Headlines News :

Terbaru

Pelatihan Cash Flow Pra BP

Written By rokhmond onasis on Monday, October 13, 2014 | 1:55 AM

Bertempat di aula lantai-3 kantor pusat Kopdit CU Betang Asi, Pelatihan Cash Flow Pra Bussines Plan (BP) di pusatkan. Kegiatan yang difasilitasi oleh Antonius Anyu melibatkan semua peserta yang berasal dari manajer, kepala divisi, kepala bagian dan koordinator TP/ TPK se-CU Betang Asi.

Keterampilan dalam penyusunan cashflow diperdalam, mengacu pada standar manajemen akutansi. Dari ke 27 peserta yang mengikuti kegiatan selama 3 hari (10-12/10) tidak semuanya ikut secara penuh.

Semua peserta di wajibkan membawa laptop yang berisi cashflow dari masing-masing tempatnya bertugas. Semenjak pagi pukul 8 pagi hingga sore pukul 5 sore, semua peserta terlibat aktif mengisi tabel dan angka pada excel, sebagai gambaran perjalanan CU ke depan. Bahkan dari pantauan penulis kegiatan dilanjutkan hingga pukul 9 malam.

Dari penjelasan kepada penulis, Anyu sebagai fasilitator mengungkapkan jika ia diminta bantuan memfasilitasi di CU Betang Asi, dia akan datang. Ia menegaskan bahwa sebagai anggota dan mempunyai pinjaman dan simpanan di CU, ia mempunyai beban moral untuk datang.

Pria yang juga dipercaya sebagai bendahara BKCU Kalimantan, Pontianak menjelaskan seringkali dalam  pelatihan yang ia fasilitasi menemukan titik-titik lemah pada sumber daya manusia yang mengikuti pelatihan.

“Saya bukan auditor, tapi jika kebetulan membaca data saya harus beritahukan bahwa jika menemukan hal aneh akan saya tegur. Bedanya jika saya auditor saya akan komentar jauh-jauh hari dan bukan pada saat pelatihan,” jelas pria beranak dua ini.

Sebagai salah satu pengurus BKCUK, ia menilai cukup banyak pelatihan yang di fasilitasi oleh BKCUK untuk meningkatkan kapasitas auditor di CU. Anyu juga melihat ada tantangan yang dihadapi gerakan CU yaitu orang yang mengaudit belum punya standar tinggi.

Lebih dalam ia menjelaskan bahwa belum diterapkan standar audit untuk kapasitas manusianya. “Kalau standar format pelaporan audit ada di sediakan jaringan CU, tapi standar orang yang melakukan pekerjaan itu tidak ada, sementara CU semakin besar, tapi belum tentu kapasitas yang melakukan itu setingkat dengan besar lembaga CU,”jelasnya.

Hal lainnya menurut Anyu belum tersedianya pendidikan formal untuk peningkatan kapasitas dari CU, sistem pengkaderan yang belum ada. Salah satu solusi yaitu menggunakan jasa dari luar seperti akuntan publik. Seharusnya punya CU dengan standar pekerja yang bagaimana. “CU harus meningkatkan kualitas pekerja sehingga CU menjadi besar, ini mengacu juga pada pimpinan. Kalau pimpinannya stagnan, nyata kader di bawahnya mengikuti standar di atasnya,” tegas Anyu.

Sebagai catatan, peserta yang mengikut pelatihan adalah Yohanes Changking, Shiawan Etora, Elka, Erwin Harefa, Ezra Mardoni Lewi, Yuliani, Ellia Sujiyono, Yepta Diharja, Martha Sarimasayu, Syvester Suanda, Sri Wulan, Ensi Veronika, Yeyen Susanti, Merry Normawaty, Harti Rayani, Wardalely, Estie, Vetra Kasih, David Dibiciang, Herie U. Daud, Arpiano Udasco, Donny, Yosi Monalisa, Longgor, Junaidi, Memeiliana, Valentinus Jeghau, dan Yahya.

Pilih T. Manan “Masuk CU Tidak Ada yang Sesat”

Written By rokhmond onasis on Tuesday, October 7, 2014 | 6:06 AM

Rambutnya belum sempat disisir rapi. Hanya berkaos coklat bergaris dan berkerah ia menemui penulis. Alis matanya tebal. Ada sejumput janggut menghiasi dagu pria yang biasa dipanggil Bapa Ayi ini. Arloji hitam terlihat di pergelangan tangan kirinya. Celana pendek biru selutut di pakainya saat duduk di hadapan penulis pada (4/10) lalu.

Rumah panggung berdinding kayu ini dihiasi kalender CU di bagian depan dan bagian tengah. Sejumlah foto dan hiasan dinding juga terpasang rapi di rumah yang memang bersebelahan dengan rumah pimpinan administrasi kampung Tumbang Anoi.

Sebelumnya saat penulis mencoba berbincang dengan pria ini masih tertidur. “Bapak masih tidur karena kelelahan,” ungkap anaknya. Pria bernama lengkap Pilih T. Manan ini dipercaya menjadi kolektor Kopdit CU Betang Asi Tumbang Anoi sejak tahun 2012. Bertepatan dengan Pumpung Hai dan Napak Tilas Tumbang Anoi 120 tahun lalu ia terlibat mendukung kegiatan bersejarah yang mencatat pertemuan orang Dayak se-Kalimantan pada tahun 1894 dulu.

“Awalnya saya senang ikut pelatihan dengan Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) dan juga CU. Saya diajak masuk CU oleh Yudis dari YTS kemudian Pak Yepta mendatangi saya dan pada tahun 2012. Saya dipercaya sebagai kolektor oleh orang kampung ketika ada pertemuan di Tewah,” ungkap pria berusia 37 tahun ini mengawali cerita.

Lebih dari 100 orang yang dilayani oleh Pilih. Wilayah pelayanannya mencakup kecamatan Damang Batu dan Kahayan Hulu Utara (Kahut). Di Tumbang Anoi sendiri ada 73 anggota CU Betang Asi, Karetau Sarian 44 orang dan Tumbang Mahuroi ada 30 orang.

Saat ditanya pengalaman menarik menjadi kolektor, Pilih mengungkapkan ia bisa mengelola uang (baca pinjam uang). Mengawali masuk CU dengan kapitalisasi akhirnya ia lanjutkan dengan membeli sepeda motor dan pinjam tunai untuk mengembangkan usahanya. Tentu saja setelah pengembalian pinjaman ia lakukan dengan tepat waktu.

Sisi buruk juga sempat ia ceritakan kepada penulis. “Di Tumbang Anoi ada kolektor sebelum saya yang juga dipilih oleh orang kampung, namun karena ada masalah maka saya ditunjuk untuk menggantikan. Awalnya saya dibenci oleh orang kampung dan saya mengatasinya dengan berdiam saja dan secara berlahan-lahan anggota percaya,” ungkapnya dengan nada semangat.

Pilih tetap berupaya menyampaikan motivasi CU. Ia selalu memperlihatkan bahwa pengalamannya ketika melakukan pengembalian pinjaman. “Saya katakan bahwa uang kita terjamin di CU, tidak hilang. Jika kita ada uang 1 juta kita bisa pinjam 1 juta, kita bayar lunas, uang kita yang ada sebelumnya tetap utuh bahkan bertambah,” jelasnya.

Tidak mudah percaya menerima informasi yang tidak jelas, ia melakukan konsultasi dengan petugas CU yang ada di Tempat Pelayanan Khusus (TPK) Tewah, karena sempat terjadi isu ada bunga simpanan lembaga lain yang lebih besar. Terkait acara Napak Tilas, Pilih bercerita keramaian di Tumbang Anoi saat ini mengalahkan ketika pesta Tiwah. Bedanya, jika Tiwah banyak orang menonton ketika binatang akan di bunuh, sedangkan sekarang pusat keramaian ada di Betang Damang Batu.

Ia berharap sebagai kolektor tetap mencoba memotivasi dan melanjutkan tugas agar anggota semakin mengerti, bagi yang berminat dapat masuk dan masyarakat Tumbang Anoi banyak masuk CU. “Menurut saya yang masuk CU tidak ada yang sesat, kecuali dia sendiri yang menyesatkan diri,” tutupnya kepada penulis.

Sumber foto dan berita: Rokhmond Onasis

HUT-4 TPK Kapuas, Rayakan Kantor Baru

Written By rokhmond onasis on Wednesday, October 1, 2014 | 9:35 AM

Suasana jalan Seroja, Kuala Kapuas lebih semarak di salah satu rumah bernomor 5. Umbul-umbul CU, sejumah tenda besar terpasang pada bagian depan rumah bercat putih ini. Terpasang standing banner dengan tulisan ‘Selamat dan Sukses Atas Peresmian Kantor Baru CU Betang Asi TPK Kuala Kapuas’.

Seuntai tali berhiaskan kembang berupa warna dipasang di depan pintu masuk kaca setebal 5 mm.  Dua perempuan penerima tamu sibuk membantu undangan yang hadir untuk mengisi buku tamu. Selain diberikan jadwal acara, tamu juga beruntung diberikan kalender meja CU Betang Asi.

Nampak hadir rombongan pengurus Kopdit CU Betang Asi, Ambu Naptamis, Bambang Mantikei, Karna Sophia, Athis dan Pitur L. Sanen sudah menempati tempat duduk yang telah disediakan panitia. T.T Suling dari unsur penasehat juga tampak hadir. Sedangkan dari manajemen hadir Ethos H.L beserta rombongan.

Kenyamanan anggota dan undangan yang hadir tetap diperhatikan oleh panitia dengan menyediakan kursi yang cukup dan kipas angin yang terpasang di sudut lokasi yang strategis untuk mengurangi hawa panas di kota yang berjulukan kota AIR.

Tepat pukul 8.22 WIB acara dimulai dengan pengantar yang disampaikan oleh Harti Rayani selaku koordinator TPK Kapuas. Ia menyampaikan, acara ini merupakan gabungan dari peresmian kantor baru dan HUT ke-4 TPK Kapuas. Usai pengantar oleh Raya, acara dilanjutkan dengan ibadah sekaligus pemberkatan kantor baru yang dipimpin oleh Pendeta Fransiska, Esterlin, L.Tobing dan Pastor Damianus.

Di tengah ibadah, penasehat CU Betang Asi, T.T Suling diberi kehormatan untuk membuka pintu kantor secara resmi, dengan terlebih dahulu menggunting pita yang terletak di pintu masuk. Pastor Damianus melakukan ritual memberkati seluruh ruang kantor dengan air yang telah diberkati.  Sebagai lambang perwujudan cinta kasih Tuhan selain lingkungan kantor yang diberkati. Pastor juga memberkati miniatur salib yang akan dipasang di gedung kantor nantinya.

Setelah ibadah selesai, acara di lanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne CU dan mendengarkan laporan dan sambutan. Sebagai koordinator TPK Kapuas, Harti Rayani melaporkan TPK Kuala Kapuas operasional pada 26 September 2010 lalu dengan jumlah anggota 195 orang. Sering perjalanan waktu anggota berjumlah 1.869 orang per 31 Agustus 2014.  Berturut-turut kemudian sambutan disampaikan oleh GM, Ethos H.L, dari kepala dinas koperasi, usaha kecil dan menengah kabupaten Kapuas, Teras D. Suhin serta ketua Pengurus Ambu Naptamis.

Bapak Kadis menyampaikan bahwa atas nama pemerintah kabupaten Kapuas, sangat mendukung untuk pengembangan CU Betang Asi TPK Kuala Kapuas sehingga dapat lebih maju dan berkembang dengan pesat, sehingga menjadi lembaga pemberdayaan.

Sebagai ketua pengurus, Ambu Naptamis, dalam sambutannya menegaskan bahwa acara ini merupakan hasil kerja ‘bareng’ yang memiliki 2 makna yaitu ‘house’ sebagai sarana yang menjalankan misi CU sebagai ‘home’. Gedung megah bukan sebagai tujuan dari CU, tapi menciptakan ‘home’ untuk anggota sehingga bisa menjadi sejahtera dengan tetap berlandaskan cinta kasih.

Peresmian kantor di tandai dengan penandatanganan prasasti. Acara HUT ke-4 ditandai meniup lilin ulang tahun serta pemotongan kue ulang tahun. Acara juga diwarnai pemberian cindera mata oleh panitia dan pengundian doorprize serta ditutup dengan makan siang bersama.

Sumber Tulisan: disarikan dari dokumentasi video panitia.
Sumber Foto: Dokumentasi CU Betang Asi.

Gathering Staff TP KP

Written By rokhmond onasis on Monday, September 15, 2014 | 8:46 AM

Tidak kurang dari 40 orang ikut dalam acara Gathering Staff TP Kantor Pusat Kopdit CU Betang Asi yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 September 2014 lalu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempererat hubungan antar staf yang berada di kantor pusat Palangka Raya.

Sejak pukul 6.30 pagi, rombongan sudah berkumpul di jalan Tjilik Riwut, depan kantor pusat. Menggunakan 3 mini bus rombongan berangkat menuju lokasi pemancingan ikan Anugerah, Tangkiling yang terletak 34 km dari pusat kota Palangka Raya dengan jarak tempuh 30 menit.

Setibanya pada di lokasi pemancingan yang berhalaman luas ini, peserta rehat sejenak, tidak lebih dari 10 menit untuk meletakkan barang-barang pribadi. Kesempatan ini juga digunakan fasilitator untuk menyiapkan arena permainan dalam mengisi acara gathering.

Di halaman berpasir, tali rapia, bola plastik, hula hup dan alat pengeras suara disiapkan untuk meramaikan kegiatan ini. Ada 5 permainan yang dipandu oleh Rokhmond Onasis untuk menggali nilai-nilai kerjasama, empati antar anggota kelompok.

Dari 5 kelompok, kesemuanya dibagi secara acak untuk ikut bermain pada mengangkat bola dengan tali, hulahup berjalan, giring bola dengan tali, jam raksasa dan asah otak.  Sebagai catatan evaluasi permainan yang dilakukan oleh fasilitator tertulis bahwa menuju kemajuan Kopdit CU Betang Asi staf harus lebih kreatif, inovatif, cepat, tegas, fokus, berkomunikasi dengan baik,  menghargai pendapat, bersabar, menjadi pendengar yang baik, memperkuat kerjasama dan mampu memotivasi anggota.

Keterampilan berikutnya, harus mampu melakukan perencanaan, mengambil sikap atas situasi, melaksanakan instruksi dengan benar, disiplin dalam segala hal, membagi waktu dan menganalisa masalah.

Sedangkan pelajaran yang didapatkan dari permainan, harus memerlukan kerjasama tim, kebersamaan, konsentrasi, saling mendengarkan, menghargai pendapat orang lain, tepat waktu, disiplin diri, tanggap dengan situasi yang terjadi di CU, jujur dan cepat mencari solusi untuk menyelesaikan masalah, kesemuanya demi kemajuan CU Betang Asi.

Sayang tidak semua staf dapat hadir dalam kegiatan ini, ada beberapa staf yang ijin karena sakit, mengambil cuti dan halangan lain. Walaupun hingga acara berakhir pada siang harinya perasaan peserta yang dituliskan dalam evaluasi dipenuhi rasa senang, gembira, penasaran, puas, tertantang dan seru dalam menjalani setiap permainan yang dilakukan.

Sebagai penutup peserta diajak oleh fasilitator menuliskan kata positif dan motivasi kepada semua yang ikut terlibat dalam kegiatan secara estafet pada sebuah kertas yang berbentuk love, sehingga menjadi kenang-kenangan tersendiri bagi mereka. Para pemenang lomba mendapatkan door prize yang di dukung oleh KPD Kalteng.

Sumber foto: Dokumen CU Betang Asi.

CU, Solusi dari Kemiskinan

Written By rokhmond onasis on Sunday, August 24, 2014 | 6:00 AM

Sebanyak 35 orang peserta dari 7 Credit Union yang tergabung dalam jaringan BKCU Kalimantan mengikuti Pelatihan Pendalaman Nilai-Nilai Credit Union di Balai Diklat PU Wilayah IV Surabaya.

Fasilitator pelatihan ini adalah Marselus Sunardi, ketua BKCU Kalimantan. Pelatihan ini memiliki arti penting dan harus dipahami secara komprehensif tidak hanya bagi Pengurus, Pengawas dan Manajemen sebagai pengelola tetapi juga oleh anggota Credit Union itu sendiri. Karena gagasan Credit Union itu didasari oleh rasa saling membantu, swakelola, solidaritas, sukses berkelanjutan, subsidiaritas dan prinsip identitas.

Tujuan dari pelatihan peserta dapat memahami pengertian dan sejarah CU, perbedaan CU dengan lembaga lainnya, misi gerakan CU. Tidak kalah pentingnya, peserta dapat melakukan internalisasi nilai-nilai dan prinsip CU, serta mendalami transformasi sosial melalui CU.

Selama 3 hari mulai tanggal 18-20 Agustus 2014  peserta pelatihan menerima 7 sesi diantaranya CU  sebuah pilihan; CU solusi yang memandirikan; Misi CU; Pondasi, Prinsip dan Nilai-Nilai CU.  Supaya berjalan efektif, peserta dibagi dalam 6 kelompok selama pelatihan berlangsung. Nama kelompok di ambil berdasarkan pondasi utama CU yaitu Sikap, Visioner, Kejujuran, Keberanian, Pengorbanan, dan Integritas.

Setiap peserta diminta untuk menggambar dalam kertas kosong, apa itu CU?. Menariknya peserta ada yang menggambar CU sebagai  tiga lingkaran yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan, kemudian ada yang menggambar CU itu bagaikan semut yang berbaris didinding menuju tempat makanan, ada pula yang menggambar CU itu bagaikan kendaraan baik mobil ataupun perahu naga yang membawa anggotanya menuju tujuan keuangan (financial goal).

Dari semua gambar yang ada ternyata mempunyai makna tersendiri mengenai CU. CU itu adalah sebuah pilihan bagi anggotanya. CU bukan lembaga keuangan yang mirip BANK, BPR, Asuransi, NGO, BMT dan lain-lain. CU juga tidak identik dengan koperasi simpan pinjam. Perlu di ingat, CU menganggap lembaga lainnya bukan pesaing, bukan tandingan juga bukan musuh.

Ketika orang telah bergabung   menjadi anggota CU maka ia memilih untuk peduli dengan orang lain, karena apa ?, karena CU adalah soal kepedulian, CU adalah soal aliran sistem ekonomi, CU bicara soal cara pandang, soal cara  kerja, keterpanggilan, CU soal keberpihakan, CU soal paradigm dan ideologi.

Bicara target, tentu CU untuk kalangan menengah ke bawah dan terpinggirkan, kaum perempuan dan kaum muda serta masyarakat yang berada dalam kelompok usaha-usaha kecil dan menengah. Karenanya, dengan ber-CU maka kita siap mandiri dan berdikari dalam hidup.

Sejarah juga telah membuktikan bahwa CU solusi membangun kemandirian. Hal ini diungkapkan oleh Raiffeisen selaku tokoh CU di dunia. Raiffeisen menekankan pentingnya 3S: Self-Help (menolong diri sendiri), Self-Governance(mengelola diri sendiri) dan Self-Responsibility (bertanggungjawab terhadap diri sendiri). 

Untuk hidup lebih baik dan bermartabat, mari bergabung bersama CU.

Sumber Tulisan dan Foto: Rita Sarlawa; peserta pelatihan; anggota badan pengawas Kodit CU Betang Asi.

***

 

KPD Kalteng lakukan Family Day

Written By rokhmond onasis on Thursday, August 21, 2014 | 12:38 AM

“A happy life start from a harmonious family (Awal kehidupan yang harmonis dimulai dari keluarga yang bahagia)”

Kalimat di atas bisa jadi acuan mengapa kegiatan pada Minggu, 17 Agustus lalu dilakukan. Berawal dari rutinitas yang hampir menyita waktu keluarga dalam melayani anggotanya, para pegiat KPD Kalteng melakukan acara yang melibatkan seluruh anggota keluarga mereka.

Bersamaan dengan peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 pelaksanaan family day di lakukan di aula pertemuan berlokasi di kolam pemancingan Anugerah yang terletak 35 km dari kota Palangka Raya.

Tidak puas hanya dilakukan di indoor, para pegiat KPD juga melakukan kegiatan di outdoor berupa lari karung, lomba memasukan paku dalam botol dan kegiatan yang memerlukan kekuatan team work dalam permainan jam raksasa dan lingkaran tali berjalan.

Di ikuti tidak kurang dari 75 peserta yang berasal dari KPD Swalayan Tilung dan KPD Swalayan Rajawali. Kegiatan family day ini diwarnai pemberian hadiah bagi para pemenang lomba. Dari pagi hingga sore hari semua peserta dipuaskan dan bagi yang suka memancing, tempat ini menjadi lokasi yang cocok, karena tersedia 3 kolam pemancingan dengan fasilitas yang memadai untuk melepaskan stress.

Selamat HUT kemerdekaan RI ke-69 dan selamat untuk KPD, tetap melayani dengan setulus hati. Hanya KPD!

Sumber foto: Dokumen KPD Kalteng

TOT Fasilitator Pendas CU EPI

“Pelatihan kali ini sangat menyenangkan, membuat saya lebih mengerti  bagaimana menjadi fasilitator yang lebih baik, materi yang diberikan bisa saya pahami, fasilitator tidak membuat suasana kaku sehingga menjadi lebih rileks, semoga kita dapat bertemu di pelatihan-pelatihan selanjutnya”

“Setelah mengikuti pelatihan saya merasa lebih percaya diri dan pengetahuan saya tentang CU EPI bertambah, saya berpesan semoga kegiatan ini rutin dilakukan”

“Sangat senang karena sudah mengikuti pelatihan ini, karena dalam pelatihan ini saya dapat pengalaman masalah CU dan bisa lebih baik lagi menyebarluaskan CU di desa dan masyarakat nantinya”

“Saya memiliki keberanian dalam menyampaikan materi atau menjadi fasilitator, mendapatkan masukan yang lebih baik, game-gamenya juga asyik, dan membangkitkan diri untuk tetap semangat berjuang”

Itulah ungkapan yang ditulis oleh 4 dari 31 peserta yang mengikuti pelatihan TOT fasilitator pendidikan dasar kopdit CU Eka Pambelum Itah (CU EPI), yang dilaksanakan pada 15-16 Agustus lalu di Sampit.

Pelatihan di pusatkan aula pertemuan hotel Permata Indah, lantai-3. Fasilitator pelatihan Rokhmond Onasis sebagai salah satu pendiri sekaligus anggota CU EPI bernomor anggota 1.01.1.000099. Sebagai fasilitator ia memandu pelatihan secara dinamis, materi-materi pelatihan yang terkait sikap, prinsip, metode dan keterampilan menjadi fasilitator diberikan. Selain teori, simulasi saat menjadi fasilitator diperankan peserta secara bergantian. Pembelajaran dari hasil simulasi dibahas bersama dan menjadi catatan penting bersama.

Terkait peserta pelatihan, disayangkan dari 31 peserta pelatihan yang hadir 100 persen dalam setiap sesi hanya 25 orang saja. Peserta berasal dari pengurus, pengawas, kolektor dan staf yang terdiri dari koordinator TP/ TPK, kepala bagian maupun staf pendidikan/ pelatihan di CU EPI.

Pelatihan yang dilakukan selama 2 hari di buka secara resmi oleh J.Suparman Ismael, ketua pengurus CU EPI, sedangkan pada penutupan di lakukan oleh Nono Magat sebagai Manajer. Keduanya berharap hasil dari pelatihan dapat di terapkan saat berhadapan dengan masyarakat.

Adapun ke-25 peserta yang hadir 2 hari penuh adalah, Yuname Ida,Deta Ayu Lestari, Luh Putu Y. Dewi, Megawati, Jhon Prastandi Putra, Suhadi, Doseno, Candra R. Dewi, Timan Ruhan, Ariana Maria M.A, M.Sunardy, Ayu Y.F, Apri Meka Yudas, Jainudin, M.Arsad, Nyangkai, Mikron, Budang, Bambang Susilo, Sudy E. Nahan, Tamiang, Pating, Subari dan Marta.

Semoga semangat Hatantiring Mambesei, Manggatang Pambelum tetap berada di hati pegiat CU EPI sehingga masyarakat Kotim, Seruyan semakin percaya dan dapat menolong diri sendiri, sekaligus menolong orang lain di Kopdit CU EPI yang berdiri pada 23 Juni 2006.

Sumber foto: Rokhmond Onasis.
***

Lokakarya Mendukung Rantai Pemasaran Karet

Written By rokhmond onasis on Sunday, August 10, 2014 | 8:24 AM

Selama 2 (dua)  hari dari tanggal, 25 – 26 Juli 2014 lalu kegiatan lokakarya antar petani karet dan stakeholders dilaksanakan. Kegiatan ini untuk mendukung rantai pemasaran karet yang dilaksanakan Lembaga Dayak Panarung (LDP) di support USAID IFACS.

Peserta  yang hadir di lokakarya adalah petani karet selaku anggota Kelompok Usaha Bersama Karet (KUBK) yang masing-masing berjumlah 5 orang dari 3 desa dan 1 kelurahan. Pimpinan PT Borneo Makmur Lestari, perusahaan karet yang bergerak di Kalimantan Tengah, USAID IFACS dan dinas perkebunan Kalteng.

Perwakilan manajer dari CU. Betang Asi juga tampak hadir yaitu dari TP. Penyang Hinje Simpei, Pulang Pisau. Manajer TP. Betang Sinta, Sepang Kota. Manajer TP. Tahasak Batu Sepan, Pujon-Kapuas dan Kabag diklat TP. Batuah Marajaki. 

Lokakarya ini di pandang penting sehingga diharapkan mengubah pola pikir dan pola tindakan petani memproduksi karet kering berkualitas baik kemudian secara berkelompok langsung dijual ke pabrik. Tujuan lainnya adalah untuk mengurangi rantai pasar sehingga keuntungan petani yang tergabung dalam KUBK  bisa lebih tinggi dan ini berdampak bagi kesejahteraan petani karet jangka panjang.

Kegiatan dibuka langsung oleh Ambu Naptamis selaku Direktur Eksekutif Lembaga Dayak Panarung (LDP). Dalam sambutannya, Ambu mengatakan LDP bersama USAID IFACS bekerjasama dalam sebuah program terkait lingkungan dalam rangka berkontribusi berupaya mencari solusi, jalan keluar dan upaya-upaya untuk mengatasi masalah perkaretan yang dihadapi oleh petani karet kita.

Ambu melanjutkan, kegiatan yang dimulai di Desa Gohong, Desa Buntoi, Desa Mantaren I dan Desa Kalawa. Project dimulai dari penanaman, pengolahan dan pemasaran. Banyak persoalan yang dihadapi dan bisa kita sentuh dalam usaha perkaretan. Kata para ahli semakin banyak kita menanam semakin kita berkontribusi dalam pengurangan emisi. Ketika memperluas kebun karet kita berkontribusi mengurangi lahan kritis. Kalau ingin karet berproduksi dengan banyak harus dipelihara. Pada saat menjual kita berkontribusi pada pendapatan.

Terkait CU, Ambu mengingatkan agar pendapatan semakin baik harus kita kelola dan kita atur, tempat untuk mengatur uang kita, kita bisa menggunakan Credit Union. Credit Union membantu kita dalam masalah keuangan. Secara project kami akan berakhir per 31 Juli 2014. Bagi kami LDP mendampingi petani karet tidak saja menjadi tanggung jawab secara project tapi juga secara moral.

“Kami mengundang Bapak Ibu sekalian untuk berdiskusi bagaimana berkontribusi dalam soal perkaretan sehingga berdampak dalam kesejahteraan petani karet dan lingkungan. Kalau menurut Pak Vincent karet di Indonesia dimata dunia mereknya sudah jatuh. Agenda kami mempersambungkan apa saja persoalan petani karet, hubungan terhadap pemasaran, peranan CU, instansi terkait dan lembaga pendamping,” jelasnya.

PT. Borneo Makmur Lestari yang diwakili oleh Teguh Cipta menjelaskan kepada para petani yang hadir, bahwa karet yang diinginkan dan menjadi standar perusahaan yaitu karet kering yang berkualitas. Karena  karet kering harganya lebih baik dari harga yang basah.

Sedangkan Yul Lusani, SP,M.Si dari dinas perkebunan Propinsi Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa sangat mendukung program yang telah dilakukan LDP dan USAID IFACS. Ia mengungkapkan bahwa belum adanya petugas teknis yang membantu masalah perkebunan.

“Kami mohon maaf untuk masalah kebun karet, kami tidak mempunyai PPL, karena PPL yang ada adalah untuk pertanian. Tapi kalau kabupaten tidak mempunyai penyuluh bisa mengajukan ke dinas perkebunan propinsi dan kami bersedia membantu. Dan kami sangat mendukung dengan program Lembaga Dayak Panarung (LDP) yang disuport USAID IFACS ini, karena prinsipnya demi kemajuan perekonomian masyarakat kita,” jelas perempuan yang di tempatkan di sie Bagian Pembibitan dan Pemasaran Karet dinas perkebunan Propinsi Kalimantan Tengah.

Sumber tulisan dan foto: Sandy K. Petrus (Pegiat di LDP dan kontributor tim website)







Manyang: “CU Dapat Membantu Kita”

Written By rokhmond onasis on Wednesday, July 30, 2014 | 9:03 PM

CU datang untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk menambah masalah. Itulah kalimat yang tepat di berikan kepada ibu dari Jeki, Vena dan Veni ini. Di masa kesusahan ia merasa terbantu sekali dengan adanya Credit Union Betang Asi.

Walaupun jauh dari keramaian ibu kota kecamatan di Tumbang Talaken, Gunung Mas. Perempuan kelahiran Tumbang Jalemo Kajuei sudah mempunyai tekad untuk masuk CU supaya dapat menolongnya di masa kesusahan. 11 Juli 2014 lalu, penulis menemuinya di Tumbang Jalemu Kajuei, Gunung Mas. Perempuan berusia 44 tahun ini menceritakan kenikmatannya menjadi anggota CU. Berikut petikan pembicaraan Manyang dengan penulis:

Sejak kapan anda masuk anggota CU?

Masuk CU sejak tahun 2007 bulan Agustus, fasilitatornya adalah Asep Nana Sumpena.

Pengalaman menarik apa yang dapat anda ceritakan setelah masuk CU?

Pengalaman selama mengikuti menjadi anggota CU 5 tahun baik untuk anggota, ketika ada kepentingan yang mendesak anggota bisa pinjam, saya sudah 2 kali pinjam. Saya pinjam pertama sebanyak 3,5 juta untuk keperluan saat suami saya meninggal,saya merasa bisa melanjutkan itu dan sudah lunas, yang kedua saya mencoba kembali pinjam sebesar saham sebanyak 10 juta untuk melunaskan uang ujian anak saya di SMA Kristen, hingga sekarang tersisa 7 bulan. Selama proses pencairan hingga pengembalian pinjaman saya tidak menemui kesulitan dan dalam penyetoran saya langsung membawa ke kantor TPK Talaken 1 bulan sekali.

Tantangan yang anda alami saat penyetoran?

Tantangan tidak ada dalam kehidupan saya, hanya ada di masalah yang kecil-kecil tapi tidak sampai CU terganggu. Sehari-hari usaha saya hanya menyadap karet, anak saya 3 orang tapi sudah tinggal di DAS Kahayan.

Setiap bulan rata-rata saya menyadap  300 kg dengan harga sekarang Rp. 6.500 per kg. Saya menyadap dari kebun sendiri dan dari warisan orang tua, hasilnya saya langsung menjual di kampung. Hasil dari menyadap ini mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Penilaian anda kurangnya masyarakat yang berminat masuk CU?

Yang menyebabkan anggota CU di sini masih sedikit saya kurang tahu, ada sebagian yang belum bisa menabung , banyaknya tanggung jawab dalam membagi uang yang ada. Untuk jumlah anggota CU saya tidak pernah tahu karena jika ada anggota CU langsung disetorkan ke Tumbang Talaken karena tidak ada kolektor.

Yang menyebabkan anda tertarik masuk CU?

Saya masuk CU berawal dari keinginan sendiri, saya mendengar informasi dari staf CU yang masuk ke kampung-kampung untuk mencari anggota yang dimulai sejak tahun 2006 saat pertama kali masuk ke kampung. Sekarang saya sudah menikmati dapat meminjam.

Selama menjadi anggota CU, pernah ikut RAT?

Saya sendiri pernah ikut RAT di Tumbang Talaken, Tumbang Malahoi dan Tumbang Jutuh. Saya bersedia menginformasikan CU ini ke masyarakat di kampung ini karena CU dapat membantu kita dan saya memberanikan diri mengajak teman, keluarga agarmasuk CU dan sama-sama maju.

Harapan anda?

Saya berharap CU bisa sukses dan maju.

***

Rangkaian Kegiatan Juli 2014

Written By rokhmond onasis on Tuesday, July 22, 2014 | 10:06 PM

Pelatihan Etos Kerja
“Bekerja tidak berpatokan dengan jam, kesadaran mencintai pekerjaan,” itulah kalimat singkat yang keluar dari bibir pria beranak satu ini. Ia adalah salah satu peserta pelatihan etos kerja yang di gagas oleh Badan Koordinasi Credit Union Kalimantan (BKCUK), Pontianak Kalbar.

Kepada penulis, Saluh menceritakan pelatihan yang dilakukan selama 4 hari dari tanggal 16-19 Juli 2014, ini difasilitasi oleh Antonius Alibata. “Saya terkesan karena fasilitator membawakan secara humoris diselingi dengan menyanyi lagu-lagu CU dan permainan sehingga tidak membosankan,” jelas staf diklat TP Betang Sinta Sepang ini.

Saluh menambahkan, pelajaran yang diterimanya mengajak untuk peserta belajar memberikan nilai-nilai yang positif tanpa memandang sisi luar orang lain, mengacu ke pimpinan kita supaya bernilai lebih tinggi. Umumnya pelatihan dimulai sejak pukul 8 pagi hingga 5 sore, namun dalam pelatihan kali ini Antonius Alibata mengajak peserta melakukan senam pada pukul 7 pagi dan meditasi di malam harinya pukul 12 malam.

Dari 43 peserta tidak semuanya berasal dari CU di Kalteng ada sejumlah peserta yang berasal dari Kalimantan Timur, yaitu CU Sempekat Ningkah Olo. Sedangkan dari Kalimantan Tengah di wakili oleh CU Betang Asi, Remaung Kecubung dan Sumber Rejeki.

Kepada penulis, peserta pelatihan yang sempat ditemui, Shiawan Etora menceritakan, ia mendapatkan pemahaman tentang etos kerja, merubah kebiasaan menjadi lebih baik sehingga menjadi tepat waktu dan disiplin. “Metode yang dibawakan fasilitator sangat baik, di mix dengan game, salah satu contoh game adalah “win-win game” game ini diberikan pada hari ke-3, peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan mengajarkan kami tentang kebersamaan dan mengurangi sifat egois, belajar bersama, dengan perundingan untuk kepentingan bersama,” ungkap koordinator TPK Kasongan ini.

Membagikan dan menerapkan hasil pelatihan tentu lebih penting dari sekedar menambahkan pengetahuan untuk peserta. Semoga wisma Unio, Palangka Raya yang dipilih sebagai tempat pelatihan menjadi titik awal CU-CU semakin berkembang melayani anggotanya.

Pertemuan Fasilitator Pendidikan CU Besi
Berselang 1 hari usai mengikuti pelatihan etos kerja, sejumlah peserta mengikuti pertemuan fasilitator pendidikan Credit Union, yang dipusatkan di aula pertemuan, kantor pusat CU Betang Asi, Palangka Raya dari pukul 9 pagi hingga 4 sore.

Pertemuan yang dilaksanakan pada Senin (21/7) ini mengundang fasilitator yang berasal dari 8 TP. Dari sekitar 70 peserta yang diundang hanya dihadiri 47 peserta saja. Yohanes Changking sebagai manajer diklat dan litbang mengungkapkan bahwa ini adalah kegiatan yang di lakukan untuk mempertemukan, membangun pemahaman baru dan membagikan modul dan materi pendidikan CU yang telah diupdate. Selain Changking, pertemuan ini juga difasilitasi oleh Bambang Mantikei, sebagai wakil ketua-1 yang bertanggung jawab di bagian pendidikan.

Dalam sambutannya, Ambu Naptamis sebagai ketua pengurus merasa gembira karena pertemuan dapat dilaksanakan. Ia mengatakan bahwa ini menjadi sebuah reuni kembali, bertemunya fasilitator-fasilitator yang telah belajar bersama sejak pelayanan CU Betang Asi  dari tahun 2003 hingga sekarang.

Pertemuan ini menghasilkan tim kecil yang akan mematangkan poin-poin penting yang direkomendasikan dari usulan dan komentar peserta. Salah satunya adalah memfinalkan alat ukur daya serap peserta pendidikan CU dengan menggunakan pre test dan post test.

Sumber foto: Dokumen CU Betang Asi.
 
Copyright © 2009. CU Betang Asi | berbasis masyarakat Dayak yang terpercaya dan abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved
Palangkaraya - Kalimantan Tengah
Proudly powered by Blogger
Re-designed by Fidelis Harefa