat melakukan panen 2 kolam dalam setiap 2 bulan dan bisa mendapatkan hasil panen ikan jenis Patin dalam kurun waktu 6–7 bulan masa produksi. Dari ukuran kolam 10x30 meter berkapasitas antara 4.000 – 5.000 ekor bibit ikan dapat menghasilkan keuntungan bersih rata-rata 8–9 juta rupiah per kolam.

Dalam penjelasannya Damianus menekankan pentingnya pemilihan jenis bibit ikan yang di pelihara, jenis/ pemberian pakan, PH air dan Kandungan zat dalam air.  Sehingga berdampak pada hasil panen yang bagus dan pemasaran ikan juga mudah.

Dari kunjungan yang dilakukan selama ½ hari tersebut manfaat lain yang dirasakan anggota adalah mereka membuat jaringan keterikatan pemanfaatan dari usaha tersebut. Salah satunya adalah membuka pemasaran ke daerah–daerah atau ke sesama anggota CU yang membutuhkan.

 “Kami berharap, semangat dan jiwa membangun usaha produktif Anggota CU dapat tumbuh, sehingga bisa membangun pendapatan baru bagi keluarga dengan cara baru yang lebih ringan tanpa harus bekerja keras tetapi bekerja cerdas,” pungkas Junaedi.

Sumber foto dan tulisan: Manajer TP TBS.

5 Tips Jitu Menabung bagi yang Bekerja Sekaligus Kuliah

Written By rokhmond onasis on Tuesday, October 18, 2016 | 7:02:00 AM

JAKARTA, KOMPAS.com - Apakah kamu seorang pekerja yang menjalani kehidupan kedua sambil kuliah? Ada banyak keuntungan yang akan dapat kamu peroleh ketika berhasil menjalani dua kehidupan seperti itu sekaligus dan lulus mendapatkan gelar yang kamu idamkan.

Ketika kamu bekerja sekaligus menjalani kuliah, ada dua faktor besar yang harus kamu kelola dengan baik: waktu dan uang.

Manajemen waktu merupakan salah satu tantangan besar yang harus kamu hadapi, jadi biarkan pihak atasan di tempat kamu bekerja maupun pihak kampus mengetahui keadaan kamu yang bekerja sambil kuliah.

Soal uang, ada beberapa tips menabung yang bisa kamu terapkan berikut:

1. Siapkan sebagian penghasilan untuk disisihkan

Bagi kamu yang belum mulai menyisihkan penghasilan kamu, maka mulailah lakukan sekarang. Ini merupakan salah satu langkah dasar dalam membentuk setiap tabungan, seperti tabungan dana darurat ataupun tabungan pensiun. Idealnya, kamu menyisihkan 10 persen hingga 20 persen per bulan. Jika bisa lebih, tentu akan lebih baik.

2. Coba cari beasiswa

Beasiswa merupakan salah satu usaha yang perlu dilakukan kalau kamu ingin memotong biaya kuliah. Namun, perlu diingat bahwa beasiswa bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh oleh siapa saja. Selain itu, tidak semua kampus menyediakan beasiswa penuh. Ada juga yang hanya memotong sebagian uang kuliah, sehingga tetap saja kamu perlu menyiapkan dana tabungan untuk kuliah.

3. Jalani hidup hemat

Agar tabungan kamu bisa bertambah lebih kencang, jalan lain yang bisa kamu lakukan adalah memotong pengeluaran kamu. Kamu bisa mencoba untuk mencari berbagai tips hidup hemat yang menyenangkan dan tidak mengganggu gaya hidup kamu. Jangan lupa jadikan kuliah sebagai motivasi kamu hidup hemat agar kamu bisa disiplin menerapkannya sehari-hari.

4. Pertahankan performa di tempat kerja

Tetaplah bersemangat di lingkungan kerja kamu yang sekarang. Tergantung jenis kompensasi karyawan yang kamu terima, kamu tentu akan mendapat insentif atau bonus yang lebih tinggi jika kerja kamu bagus. Bukan itu saja, saat kamu nantinya lulus kuliah, perusahaan bisa jadi memberikan penghargaan kepada kamu berupa promosi dan kenaikan gaji karena kualitas pekerjaan kamu semakin baik.

5. Coba rintis usaha sampingan

Langkah terakhir untuk mempercepat tabungan kamu terisi, ya tentunya dengan menambah sumber pemasukan. Salah satu caranya adalah dengan membuka usaha sampingan bermodal kecil, seperti bisnis catering atau bisnis gerobak makanan. Untuk bisnis dengan skala yang tidak terlalu besar, modal yang perlu kamu keluarkan bahkan tidak perlu hingga tembus Rp 10 juta.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com

Pentingnya Financial Literacy

Written By rokhmond onasis on Friday, September 23, 2016 | 3:36:00 AM

Apa itu financial literacy?. Apa pentingnya bagi kami?. Pertanyaan ini sering diungkapkan peserta pendidikan CU di Kopdit CU Betang Asi. Banyaknya pertanyaan ini terungkap saat informasi Financial Literacy (FL) akan di berikan bagi anggota yang sudah melakukan pendidikan wajib-1 (baca pendidikan Credit Union)

Selama 2 hari pelatihan FL akan diberikan oleh fasilitator yang di tunjuk bagian pendidikan dan pelatihan Kopdit CU Betang Asi. Materi yang disampaikan mengacu dari pelatihan yang telah di lakukan oleh jaringan Asian Confederation of Credit Union (ACCU) yang berkantor di Bangkok, Thailand dan diadopsi oleh Badan Koperasi Credit Union Kalimantan (BKCUK).

Financial Literacy adalah kemampuan untuk memproses informasi-informasi keuangan untuk menetapkan keputusan dalam pengaturan keuangan pribadi. Bagaimana meningkatkan aset, merencanakan pensiun, meminjam  dengan bijaksana, meningkatkan tabungan dari kesadaran dan rencana individu.

Pentingnya FL di terapkan untuk memahami dan mampu melakukan internalisasi terhadap misi Credit Union, menolong orang agar dapat menolong diri mereka sendiri (helping people help themselves), menganalis produk dan pelayanan Credit Union sebagai solusi masalah keuangan anggota atau sebagai kebutuhan pada tiap tahap kehidupan anggota.

Hal lainnya, untuk mempelajari bagaimana menciptakan kesejahteraan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, mengartikulasikan aturan manajemen keuangan, mempraktekkan cara menabung yang baik, menunjukkan kebutuhan akan dana darurat.

Tidak kalah pentingnya FL juga berguna untuk menetapkan jalan membangun kesejahteraan bagi para anggota, mengilhami anggota agar merencanakan tahap-tahap kehidupan mereka dan membangun keterampilan dalam membuat anggaran pribadi.

Dari pernyataan presiden Obama pada 31 Maret 2011 terungkap bahwa, pulihnya Amerika dari krisis ekonomi terburuk dalam beberapa generasi. Tidak kalah penting daripada sebelumnya untuk memiliki pengetahuan tentang konsekuensi dari keputusan keuangan.

Ungkapan ini bermakna, sekitar 65% beberapa anak-anak siswa terkejut dan tidak mengerti dari proses pinjaman yang terjadi pada mereka. Ada 4 dari 5 orang dewasa mendapatkan keuntungan tambahan dari jawaban yang diberikan oleh konsultan keuangan profesional kepada mereka. Bahkan, 42% memberikan nilai C, D atau F kepada diri mereka sendiri terkait pengetahuannya untuk bidang keuangan.

Dari sumber lain terungkap bahwa untuk mengajarkan FL kepada para anak-anak dimulai pada tahap pertama yang berusia 5-6 tahun  dengan mengajarkan mereka dapat mengerti akan konsep uang dan memberikan pemahaman bahwa uang dapat membeli sesuatu dan mendapatkan pelayanan dari penggunaan uang.

Tahap kedua, berusia 7-9 tahun, anak diajarkan untuk memulai kebiasaan menabung, bertanggung jawab untuk keputusan penggunaan uang dan memulai merencanakan tujuan keuangan jangka pendek.

Tahap ketiga, berusia 10-12 tahun, anak diajarkan untuk memahami transaksi keuangan yang dilakukan, nilai dari uang dan merencanakan tujuan keuangan mereka pada jangka menengah. Pada tahap keempat, anak berusia 13-15 tahun di ajarkan untuk membuat rincian biaya dan mengetahui tetang kartu pinjaman dan kartu tabungan.

Sedangkan pada tahap kelima, anak berusia 16-18 tahun anak sudah dapat memahami tentang investasi, peminjaman uang pajak dan asuransi, mengenalkan pekerjaan paruh waktu (menghasilkan uang) dan pengertian tentang rencana anggaran belanja keluarga. Pada kelima tahap ini orang tua harus memberikan pedampingan sesuai tahapan yang dijalani.

Anggota kopdit CU Betang Asi dapat meningkatkan keterampilan mengelola keuangan mereka dan mengikuti pelatihan FL. Setiap bulan akan diadakan di kantor pusat Palangka Raya dengan peserta minimum 20-30 orang. Peserta dapat mengikuti 2 hari tanpa dipungut biaya. Ayo segera daftarkan diri anda!.

Sumber gambar: https: mirshahi.wikispaces.com; sumber berita di sarikan dari berbagai media di internet.

Pengundian TAS 2016 TP.BB di Sei Hanyo

Written By rokhmond onasis on Wednesday, August 17, 2016 | 11:30:00 PM

“Mulai dari sekarang kita harus gemar menabung. Kebiasaan ini, untuk menjaga kondisi darurat. Untuk berobat, dan untuk penanganan sementara. Saya menghimbau perangkat desa dapat menyisihkan uang ke CU”.

Itulah pesan yang disampaikan Camat Kapuas Hulu, Yan Miler saat menyampaikan sambutan dalam rangka penarikan undian simpanan Tabungan Anak Sekolah (TAS) TB. 2016 Kopdit CU Betang Asi. Tempat Pelayanan Betang Batarung (TP.BB). Acara dipusatkan di halaman SDN-2 Sei Hanyo. Rangkaian acara berlangsung dari pagi hingga siang hari pada 17 Agustus 2016 lalu.

Pak Camat juga menyampaikan rasa bangganya. Ia mendorong Tempat Pelayanan Khusus (TPK) Kopdit CU Betang Asi dapat berdiri di Sei Hanyo. Menurutnya yang menjadi pertimbangan adalah anggota sudah mencapai hampir 1.000 orang. Potensi Kapuas Hulu terdiri dari 14 desa definitif dengan jumlah penduduk ada 11 ribu lebih per tahun 2015.

Sebelum acara pengundian, ternyata panitia sudah menyiapkan perlombaan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-71. Perlombaan ini diikuti oleh siswa putra dan putri yang bersekolah di Sei Hanyo. Perlombaan lari karung, sepeda lambat, lari membawa kelereng, tarik tambang dan lomba membaca teks proklamasi diikuti mereka dengan antusias.

Dalam pengantar sebelum pengundian dimulai, kolektor di Sei Hanyo dan sekitarnya, Apriady L. Djaga mengatakan anggota penabung TAS menjadi pendorong awal masuk pelayanan CU. Setelah tabungan mencukupi hingga mencapai 1,3 juta dapat di tarik untuk masuk sebagai anggota CU. “Secara kumulatif  tabungan anggota di wilayah Sei Hanyo hingga ke kecamatan Mandau Talawang ada ±7M.” jelasnya.

Acara pengundian di pandu oleh staf magang, Krisnita Yuliati sebagai MC. Pukul 11. 45 siang MC Memberikan kesempatan kepada Yanson untuk doa pembukaan. Selanjutnya, Yuli mengajak peserta menyanyikan lagu perjuangan ‘Hari Merdeka’ dengan posisi berdiri.

Masuk pada acara sambutan, mewakili pengurus, Deputy GM, Leani berharap semakin banyak anak-anak sekolah yang terlibat dalam pelayanan CU. Saat ini ada 143 orang yang akan diundi tabungan TAS. Leani juga berharap akan lahir anak-anak bangsa yang hebat untuk mengisi kemerdekaan RI dari Sei Hanyo. “Kita harus mengambil contoh dari negara Korea selatan yang merdeka pada tanggal 15 Agustus 1948. Mereka sekarang sudah menjadi negara yang maju,” ungkapnya.

Sedangkan sambutan dari kepala UPTD Kapuas Hulu, Ibu Rusinde,M.Pd menekankan pentingnya anak-anak sekolah dapat menyisihkan uang belanja dari orang tua, sehingga dapat ditabungkan ke CU Betang Asi. Perempuan ini mengatakan uang yang ditabungkan akan berguna membantu masuk ke SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. “Saya mempunyai 5 anak yang saat masuk sekolah sangat dibantu CU. Dengan pinjaman dari CU Betang Asi yang prosesnya juga cepat saya merasa tertolong.,” ungkapnya.

Perwakilan guru SDN-1 dan SDN-2 melakukan pencabutan nomor undian pertama kali untuk mendapatkan 10 jaket CU. Masing-masing mencabut 5 nomor undian. Berikutnya Kepala UPTD Kapuas hulu, mencabut 10 nomor undian yang mendapatkan 10 buah tas sekolah. Hadiah utama berupa 1 buah sepeda di cabut oleh Camat Kapuas Hulu. Pencabutan yang di lakukan diatas panggung bersama-sama di saksikan oleh Manejer TP BB, Yepta Diharja; Kolektor Kapuas Hulu Apriady L. Djaga; Deputy GM, Leani dan perwakilan guru, Siden S.Pd.

Elyaha Debora Sinta, dengan nomor TAS: 15045.05.001.160 menjadi anak yang beruntung mendapatkan hadiah utama. Usai pemberian hadiah utama TAS, acara dilanjutkan pemberian hadiah dan trophy pemenang lomba dipandu Yepta Diharja. Ia menyampaikan hadiah akan disampaikan ke pemenang undian TAS sesuai nomor yang telah dicabut.

Acara perlombaan hingga pengundian berakhir pada 12.45 siang. Di hadiri Kapolsek, DANRAMIL dan puluhan guru SDN-1 dan SDN-2 Sei Hanyo. Acara ditutup dengan doa penutup oleh Apriady L Djaga, yang sebelumnya dilakukan penandatanganan berita acara pelaksanaan undian.

Keterangan Foto: Camat Kapuas Hulu saat memberikan kata sambutan.

Sumber foto Erwin F. Mahin; Sumber berita: Rokhmond Onasis

Pengundian TAS TP.KP

Written By rokhmond onasis on Friday, August 12, 2016 | 8:07:00 AM

Sebanyak 928 anak sekolah berkesempatan sama untuk mendapatkan hadiah utama berupa 3 buah sepeda, 30 tas sekolah dan 30 jaket pada pengundian TAS dari Kopdit CU Betang Asi. Keanggotaan Tabungan Anak Sekolah (TAS) tersebut tersebar di di Tempat Pelayanan Kantor Pusat (TP.KP)  mencakup daerah kota Palangka Raya; TPK Kasongan, TPK Kapuas dan TPK Tumbang Sangai.

Pengundian dipusatkan di panggung utama Yayasan Siswarta Palangka Raya, komplek sekolah Katolik, jalan Bhayangkara kota Palangka Raya pada Jumat, 12 Agustus 2016. Acara dipandu oleh Curtina, staf magang di Kopdit CU Betang Asi. Sejak pukul 7.30 pagi puluhan anak sekolah dari jenjang SD dan SMP berkumpul di bawah 2 tenda berkursi plastik yang disediakan panitia.

Doa pembuka oleh F.A Suryanto, M.Or tepat diucapkan pada pukul 8 pagi. Selanjutnya Bruder Antonius sebagai pimpinan yayasan Siswarta Cabang Palangka Raya menyampaikan sambutan. Bruder mengatakan bahwa menabung penting untuk merencanakan masa depan. Anak-anak bisa diajarkan untuk menyisihkan uang pemberian orang tua mereka.

Kesempatan berikutnya Dominggus Neves dari pengurus Kopdit CU Betang Asi menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya Neves, panggilan akrabnya menekankan bahwa tujuan produk TAS supaya anak bisa tahu cara menabung dan menyisihkan uang.

Akhirnya tiba saat penarikan undian. Sebelumnya, Curtina membacakan syarat dan ketentuan yang berlaku untuk pengundian TAS supaya anak-anak dan guru-guru yang turut hadir dalam pengundian mendengar secara langsung dan memeriksa kembali buku yang ada di tangan mereka. Terpantau lebih dari 20 guru yang hadir dan puluhan anak yang turut memeriahkan acara pengundian.

Rita Sarlawa, Karna Sophia dan Milawati diberikan kesempatan pertama untuk mencabut masing-masing 10 nomor undian yang akan mendapatkan 30 jaket CU. Selanjutnya  Margaretha, Leli Chandra dan Yosi Monalisa melakukan penarikan untuk mendapatkan hadiah 30 tas ransel sekolah. Sedangkan Hartanti, Bruder Antonius dan Yuserto menarik masing-masing 1 nomor undian berhadiah sepeda.

Senyum manis terkembang dari salah seorang murid SD yang mendapatkan 1 buah doorprize sepeda dan langsung membawa sepeda turun dari panggung. Tidak hanya itu panitia juga menyiapkan 15 paket doorprize lainnya.

Di akhir acara Kopdit CU Betang Asi juga menyerahkan tali asih berupa paket alat tulis dan perlengkapan lainnya. Perwakilan pengurus menyerahkan kepada Bruder Antonius dan Milawati yang mewakili sekolah.  Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh ke-5 orang yang hadir pada acara pengundian pada pukul 10 pagi.

Adapun nama-nama pemenang yang mendapatkan undian dapat di lihat secara langsung di kantor dan tempat pelayanan CU terdekat di wilayah pengembangan kopdit CU Betang Asi.

Keterangan foto: pemenang doorprize saat mengambil hadiah

Sumber foto dan tulisan: Rokhmond Onasis.

Rapat Koordinasi Komite Pemberdayaan

Written By rokhmond onasis on Wednesday, August 10, 2016 | 7:49:00 PM

Kamis, 4 Agustus 2016, Komite Pemberdayaan CU Betang Asi mengadakan pertemuan berkala di kantor CU. Agenda pertemuan adalah mengevaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan termasuk pembagian wilayah dampingan. Rencana kegiatan pendampingan dari masing-masing anggota komite turut dirumuskan dalam pertemuan yang berlangsung hanya ½ hari.

Rapat dihadiri anggota komite untuk berkoordinasi. Pertemuan sekaligus konsolidasi ini juga dihadiri Yulius Langkah sebagai ketua komite pemberdayaan. Riro Harianto sebagai sekretaris, Herry Agus, Damianus, Frind Imanuel sebagai anggota komite. Yohanes Changking dan Silvester Suanda  dari bagian diklat dan litbang turut hadir untuk memberikan masukan.

Kelompok dampingan yang turut hadir dalam pertemuan berasal dari Kabupaten Katingan dan Kabupaten Pulang Pisau. Kedua kelompok ini memaparkan aktivitas yang telah dilakukan. Pertama, Kelompok MAJU BERSAMA yang bergerak dalam usaha pengelolaan karet kering. Awalnya kelompok beranggotakan 5 orang, namun yang aktif saat ini hanya 3 orang. Harga karet yang belum stabil dan cenderung menurun menyebabkan 2 orang anggota tidak aktif.

“Tantangan untuk berkembangnya jumlah anggota kelompok juga dipengaruhi produksi karet kering yang tidak stabil. Namun upaya pendampingan terus dilakukan supaya kelompok tetap bisa berjalan,” papar Herry Agus selaku pendamping kelompok.

Selanjutnya kelompok KAMITAK yang bergerak dalam budidaya ikan, di daerah Pulang Pisau beranggotakan 6 orang. Kelompok ini terorganisir cukup baik, hal ini bisa dilihat dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok.

“Kami melakukan pertemuan rutin yang diisi dengan acara pembahasan permasalahan yang dialami anggota sekaligus arisan. Untuk menopang kegiatan kelompok setiap anggota dikenakan iuran bulanan dan kontribusi biaya panen,” ungkap Damianus selaku pendamping.

Ia menambahkan, permasalahan yang dialami saat ini adalah kesulitan untuk memasarkan hasil panen ikan. Adapun ketentuan untuk iuran mengacu pada jumlah panen ikan yang dilakukan. Jika hasil panen diatas 1 ton dikenakan iuran Rp. 100.000,- sedangkan jika kurang dari 1 ton iurannya Rp. 50.000,-.

Dalam pertemuan ini menghasilkan tindak lanjut untuk kemajuan anggota dan realisasi program dari komite pemberdayaan antara lain melakukan pendekatan kembali kepada pihak perusahaan karet untuk memperoleh kepastian harga ditingkat pabrik terkait permasalahan kelompok pengelolaan karet kering.

Kedua,  akan  melakukan pemetaan hubungan yang saling menguntungkan antara pembibit dan pembudidaya sehingga hasil bisa dipasarkan secara lebih luas pada kelompok budidaya ikan. Ketiga, pendampingan lebih lanjut terhadap dua kelompok baru yang fokus pada kelompok pengelolaan karet kering dan Kelompok Budidaya Ikan. Kelompok BATU SANTAGI ada di Rungan Manuhing dan di Bereng Rambang, Kahayan Tengah nama kelompok belum disepakati. Keempat, pembentukan kelompok Usaha Rumahan berupa anyam-anyaman rotan di daerah Pulang Pisau.

Terkait wilayah pendampingan, anggota komite juga merumuskan pembagian wilayah kerja untuk mengoptimakan komite dalam bekerja. Pembagian ini berdasarkan Daerah Aliran Sungai (DAS). Di wilayah KAHAYAN didampingi oleh Yulius Langkah dan Riro Harianto. Di wilayah PULANG PISAU dan KAPUAS didampingi oleh Damianus. Di wilayah KATINGAN didampingi oleh Herry Agus dan di wilayah RUNGAN-MANUHING didampingi oleh Frind Imanuel.

Setiap pendamping akan menyampaikan laporan perkembangan kelompok dampingan diwilayahnya setiap bulan. Semoga tindak lanjut kegiatan ini dapat berjalan di lapangan dan anggota kopdit CU Betang Asi mempunyai usaha produktif yang ramah lingkungan dan ramah sosial.

Sumber tulisan dan foto: Riro Harianto.

HUT TP. TBS Ke-7 Tempati Kantor Baru

Written By rokhmond onasis on Saturday, July 30, 2016 | 7:36:00 AM

Setiap 25 Juli 2009, menjadi waktu yang istimewa bagi Kopdit CU Betang Asi Tempat Pelayanan  Tahasak Batu Sepan (TP TBS) di Pujon. Pada saat itulah berdirinya Tempat Pelayanan Khusus (TPK) Pujon. Berawal dari TPK Pujon anggota dan asset semakin bertambah. Perubahan TPK  menjadi Kantor Tempat Pelayanan (TP) TBS pada tanggal 14 Januari 2012 lalu.

Berbagai persoalan dan tantangan terkait kemajuan dan perkembangan lembaga maupun anggota TP TBS sudah dijalani. Sekarang TP TBS mempunyai anggota 2.030 orang per 30 Juni 2016. Perkembangan yang baik ini dari tahun ke tahun memerlukan pelayanan yang baik pula kepada semua anggota. Salah satunya Kantor Pelayanan yang memadai.

Beralamat di Jl. Damang Eithel Rabu RT. 6 Desa Pujon Kantor TP TBS yang baru diresmikan. Kantor ini sebelumnya merupakan rumah milik anggota Kopdit CU Betang Asi TP TBS dari Desa Dandang. Namun, tidak ditempati oleh pemiliknya. Rumah ini disewa menjadi kantor selama lima (5) tahun, per 1 juni 2016 sampai 1 Juni 2021.

Senin, 25 Juli 2016 lalu, acara syukuran di laksanakan saat menempati kantor baru. Tanggal ini bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kopdit CU Betang Asi TP TBS ke-7 tahun. Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB. Diawali dengan kata sambutan dari pimpinan Kopdit CU Betang Asi. Selanjutnya, ibadah syukur, memohon berkat dan penyertaan dari Tuhan supaya dimampukan dan dikuatkan untuk  perkembangan TP TBS yang lebih baik ke depan.

Acara ini dihadiri oleh Pendeta Resort Kapuas Tengah sebagai Pimpinan Ibadah & Mahasiswa PPL STT Banjarmasin, Pimpinan Unit BRI Pujon & Staf, serta Wakil Ketua II pengurus Kopdit CU Betang Asi.

Tampak juga General Manager, Manager Bidang HRM, Koordinator TPK Kasongan, TPK Manggo,TPK Mantangai, TPK Timpah, Kolektor Desa Supang, Desa Jangkang, Desa Balai Banjang, Desa Buhut Jaya, Desa Manis, Desa Marapit dan Anggota-anggota CU dari Pujon, Marapit dan Desa Kota Baru.

Dalam sambutannya, General Manager Kopdit CU Betang Asi, Ethos HL, SE menegaskan bahwa perjuangan Kopdit CU Betang Asi ini, tanpa adanya bantuan dari pihak manapun. CU berdiri sendiri dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit dari anggota. Berazaskan Swadaya dan dipinjamkan kepada anggota tersebut yang ingin mengembangkan kehidupan dan perekonomiannya, dari oleh dan untuk anggota.

Ethos melanjutkan kantor Tempat Pelayanan Tahasak Batu Sepan yang baru ini sudah cukup representatif untuk ukuran sebuah kantor layanan, dan beliau juga berjanji pada suatu saat nanti akan memiliki atau mendirikan kantor sendiri yang lebih bagus itupun melihat dari perkembangan dan ketersediaan dana yang cukup, mengingat untuk membangun sebuah kantor itu memerlukan biaya yang lumayan besar.

Ia berharap agar semua anggota bisa rutin menabung khususnya bagi anggota dewasa bisa memanfaatkan lembaga ini untuk membangun usaha melalui pinjaman di CU. Dengan bergurau Ethos meminta pinjaman anggota jangan sampai “Canggih” yang bermakna cangkal ngutang ngalih di tagih (rajin meminjam, sulit di tagih).

Dari Unsur Pengurus Wakil Ketua II, Karna Sopia Simbolon, mengatakan bahwa Perjuangan CU akan sia-sia tanpa adanya dukungan dari seluruh anggota, CU adalah milik semua anggota, dari oleh dan untuk anggota. Keberadaan Kopdit CU Betang Asi Tempat Pelayanan (TP) TBS ini, merupakan salah satu solusi untuk semua anggota yang mau bergabung dan bisa mengembangkan segala usaha serta keinginan agar mencapai tujuan hidup yang lebih baik.

Ibadah Ucapan Syukur dipandu liturgos oleh mahasiswa PPL, GKE Banjarmasin. Sedangkan Pdt. Irene Aquari Maharati, S.Th membawakan khotbah. Ia adalah ketua Majelis Jemaat GKE Resort Kec. Kapuas Tengah. Bersama suaminya ia menjadi anggota Kopdit CU Betang Asi TP TBS Pujon.

Sebagai rangkaian memperingati HUT, maka acara potong kue Ulang Tahun dilakukan usai ibadah. Tiup lilin di iringi lagu Selamat Ulang Tahun bersama-sama dilakukan oleh perwakilan pengurus, manajemen dan anggota yang hadir. Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan malam bersama dan di meriahkan pengundian doorprize untuk hadirin yang ada.

Sumber foto dan tulisan: A. Udasco (Manajer TP TBS, Pujon/ Kontributor)

164 Orang Ikuti Rekoleksi CU BESI

Written By rokhmond onasis on Wednesday, July 20, 2016 | 10:07:00 PM

Sejak berdiri CU Betang Asi, 13 tahun lalu, sekaranglah waktunya untuk pelaksanaan rekoleksi. Sudah banyak yang dilewati lembaga ini dalam membangun, menata dan menyeimbangkan kerja dan pelayanan.

Adakah selama 13 tahun bekerja, makna spritualitas yang dibangun?. Apakah motivasi kerja dan pelayanan di CU masih kokoh?. Bagaimana hubungan dan relasi kerja antar personal  yang efektif baik pengurus, pengawas dan manajemen CU?. Apakah makna pekerjaan bagi manajemen CU?

Pertanyaan di atas terjawab sudah dalam kegiatan yang dipusatkan Eco Village – Tangkiling. Empat puluh kilometer dari Palangka Raya. Nilai-nilai yang akan didalami pada rekoleksi di pandu langsung oleh Pastor Lulus Widodo, Pr yang sekarang bertugas di Paroki Patas Barito Timur. Ia sangat berpengalaman dalam membimbing dan membawakan rekoleksi baik dilingkungan gereja Katolik maupun di luar gereja Katolik

Selama 2 hari pada 09-10 Juli 2016 lalu 164 peserta di ajak untuk melakukan rekoleksi yang merupakan salah satu proses untuk mengetahui pengalaman-pengalaman hidup dimasa lalu, untuk direnungkan kembali, dan dijadikan suatu pembelajaran untuk pengalaman dimasa yang akan datang. Proses ini biasanya dilakukan untuk pemulihan spiritual dari seseorang maupun untuk fisioterapi untuk menghilangkan trauma terhadap suatu kejadian tertentu.

Proses ini meliputi adanya pengasingan diri untuk menenangkan pikiran atau mencari ketenangan batin. Sehingga, rekoleksi juga merupakan salah satu cara untuk melatih hidup rohani dan menumbuhkan rasa ingin berubah menuju ke arah yang lebih baik.

Pastor Lulus sangat baik mengajak peserta melakukan pengasingan diri untuk menenangkan pikiran atau mencari ketenangan batin. Ia mendorong peserta untuk melatih kehidupan rohaninya dan menumbuhkan rasa ingin berubah menuju ke arah yang lebih baik. Ia juga mengajak peserta untuk menjadikan pengalaman hidup yang dijalani menjadi pelajaran atau pedoman dalam proses pencarian jati diri sehingga hidupnya selalu penuh dengan semangat, menghasilkan ide yang kreatif dan kepastian arah hidup.

Kegiatan bertema ‘Mengembangkan  Spiritualitas Dalam Relasi Kerja Yang Seimbang’. Di gagas dan di kelola teknis pelaksanaannya oleh panitia Yohanes Changking, Silvester Suanda,Lili Veronika, Navila, Maria Fransiska, Sinatupang dan Jhonson Peri.

Sebagai pembimbing rohani yang sudah banyak makan asam garam pelayanan, Pastor Lulus Widodo, Pr menyampaikan materi: Perubahan dalam hidup, Spritualitas, Relasi kerja yang seimbang dan meditasi/ pemulihan. Suasana sangat mendukung di tempat kegiatan, jauh dari pusat keramaian kota, namun rekoleksi menjadi sangat menarik dan berkesan karena Pastor menyelingi permainan sulap dan game menarik. Ada satu nast Alkitab ditekankan Pastor, diambil dari Lukas 16:10 yaitu “Barang siapa setia dengan perkara kecil, maka ia setia juga dalam perkara besar dan barang siapa tidak setia pada perkara kecil, dia tidak setia pada perkara besar”.

Kegiatan malam hari juga  dilanjutkan dengan materi meditasi dan pemulihan. Peserta banyak yang mengeluarkan air mata dan sungguh terharu dengan iringan lagu dan ungkapan-ungkapan penggugah batin yang diucapkan Pastor.

Di pagi hari kedua senam dilakukan seluruh peserta dan dilanjutkan Misa bersama dipimpin Pastor. Sedangkan acara penutupan penampilan dari masing-masing TP/TPK turut memeriahkan acara ini. Hal yang menarik, TP Penyang Hatampung Malahoi menampilkan drama sejarah awal CU. Panitia juga melakukan penarikan undian doorprize.

Keterangan Foto: Beberapa peserta berfoto bersama usai kegiatan.

Sumber tulisan: Yohanes Changking dan Rokhmond Onasis.
Sumber Foto: Yohanes Changking.

Anggota Per 31 Oktober 2016

No
Kantor
Jumlah Anggota
1
TP KP
15.398
2
TP BS
3.950
3
TP BL
2.925
4
TP PHS
3.220
5
TP BB
5.318
6
TP PH
3.267
7
TP BM
3.229
8
TP TBS
2.007
Total CU Betang Asi
39.314
 
Copyright © 2009. CU Betang Asi | berbasis masyarakat Dayak yang terpercaya dan abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger, Re-Designed by Fidelis Harefa